Tuesday, 20 September 2016

Cara Menyambung (Mengenten) Tanaman

Cara Menyambung (Mengenten) Tanaman
Mengenten sama artinya dengan menyambung. Tanaman yang dapat disambung adalah dua macam tanaman yang sekeluarga, misalnya terung dengan tomat, singkong biasa dengan singkong karet, atau mangga golek dengan mangga Indramayu. Cara mengenten dapat dilihat pada gambar berikut!

Dalam menyambung kedua batang tersebut perlu diperhatikan bahwa kambium pada kedua batang harus bertemu dengan tepat. Oleh karena ukuran kedua batang yang akan disambung harus diusahakan seragam.
Apakah keuntungan dari mengembangbiakkan dengan cara mengenten? Pertama, buah lebih baik karena dipilih dari batang tanaman yang buahnya baik. Kedua, dalam satu batang dapat disambung dengan beberapa macam jenis. Misalnya, penyambungan beberapa pohon jambu dengan warna buah hijau, putih, dan merah sehingga dalam satu batang pohon terdapat tiga macam warna buah.

Cara Menempel (Okulasi) Tanaman

Cara Menempel (okulasi) Tanaman
Tempel atau okulasi adalah cara membudidayakan tanaman dengan cara menempelkan tunas dari salah satu tumbuhan ke batang tumbuhan yang lain. Setiap tumbuhan itu mempunyai sifat berbeda. Tunas dan batang dapat tumbuh menjadi tanaman yang mempunyai sifat lebih baik dari tanaman induk.
Menempel umumnya dilakukan untuk menggabungkan dua sifat tanaman yang berbeda. Tanaman yang akan ditempel sebaiknya yang kuat. Kulit batang tanaman yang akan ditempel diiris berbentuk segi empat. Sebelumnya, kuncup atau mata tunas dari tanaman lain dengan sifat-sifat yang baik, misalnya pohon mangga yang buahnya lebat dan manis dipilih dan diiris. Irisan ini kemudian ditempelkan pada batang yang telah diiris segi empat lalu diikat.
Setelah kuncup yang ditempel itu bertunas, batang yang telah ditempel dipotong agar tunas dapat tumbuh lebih cepat.
Keuntungan dari menempel sama dengan mengenten. Jika kita menginginkan dalam satu batang tumbuhan mempunyai tiga atau lima macam buah maka kita dapat menempelkan tiga atau lima macam tunas tanaman. Pernahkah Anda melihat sebatang jambu yang buahnya ada lima macam warna? Ada pula pohon bugenfile yang berbunga sampai tiga macam warna, seperti merah muda, putih, dan ungu.
Untuk mengetahui bagaimana cara mengokulasi tanaman lakukanlah kegiatan sederhana berikut!
KEGIATAN
CARA MENGOKULASI TANAMAN
A.    Tujuan
    Memahami bagaimana cara mengokulasi tanaman
B.    Alat dan Bahan
    1.   semaian tanaman jambu biji, jeruk, mangga, atau rambutan,
2.   mata tunas dari tanaman sejenis,
3.   pisau atau cutter yang tajam dan bersih,
4.   tali rafia.
C.    Tata Kerja Kegiatan
1.    Siapkan semaian tanaman yang telah tumbuh dengan baik.
2.       Selanjutnya lakukan langkah-langkah okulasi seperti pada gambar berikut!

Cara Menyetek Tanaman

CARA MENYETEK TANAMAN
A.    Tujuan
    Memahami cara mengembangbiakkan tanaman dengan stek.
B.    Alat dan Bahan
1.    pisau yang tajam,
2.    batang tanaman singkong atau mawar yang memiliki mata tunas di setiap ruasnya atau tanaman lain yang dapat distek.
C.    Tata Kerja Kegiatan
1.    Potonglah batang tanaman di bagian bawah dengan menyerong seperti baji.
2.    Buanglah daun-daun yang ada untuk mengurangi penguapan.
3.    Tanamlah potongan batang di tanah yang gembur dan subur. Berilah peneduh berupa atap plastik atau daun pisang.
4.    Selanjutnya, siramlah tanaman baru ini setiap hari. Bila telah tumbuh daun, buanglah peneduh dan biarkan tanaman baru itu tumbuh.
b)   Setek daun
Perkembangbiakan dengan setek daun umumnya diterapkan pada tanaman hias, misalnya cocor bebek, begonia, dan sri rejeki (Sansevieria sp). Daun yang disetek ini harus yang cukup tua dan berwarna hijau segar. Jangan memilih daun yang berwarna kekuning-an karena daun itu telah layu. Tanah untuk menanam juga harus gembur dan lembap.
Perkembangbiakan dengan setek daun sangat sederhana. Daun cocor bebek yang disetek, misalnya, cukup diletakkan di permukaan tanah. Beberapa hari kemudian, tumbuh tunas dan akar dari lekukan-lekukan di bagian tepi daun. Tunas itu menjadi tanaman baru. Tanaman baru ini dapat dipindahkan ke tempat lain, misalnya ke dalam pot.


