Cara Perkembangbiakan Hewan
Cara perkembangbiakan hewan ada beberapa macam, yaitu membelah diri, bertelur, melahirkan, dan bertelur-melahirkan. Untuk lebih jelasnya, berikut akan dijelaskan masing-masing
a. Membelah diri dan bertunas
Membelah diri dan bertunas merupakan cara perkembangbiakan hewan tanpa melalui proses perkawinan. Hewan yang berkembang biak dengan membelah diri, misalnya protozoa.
Hewan tingkat rendah yang termasuk jenis protozoa antara lain amoeba (amuba) dan paramecium. Kata protozoa berasal dari bahasa Yunani (protos = pertama, zoon = hewan). Artinya, hewan tingkat rendah yang bersel satu. Ukuran protozoa sangat kecil sehingga tidak dapat dilihat tanpa menggunakan mikroskop. Protozoa hidup di tempat yang berair (basah).
Cara perkembangbiakan protozoa sangat sederhana. Sel protozoa terdiri dari dinding sel, cairan sel (sitoplasma), dan inti sel (nukleus). Pada saat membelah diri, semua bagian sel ini terbelah dua. Perhatikanlah gambar di atas!
Disamping membelah diri, ada pula hewan yang berkembang biak dengan bertunas. Hewan yang berkembang biak dengan bertunas, misalnya anemon laut dan hydra. Cara perkembangbiakan hydra juga sederhana. Sebuah tunas kecil tumbuh di bagian tubuh hydra dewasa. Tunas tersebut tumbuh menjadi hewan baru yang melekat pada induknya dan telah mulai menangkap makanannya sendiri. Selanjutnya, tunas akan lepas dari induknya dan menjadi hewan dewasa yang bebas. Untuk lebih jelasnya, bagaimana cara hewan berkembang biak dengan tunas, perhatikanlah gambar di atas!
b. Bertelur
Jenis-jenis hewan yang berkembang biak dengan cara bertelur adalah burung, ikan, serangga, dan hewan amfibi. Cara berkembang biak dengan bertelur disebut ovipar. Ovipar berasal dari kata ovum, yang berarti telur. Burung merpati, elang, ayam, dan bebek merupakan bangsa burung. Hewan-hewan ini mengerami telurnya sampai menetas. Pernahkah Anda mengamati ayam yang sedang mengerami telurnya? Ayam mengerami telurnya selama 21 hari. Demikian pula, burung mengerami telurnya. Burung juga memberi makan dan merawat anak-anaknya sampai mereka dapat mandiri.
Selain burung, berbagai jenis ikan, serangga, dan hewan amfibi juga berkembang biak dengan cara bertelur. Pernahkah Anda melihat ikan mas atau kupu-kupu sedang mengerami telurnya? Tentunya, Anda belum pernah melihat karena telur hewan-hewan itu memang tidak perlu dierami untuk menjadi indfividu baru. Telur-telur itu akan menetas dengan sendirinya. Akan tetapi, ada juga jenis ikan dan hewan amfibi yang memelihara telurnya, misalnya ikan mujair dan beberapa jenis katak. Ikan mujair memelihara telur-telurnya di dalam mulut. Sebaliknya, telur-telur katak ada yang dipelihara oleh katak jantan. Telur-telur katak itu dibawa di punggung bagian bawah dan dipegang oleh kaki belakangnya. Ikan mujair dan katak memelihara telurnya sampai menetas.
Telur (ovum) dihasilkan oleh hewan betina. Alat kelamin betina yang menghasilkan telur disebut ovarium (indung telur). Telur-telur itu lalu dibuahi oleh sperma dari hewan jantan. Alat kelamin jantan yang menghasilkan sperma disebut testis. Sperma membuahi telur (ovum) pada saat terjadi perkawinan. Telur yang telah dibuahi akan tumbuh menjadi embrio, yaitu calon bayi. Jika telur-telur itu tidak dibuahi, maka telur tidak dapat menghasilkan calon bayi. Telur ayam yang Anda beli di warung, misalnya, tidak dibuahi oleh ayam jantan. Walaupun telur-telur itu dierami, tetapi telur-telur itu tidak akan dapat menetas. Telur-telur tersebut memang sengaja tidak dibuahi dan dihasilkan oleh ayam petelur.
