Sunday, 18 September 2016

CIRI KHUSUS TUMBUHAN

Pada kegiatan belajar kali ini , marilah kita lihat ciri khusus yang ditemukan pada beberapa jenis tumbuhan. Adakah ciri khusus itu berkaitan dengan tempat hidupnya? Untuk itu, ikutilah uraian berikut dengan saksama!
1.     Ciri Khusus pada Teratai
Seperti pernah Anda ketahui di kegiatan belajar buku jilid 5, teratai merupakan tumbuhan yang hidup di air. Daun teratai umumnya berbentuk bulat. Ada jenis teratai yang diameter daunnya mencapai 1 sampai 2 meter. Daun yang lebar itu bukan tidak ada maksudnya, tetapi untuk memudahkan penguapan air serta fotosintesis tanaman tersebut.
Jika Anda perhatikan, tanaman teratai selalu tumbuh di dasar air. Tangkai daunnya cenderung tumbuh menjalar sehingga helai daun selalu terlihat mengapung. Tangkai bunga cenderung tumbuh tegak sehingga bunga-bunga teratai dapat muncul dan menyembul keluar dari permukaan air. Akar tanaman teratai terletak di dalam air.
Tahukah Anda, bagaimana cara batang dan akar teratai bernapas sedangkan akar dan batangnya berada di dalam air? Jika batang atau akar teratai Anda belah secara melintang, maka akan tampak lubang-lubang atau rongga-rongga udara. Rongga-rongga udara ini berfungsi untuk membawa oksigen ke batang dan akar. Dengan demikian, walaupun batang dan akar ada di dalam air, tumbuhan ini tetap dapat bernapas
2.     Ciri Khusus pada Tumbuhan Kaktus
Tumbuhan kaktus biasa tumbuh di daerah padang pasir yang panas dan kering. Di daerah padang pasir, dalam sehari bisa turun hujan dengan jumlah yang banyak sekali. Namun, diikuti dengan musim kering yang panjang. Bagaimana cara tumbuhan kaktus mempertahakan hidupnya di lingkungan seperti itu?
Ketika hujan turun, ternyata kaktus memiliki kemampuan untuk menyerap air sebanyak mungkin. Kaktus mempunyai satu akar yang lurus dan panjang masuk jauh ke dalam tanah dan akar-akar samping yang banyak menyebar. Akar-akar ini mengisap air hujan sebelum air itu menguap. Kemudian, air yang telah terisap disimpan di dalam batangnya yang gemuk. Batang kaktus dilindungi kulit yang tebal untuk mengurangi kehilangan air karena penguapan. Setelah hujan turun, batang kaktus membengkak. Di musim kering, perlahan-lahan batang kaktus mengerut kembali tanda airnya telah terpakai. Kandungan air dalam batang kaktus dapat mencukupi kebutuhan kaktus selama dua tahun.
Daun-daun kaktus sebenarnya adalah duri-duri pada batang kaktus. Duri-duri ini mempunyai permukaan yang kecil sehingga mengurangi kehilangan air karena penguapan. Selain itu, duri juga melindungi kaktus dari hewan-hewan yang ingin merusak lapisan tahan airnya.
3.     Ciri Khusus pada Tumbuhan Rafflesia
Anda tentu pernah mendengar nama tumbuhan bunga bangkai. Bunga Bangkai nama lainnya adalah Rafflesia. Tumbuhan Rafflesia tidak memiliki klorofil sehingga untuk mendapatkan makanannya, tumbuhan ini hidup sebagai parasit pada akar tumbuhan yang menjalar di hutan hujan-tropis Asia Tenggara. Salah satunya terdapat di hutan Bengkulu.
Batang tumbuhan Rafflesia terdiri dari jaringan benang halus yang tumbuh di dalam jaringan tumbuhan inangnya. Tumbuhan ini baru terlihat ketika kuncup bunganya menembus tumbuhan inangnya. Lama-lama, bunga ini tumbuh membesar.
Rafflesia adalah bunga terbesar di dunia. Garis tengahnya sekitar satu meter. Bunga ini mengeluarkan bau seperti daging busuk (bangkai). Tahukah Anda bau busuk seperti apa yang dikeluarkan tumbuhan tersebut?
Tumbuhan Rafflesia berkembang biak melalui penyerbukan yang dibantu oleh serangga (lalat) sehingga untuk menarik perhatian lalat agar datang, bunga ini mengeluarkan bau busuk. Selain itu, untuk memandu lalat yang datang, bunga ini memiliki bagian yang dapat memantulkan cahaya.
4.     Ciri Khusus pada Tumbuhan Kantung Semar
Tumbuhan kantung semar seringkali ditemukan tumbuh di rawa-rawa. Kandungan nitrogen di rawa-rawa sangat sedikit sehingga tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan tumbuhan ini. Untuk memenuhi kebutuhan akan nitrogen, tumbuhan kantung semar bergantung pada serangga sebagai  makanannya. Serangga mengandung banyak nitrogen. Tahukah Anda bagaimana cara kantung semar menangkap makanannya yang berupa serangga?

 Perhatikan di atas, tampak daun kantung semar berbentuk seperti piala. Dinding dalam piala mengeluarkan nektar (cairan manis bahan pembuat madu) untuk memikat serangga. Serangga yang terpikat oleh nektar tersebut akan hinggap pada dinding piala yang licin dan jatuh ke dalam cairan di dalam daun. Cairan daun inilah yang melarutkan serangga. Kemudian, daun akan menyerap nitrogen dari serangga tersebut.

No comments:

Post a Comment