KEGIATAN
    MENGEMBANGBIAKKAN TUMBUHAN DENGAN CARA STEK DAUN        
A.    Tujuan
     Membuktikan bahwa beberapa jenis tumbuhan dapat dikembangbiakkan      dengan cara stek daun.
B.    Peralatan dan Bahan
    Untuk melakukan kegiatan ini, sediakanlah peralatan dan bahan:
1.    tanaman cocor bebek atau begonia atau tanaman lain yang dapat dikembangbiakan dengan stek daun,
2.    pisau yang tajam,
3.    pot berisi tanah yang subur dan gembur.
C.    Tata Kerja Kegiatan
Ikuti langkah-langkah menyetek daun berikut ini:
1.   Pilihlah daun yang segar dan sempurna (tidak sobek),
2.   Potonglah daun berikut tangkai daun,
3.       Letakkan di pot yang berisi tanah. Untuk cocor bebek, daun cukup diletakkan begitu saja. Untuk begonia, daunnya dipotong-potong berbentuk segi tiga. 
4.   Pot kemudian diletakkan di tempat teduh. Sirami tanaman setiap hari!

Sunday, 18 September 2016

CARA MENCANGKOK TANAMAN

CARA MENCANGKOK TANAMAN
A.    Tujuan Kegiatan
    Untuk memahami bagaimana cara mencangkok tanaman.
B.    Peralatan dan Bahan
1.    tanaman jambu air, jambu biji, dan mangga,
2.    pupuk kandang,
3.    tanah yang gembur,
4.    pisau atau cutter yang tajam,
5.    gergaji,
6.    pembungkus dari plastik, sabut, atau ijuk,
7.    tali raffia,
8.    kantong plastik hitam (polybag).
C.    Tata Kerja Kegiatan
1.    Pilihlah dahan (cabang batang) tanaman yang bergaris tengah kira-kira 2 cm. Panjang dahan kira-kira 100 cm dan dahan tumbuh tegak.
2.    Sayatlah kulit cabang secara melingkar sepanjang 3 - 5 cm. Kulit cabang yang disayat sebaiknya berada tepat di bawah kuncup daun.
3.    Keratlah kulit dahan itu dengan ujung pisau. Kikislah kambium yang mungkin masih melekat pada bagian kayu. Buanglah lendir yang membasahinya dengan kain atau kertas yang bersih!
4.      Keringkan bagian dahan yang telah dikupas itu dengan membiarkannya selama 2-5 hari. Perhatikan gambar berikut!
5.    Bungkuslah dahan terkelupas itu dengan plastik, ijuk, atau sabut. Ikatlah bagian bawah lembaran pembungkus kira-kira 6 cm di bawah sayatan,     seperti yang diperlihatkan pada gambar!








6.      Masukkan tanah basah yang telah dicampur pupuk kandang ke dalam pembungkus!
7.    Rapikan sampai dahan yang terkelupas itu tertutup tanah seluruhnya. Ikatlah bagian atas lembaran pembungkus!