Ada dua macam cara pembuahan pada telur-telur hewan, yaitu pembuahan dalam (internal) dan pembuahan luar (eksternal). Pembuahan dalam terjadi di dalam tubuh hewan betina. Adapun yang mengalami pembuahan dalam, misalnya hewan jenis burung dan serangga. Ayam jantan membuahi telur pada saat telur berada di dalam tubuh ayam betina. Pada saat itu, cangkang (kulit) telur yang keras belum terbentuk. Pembuahan luar terjadi di luar tubuh hewan betina, misalnya ikan mas dan katak. Ikan mas jantan membuahi telur pada saat telur berada di luar tubuh ikan mas betina.
c. Melahirkan Anak
Cara berkembang biak dengan melahirkan anak dinamakan vivipar. Hewan-hewan yang melahirkan anak antara lain anjing, kucing, sapi, kijang, dan harimau. Hewan-hewan tersebut hidup di darat. Apakah hanya hewan darat saja yang melahirkan? Ada juga hewan air yang berkembang biak dengan melahirkan, misalnya pesut, lumba-lumba, dan paus. Pesut, lumba-lumba, dan paus tidak termasuk golongan ikan. Selain itu, pesut, lumba-lumba, dan paus bernapas dengan paru-paru.
Hewan yang melahirkan juga menghasilkan telur. Akan tetapi, telur tersebut tidak dikeluarkan dari tubuh hewan betina. Telur itu juga tidak dibungkus oleh cangkang (kulit telur yang keras). Selanjutnya, telur tersebut dibuahi oleh sperma hewan jantan di dalam rahim (uterus) saat terjadi perkawinan. Rahim terdapat di dalam tubuh hewan betina. Sperma dihasilkan dalam tubuh hewan jantan. Telur yang telah dibuahi akan tumbuh menjadi calon bayi. Calon bayi mengalami pertumbuhan selama berada di dalam rahim. Selama itu, hewan betina menjalani masa bunting (hamil). Lamanya masa bunting setiap jenis hewan berbeda-beda. Lama masa bunting kucing, yaitu sembilan minggu. Tahukah Anda lama masa bunting kambing atau kuda?
Setelah pertumbuhan calon bayi di dalam rahim sempurna, maka bayi hewan itu dilahirkan. Hewan yang baru dilahirkan keadaannya masih lemah. Oleh karena itu, induk hewan merawat anaknya dengan sangat baik. Bayi hewan tersebut diberi makan dengan cara disusui. Hewan yang menyusui anaknya disebut mamalia (mamae = kelenjar susu). Hewan mamalia yang hidup di darat disebut mamalia darat. Hewan mamalia yang hidup di air disebut mamalia air. Lumba-lumba, singa laut, pesut, dan paus merupakan contoh mamalia air.
d. Bertelur-melahirkan
Cara berkembang biak dengan bertelur- melahirkan dinamakan ovovivipar. Jenis hewan yang berkembang biak dengan cara seperti ini, yaitu reptil, seperti ular dan kadal.
Tentu Anda sedikit bingung memahami istilah bertelur-melahirkan. Cara bertelur-melahirkan yaitu perpaduan antara cara bertelur dan cara melahirkan. Seperti hewan yang bertelur, hewan betina yang ovovivipar juga mengeluarkan telur dari tubuhnya. Akan tetapi, telur yang dikeluarkan itu telah tumbuh menjadi calon bayi. Calon bayi tumbuh hampir sempurna. Jadi, saat telur dikeluarkan dari tubuh hewan betina, saat itu juga calon bayi dilahirkan.
No comments:
Post a Comment