8.      Jagalah tanah pada bagian yang dicangkok agar tetap lembap. Siramlah tanah secara teratur (pagi dan sore), terutama jika tidak hujan. Untuk menyiram tanah itu, bukalah ikatan atas sementara!
9.     Amatilah keadaan dahan yang dicangkok saat kamu menyiramnya. Kapankah akar mulai tumbuh (keluar)?
10.     Pertumbuhan akar yang sempurna membutuhkan waktu berbulan-bulan. Jika akar telah tumbuh sempurna, potonglah dahan tersebut dengan gergaji tepat di bawah pembungkus cangkokan.
11.     Jangan langsung menanam cangkokan ini di lapangan (tanah terbuka). Cangkokan itu lebih  baik disemaikan dulu. Untuk itu, isilah polybag dengan campuran tanah gembur dan pupuk kandang. Buatlah lubang pada bagian bawah polybag, kira-kira berdiameter 2 cm.
12. Tanamlah cangkokan di wadah persemaian (polybag) ini. Letakkan di tempat yang agak teduh. Waktu yang dibutuhkan untuk penyemaian kira-kira 3 bulan.
13.     Setelah itu, semaian dapat dipindahkan ke tempat yang lebih banyak mendapat cahaya Matahari..
14.     Akhirnya, hasil semaian (cangkokan) dapat ditanam di tanah terbuka, misalnya di kebun. Untuk itu, buatlah lubang di tanah sebesar ukuran semaian polybag. Tanamlah cangkokan bersama dengan tanah semaiannya
15.     Siramlah tanaman baru ini setiap hari.

CARA PERKEMBANGBIAKAN TUMBUH-TUMBUHAN


Secara umum, perkembangbiakan tumbuhan dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu secara vegetatif dan secara generatif. Apakah yang dimaksud dengan kedua cara perkembangbiakan tersebut? Untuk mengetahuinya, simaklah uraian berikut!
1.     Perkembangbiakan secara Vegetatif
Pada perkembangbiakan secara vegetatif, makhluk hidup yang baru terjadi tanpa melalui perkawinan. Perkawinan, yaitu peristiwa bertemunya sel kelamin jantan dengan sel kelamin betina. Dengan kata lain, perkembangbiakan vegetatif hanya melibatkan satu induk saja. Makhluk hidup baru atau keturunan yang dihasilkan, berasal dari bagian tubuh induknya. Karena hanya melibatkan satu induk, maka  makhluk hidup yang baru akan memiliki sifat yang sama dengan induknya.
Perkembangbiakan secara vegetatif pada tumbuhan dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu perkembangbiakan vegetatif alami dan perkembangbiakan vegetatif buatan. Pada perkembangbiakan vegetatif secara alami, makhluk hidup baru terbentuk tanpa bantuan manusia, sedangkan pada perkembangbiakan vegetatif buatan, makhluk hidup baru terbentuk dengan bantuan manusia. Marilah kita lihat, apa sajakah yang termasuk perkembangbiakan vegetatif alami pada tumbuhan.
a.       Perkembangbiakan vegetatif alami
Perkembangbiakan vegetatif secara alami antara lain dapat dilakukan dengan cara:  membelah diri; dengan spora; akar tinggal; umbi lapis; umbi batang;  umbi akar; geragih; dan tunas. Marilah, kita lihat masing-masing cara perkembangbiakan tumbuhan secara alami tersebut!
1)   Membelah diri
Perkembangbiakan dengan cara membelah diri banyak dijumpai pada tumbuhan tingkat rendah yang tubuhnya hanya terdiri dari satu sel. Salah satu tumbuhan tingkat rendah adalah ganggang hijau. Pada ganggang hijau, keturunan dihasilkan dari pembelahan sel tubuh menjadi dua. Ganggang hijau bentuknya seperti pada gambar di atas!
2)    Spora
Beberapa tumbuhan yang perkembangbiakannya dilakukan dengan spora antara lain paku, jamur, dan ganggang. Spora bentuknya menyerupai biji, tetapi ukurannya sangat kecil sehingga tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Karena ukurannya yang sangat kecil,  spora hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop. Spora dibentuk dan berada di dalam kotak spora yang disebut sporangium.
Pernahkah Anda melihat tumbuhan paku? Tumbuhan  paku  memiliki daun yang indah. Sporangium tumbuhan paku terdapat pada bagian bawah daunnya. Apabila Anda membalikkan daun tumbuhan paku, maka Anda dapat melihat kotak spora pada bagian tepi daunnya.
Seperti halnya tumbuhan paku, jamur pun berkembang biak menggunakan spora. Pada jamur tempe, sporangium terletak pada ujung hifa yang menggembung seperti dapat Anda lihat pada gambar di bawah ini!
Pada tubuh jamur terdapat bagian yang dinamakan hifa. Hifa merupakan benang-benang yang menyusun tubuh jamur. Sporangium jamur berisi banyak spora. Jika spora telah masak, maka sporangium akan pecah dan spora-spora akan berhamburan ke luar. Spora-spora yang berhamburan itu dapat langsung jatuh ke tanah atau dapat pula disebarkan ke tempat-tempat yang jauh oleh angin dan air. Jika spora jatuh di tempat yang sesuai bagi pertumbuhan, maka akan tumbuh menjadi hifa baru.  Setiap hifa akan tumbuh membentuk cabang-cabang yang dinamakan rizoid. Selanjutnya, rizoid tersebut akan melekatkan diri di tempat ia tumbuh untuk menjadi jamur baru.
Pada golongan ganggang, sporangium terdapat pada tubuh ganggang itu sendiri. Setiap spora dilengkapi bulu cambuk atau bulu getar yang berguna sebagai alat gerak dalam air. Spora ini disebut zoospora. Bila zoospora itu mendapatkan tempat yang cocok, maka zoospora akan menempel dan berkembang menjadi individu baru.
Pada golongan ganggang, sporangium terdapat pada tubuh ganggang yang bersangkutan. Pada setiap spora, dilengkapi dengan bulu cambuk atau bulu getar yang berguna sebagai alat gerak ketika berada di dalam air. Spora ini dinamakan zoospora. Bila zoospora mendapatkan tempat yang sesuai bagi pertumbuhan, maka zoospora akan menempel dan berkembang menjadi individu baru.
3)   Akar tinggal (rizoma)
Pada gambar di bawah ini, diperlihatkan beberapa contoh tumbuhan yang berkembang biak dengan akar tinggal. Perhatikanlah baik-baik!











Adakah dari satu tanaman tersebut di lingkungan sekitar Anda? Pernahkan Anda menanamnya? Jika pernah, bagaimanakah caranya?
Akar tinggal atau rizoma merupakan batang yang tertanam dan tumbuh di dalam tanah. Batang tersebut tumbuh secara mendatar dan tampak seperti akar. Akar tinggal dapat dikenali dengan melihat Ciri-cirinya. Ciri-ciri akar tinggal  adalah sebagai berikut:
(1)     Bentuknya menyerupai akar, tetapi  berbuku-buku seperti batang dan pada ujungnya terdapat kuncup,
(2)     Pada setiap buku terdapat semacam daun yang berubah menjadi sisik,
(3)     Pada setiap ketiak sisik terdapat tunas.
Jika ujung rizoma atau tunas ketiak tumbuh menjadi tumbuhan baru, maka tumbuhan tersebut tetap bergabung dengan tumbuhan induk dan membentuk rumpun. Contoh tumbuhan yang berkembang biak dengan akar tinggal, yaitu jahe, lengkuas, temu kunci, kunyit, dan rumput.
4)   Umbi lapis
Jika Anda perhatikan sebuah bawang merah, maka Anda akan melihat dengan jelas bahwa bawang merah mempunyai bentuk yang berlapis-lapis. Umbi yang berlapis-lapis dan di tengahnya tumbuh tunas dinamakan umbi lapis. Umbi lapis terdiri dari daun yang mengelilingi cakram (batang) dan membengkak di dalam tanah.








Pada permukaan atas dari setiap buku (ruas), tumbuh daun yang tebal dengan satu atau dua kuncup ketiak yang letaknya berdekatan sehingga seperti berlapis-lapis. Pada permukaan bawah dari setiap buku, tumbuh akar serabut tepat di bawah batangnya (cakram). Umbi lapis baru yang berasal dari tunas ketiak terluar akan tumbuh membentuk tunas yang disebut siung.
Tumbuhan yang berkembang biak dengan umbi lapis antara lain bawang-bawangan, seperti bawang merah, bawang bombay, bawang putih, bunga bakung, dan bunga tulip.
5)   Umbi batang
Anda tentu pernah melihat ubi jalar dan kentang. Ubi jalar dan kentang merupakan jenis umbi yang mudah dijumpai di lingkungan sekitar. Umbi pada ubi jalar dan kentang sesungguhnya merupakan batang yang tumbuh ke dalam tanah. Ujung batang tersebut menggembung membentuk umbi dan digunakan oleh tumbuhan untuk menyimpan cadangan makanan, terutama zat tepung. Jenis umbi ini disebut umbi batang.









Pada suatu lekukan di permukaan umbi batang terdapat tunas yang dinamakan mata tunas. Mata tunas dari umbi batang dapat Anda amati pada ubi jalar atau kentang dengan cara sediakanlah salah satu jenis umbi tersebut. Pilihlah yang sudah cukup tua. Taruhlah umbi itu di tempat yang lembap. Dalam waktu beberapa hari, pada lekukan di permukaan umbi akan tumbuh mata tunas. Umbi itu kemudian dipotong-potong berdasarkan mata tunas yang ada. Apabila potongan-potongan yang berisi mata tunas itu ditanam, maka masing-masing mata tunas akan tumbuh menjadi tanaman baru.
6)   Umbi akar
 Akar yang fungsinya berubah untuk menyimpan cadangan makanan dinamakan umbi akar. Umbi akar memiliki ciri-ciri: umbi tidak berbuku-buku; tidak mempunyai kuncup dan daun; dan tidak mempunyai mata tunas.

Jika umbi akar ditanam, maka akan tumbuh tunas-tunas baru dari bagian yang merupakan sisa batang. Contoh tumbuhan yang berkembang biak dengan umbi akar adalah bunga dahlia dan wortel.
 7)   Geragih
Batang yang tumbuh menjalar di atas atau di bawah permukaan tanah dinamakan geragih. Tunas pada buku-buku batang dapat tumbuh menjadi tumbuhan baru. Ujung geragih yang menyentuh tanah akan membelok ke atas. Pada bagian bawah geragih muncul akar serabut. Walaupun tetap berhubungan dengan induknya, tetapi tumbuhan baru tidak bergantung pada induknya.
Contoh tumbuhan bergeragih di atas permukaan tanah adalah pegagan, strawbery, dan semanggi, sedangkan contoh tumbuhan bergeragih di bawah permukaan tanah adalah rumput teki.







8)   Tunas
Coba Anda perhatikan pohon pisang yang terdapat di lingkungan sekitar dengan saksama. Apakah pohon pisang itu terdiri atas beberapa batang? Adakah pohon pisang kecil yang tumbuh berdekatan dengan pohon pisang besar?
Pohon pisang berkembang biak dengan menanam tunasnya yang masih muda. Di sekitar pohon pisang yang sudah besar atau baru berbunga, tumbuh tunas pohon pisang baru. Tunas pohon pisang itu ada yang berjumlah satu,   dua, dan ada pula yang lebih dari dua. Tunas-tunas itu tumbuh berdekatan dengan pohon induk (pohon pisang besar) dan membentuk rumpun. Tunas-tunas itu berasal dari pohon induk.
Tumbuhan dikatakan berkembang biak dengan tunas apabila tunas dari tumbuhan induk tumbuh menjadi tumbuhan baru. Perhatikanlah, pohon pisang  dan bambu pada gambar berikut!









Tunas pada pohon pisang dan bambu  tumbuh dari pangkal batang di dalam tanah. Tunas itu tumbuh menjadi pohon baru, tidak jauh dari pohon induk dan membentuk rumpun. Coba Anda sebutkan contoh tumbuhan lain yang berkembang biak dengan tunas!
b.       Perkembangbiakan tumbuhan secara vegetatif buatan
Perkembangbiakan vegetatif buatan pada tumbuhan adalah perkembangbiakan yang terjadi dengan bantuan manusia. Perkembangbiakan dengan cara vegetatif buatan pada tumbuhan dapat dilakukan dengan cara: mencangkok; stek; okulasi (menempel); menyambung pucuk (enten); dan merunduk.

PERBEDAAN HEWAN YANG BERTELUR DAN HEWAN YANG MELAHIRKAN

Perbedaan Hewan yang Bertelur dengan Hewan yang Melahirkan
Hewan yang berkembang biak dengan bertelur dan hewan yang berkembang biak dengan melahirkan memiliki ciri-ciri tertentu. Hewan yang berkembang biak dengan melahirkan mengalami masa mengandung. Hewan tersebut mengandung janin anaknya di dalam tubuh. Zat makanan yang diperlukan untuk perkembangan janin diperoleh dari dalam tubuh induknya. Setelah pertumbuhannya sempurna, anak tersebut akan dilahirkan.
Hewan yang berkembang biak dengan bertelur tidak mengalami masa mengandung. Hewan yang bertelur mengeluarkan telur yang berisi calon anaknya. Zat makanan yang diperlukan untuk perkembangan janin diambil dari zat di dalam telur. Bila perkembangan janin telah sempurna, telur akan menetas dan muncullah hewan muda.
Jika Anda perhatikan, ternyata hewan yang berkembang biak dengan cara bertelur umumnya tidak memiliki daun telinga. Hal ini merupakan ciri khas hewan yang bertelur. Selain itu, hewan yang berkembang biak dengan bertelur umumnya tidak memiliki kelenjar susu. Namun, ada sejenis hewan bertelur yang memiliki kelenjar susu, yaitu hewan platipus. Platipus bertelur di dalam lobang dan telur menetas dalam 12 hari. Setelah anak platipus menetas, induk platipus akan menyusui dan memeliharanya hingga dewasa.
Hewan yang berkembang biak dengan melahirkan memiliki kelenjar susu. Setelah melahirkan, hewan tersebut akan menyusui dan memelihara anaknya hingga dewasa. Selain itu, hewan yang berkembang biak dengan melahirkan, ditumbuhi rambut di sekujur tubuhnya. Rambut berguna untuk melindungi hewan dari luka dari sinar Matahari serta menjaga kestabilan suhu tubuh.
Disamping itu, hewan yang melahirkan anak selalu memiliki daun telinga






CARA PERKEMBANGBIAKAN HEWAN

Cara Perkembangbiakan Hewan
Cara perkembangbiakan hewan ada beberapa macam, yaitu membelah diri, bertelur, melahirkan, dan bertelur-melahirkan. Untuk lebih jelasnya, berikut akan dijelaskan masing-masing
a.   Membelah diri dan bertunas
Membelah diri dan bertunas merupakan cara perkembangbiakan hewan tanpa melalui proses perkawinan. Hewan yang berkembang biak dengan membelah diri, misalnya protozoa.
Hewan tingkat rendah yang termasuk jenis protozoa antara lain amoeba (amuba) dan paramecium. Kata protozoa berasal dari bahasa Yunani (protos = pertama, zoon = hewan).  Artinya, hewan tingkat rendah yang bersel satu. Ukuran protozoa sangat kecil sehingga tidak dapat dilihat tanpa menggunakan mikroskop. Protozoa hidup di tempat yang berair (basah).
Cara perkembangbiakan protozoa sangat sederhana. Sel protozoa terdiri dari dinding sel, cairan sel (sitoplasma), dan inti sel (nukleus). Pada saat membelah diri, semua bagian sel ini terbelah dua. Perhatikanlah gambar di atas!
Disamping membelah diri, ada pula hewan yang berkembang biak dengan bertunas. Hewan yang berkembang biak dengan bertunas, misalnya anemon laut dan hydra. Cara perkembangbiakan hydra juga sederhana. Sebuah tunas kecil tumbuh di bagian tubuh hydra dewasa. Tunas tersebut tumbuh menjadi hewan baru yang melekat pada induknya dan telah mulai menangkap makanannya sendiri. Selanjutnya, tunas akan lepas dari induknya dan menjadi hewan dewasa yang bebas. Untuk lebih jelasnya, bagaimana cara hewan berkembang biak dengan tunas, perhatikanlah gambar di atas!
b.   Bertelur
Jenis-jenis hewan yang berkembang biak dengan cara bertelur adalah burung, ikan, serangga, dan hewan amfibi. Cara berkembang biak dengan bertelur disebut ovipar. Ovipar berasal dari kata ovum, yang berarti telur. Burung merpati, elang, ayam, dan bebek merupakan bangsa burung. Hewan-hewan ini mengerami telurnya sampai menetas. Pernahkah Anda mengamati ayam yang sedang mengerami telurnya? Ayam mengerami telurnya selama 21 hari. Demikian pula, burung mengerami telurnya. Burung juga memberi makan dan merawat anak-anaknya sampai mereka dapat mandiri.
Selain burung, berbagai jenis ikan, serangga, dan hewan amfibi juga berkembang biak dengan cara bertelur. Pernahkah Anda melihat ikan mas atau kupu-kupu sedang mengerami telurnya? Tentunya, Anda belum pernah melihat karena telur hewan-hewan itu memang tidak perlu dierami untuk menjadi indfividu baru. Telur-telur itu akan menetas dengan sendirinya. Akan tetapi, ada juga jenis ikan dan hewan amfibi yang memelihara telurnya, misalnya ikan mujair dan beberapa jenis katak. Ikan mujair memelihara telur-telurnya di dalam mulut. Sebaliknya, telur-telur katak ada yang dipelihara oleh katak jantan. Telur-telur katak itu dibawa di punggung bagian bawah dan dipegang oleh kaki belakangnya. Ikan mujair dan katak memelihara telurnya sampai menetas.
Telur (ovum) dihasilkan oleh hewan betina. Alat kelamin betina yang menghasilkan telur disebut ovarium (indung telur). Telur-telur itu lalu dibuahi oleh sperma dari hewan jantan. Alat kelamin jantan yang menghasilkan sperma disebut testis. Sperma membuahi telur (ovum) pada saat terjadi perkawinan. Telur yang telah dibuahi akan tumbuh menjadi embrio, yaitu calon bayi. Jika telur-telur itu tidak dibuahi, maka telur tidak dapat menghasilkan calon bayi. Telur ayam yang Anda beli di warung, misalnya, tidak dibuahi oleh ayam jantan. Walaupun telur-telur itu dierami, tetapi telur-telur itu tidak akan dapat menetas. Telur-telur tersebut memang sengaja tidak dibuahi dan dihasilkan oleh ayam petelur.
Ada dua macam cara pembuahan pada telur-telur hewan, yaitu pembuahan dalam (internal) dan pembuahan luar (eksternal). Pembuahan dalam terjadi di dalam  tubuh  hewan  betina. Adapun yang mengalami pembuahan dalam, misalnya hewan jenis burung dan serangga. Ayam jantan membuahi telur pada saat telur berada di dalam tubuh ayam betina. Pada saat itu, cangkang (kulit) telur yang keras belum terbentuk. Pembuahan luar terjadi di luar tubuh hewan betina, misalnya ikan mas dan katak. Ikan mas jantan membuahi telur pada saat telur berada di luar tubuh ikan mas betina.
c.   Melahirkan Anak
Cara berkembang biak dengan melahirkan anak dinamakan vivipar. Hewan-hewan yang melahirkan anak antara lain anjing, kucing, sapi, kijang, dan harimau. Hewan-hewan tersebut hidup di darat. Apakah hanya hewan darat saja yang melahirkan? Ada juga hewan air yang berkembang biak dengan melahirkan, misalnya pesut, lumba-lumba, dan paus. Pesut, lumba-lumba, dan paus tidak termasuk golongan ikan. Selain itu, pesut, lumba-lumba, dan paus bernapas dengan paru-paru.
Hewan yang melahirkan juga menghasilkan telur. Akan tetapi, telur tersebut tidak dikeluarkan dari tubuh hewan betina. Telur itu juga tidak dibungkus oleh cangkang (kulit telur yang keras). Selanjutnya, telur tersebut dibuahi oleh sperma hewan jantan di dalam rahim (uterus) saat terjadi perkawinan. Rahim terdapat di dalam tubuh hewan betina. Sperma dihasilkan dalam tubuh hewan jantan. Telur yang telah dibuahi akan tumbuh menjadi calon bayi. Calon bayi mengalami pertumbuhan selama berada di dalam rahim. Selama itu, hewan betina menjalani masa bunting (hamil). Lamanya masa bunting setiap jenis hewan berbeda-beda. Lama masa bunting kucing, yaitu sembilan minggu. Tahukah Anda lama masa bunting kambing atau kuda?
Setelah pertumbuhan calon bayi di dalam rahim sempurna, maka bayi hewan itu dilahirkan. Hewan yang baru dilahirkan keadaannya masih lemah. Oleh karena itu, induk hewan merawat anaknya dengan sangat baik. Bayi hewan tersebut diberi makan dengan cara disusui. Hewan yang menyusui anaknya disebut  mamalia (mamae = kelenjar susu). Hewan mamalia yang hidup di darat disebut mamalia darat. Hewan mamalia yang hidup di air disebut mamalia air. Lumba-lumba, singa laut, pesut, dan paus merupakan contoh mamalia air.
d.   Bertelur-melahirkan
Cara berkembang biak dengan bertelur- melahirkan dinamakan ovovivipar. Jenis hewan yang berkembang biak dengan cara seperti ini, yaitu reptil, seperti  ular dan kadal.
Tentu Anda sedikit bingung memahami istilah bertelur-melahirkan. Cara bertelur-melahirkan yaitu perpaduan antara cara bertelur dan cara melahirkan. Seperti hewan yang bertelur, hewan betina yang ovovivipar juga mengeluarkan telur dari tubuhnya. Akan tetapi, telur yang dikeluarkan itu telah tumbuh menjadi calon bayi. Calon bayi tumbuh hampir sempurna. Jadi, saat telur dikeluarkan dari tubuh hewan betina, saat itu juga calon bayi dilahirkan.