pengetahuan alam, sains, biologi, fisika, kimia,tumbuhan, hewan, laboratorium, sd,smp,sma,perguruan tinggi,
Sunday, 18 September 2016
CARA PERKEMBANGBIAKAN TUMBUH-TUMBUHAN
Secara umum, perkembangbiakan tumbuhan dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu secara vegetatif dan secara generatif. Apakah yang dimaksud dengan kedua cara perkembangbiakan tersebut? Untuk mengetahuinya, simaklah uraian berikut!
1. Perkembangbiakan secara Vegetatif
Pada perkembangbiakan secara vegetatif, makhluk hidup yang baru terjadi tanpa melalui perkawinan. Perkawinan, yaitu peristiwa bertemunya sel kelamin jantan dengan sel kelamin betina. Dengan kata lain, perkembangbiakan vegetatif hanya melibatkan satu induk saja. Makhluk hidup baru atau keturunan yang dihasilkan, berasal dari bagian tubuh induknya. Karena hanya melibatkan satu induk, maka makhluk hidup yang baru akan memiliki sifat yang sama dengan induknya.
Perkembangbiakan secara vegetatif pada tumbuhan dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu perkembangbiakan vegetatif alami dan perkembangbiakan vegetatif buatan. Pada perkembangbiakan vegetatif secara alami, makhluk hidup baru terbentuk tanpa bantuan manusia, sedangkan pada perkembangbiakan vegetatif buatan, makhluk hidup baru terbentuk dengan bantuan manusia. Marilah kita lihat, apa sajakah yang termasuk perkembangbiakan vegetatif alami pada tumbuhan.
a. Perkembangbiakan vegetatif alami
Perkembangbiakan vegetatif secara alami antara lain dapat dilakukan dengan cara: membelah diri; dengan spora; akar tinggal; umbi lapis; umbi batang; umbi akar; geragih; dan tunas. Marilah, kita lihat masing-masing cara perkembangbiakan tumbuhan secara alami tersebut!
1) Membelah diri
Perkembangbiakan dengan cara membelah diri banyak dijumpai pada tumbuhan tingkat rendah yang tubuhnya hanya terdiri dari satu sel. Salah satu tumbuhan tingkat rendah adalah ganggang hijau. Pada ganggang hijau, keturunan dihasilkan dari pembelahan sel tubuh menjadi dua. Ganggang hijau bentuknya seperti pada gambar di atas!
2) Spora
Beberapa tumbuhan yang perkembangbiakannya dilakukan dengan spora antara lain paku, jamur, dan ganggang. Spora bentuknya menyerupai biji, tetapi ukurannya sangat kecil sehingga tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Karena ukurannya yang sangat kecil, spora hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop. Spora dibentuk dan berada di dalam kotak spora yang disebut sporangium.
Pernahkah Anda melihat tumbuhan paku? Tumbuhan paku memiliki daun yang indah. Sporangium tumbuhan paku terdapat pada bagian bawah daunnya. Apabila Anda membalikkan daun tumbuhan paku, maka Anda dapat melihat kotak spora pada bagian tepi daunnya.
Seperti halnya tumbuhan paku, jamur pun berkembang biak menggunakan spora. Pada jamur tempe, sporangium terletak pada ujung hifa yang menggembung seperti dapat Anda lihat pada gambar di bawah ini!
Pada tubuh jamur terdapat bagian yang dinamakan hifa. Hifa merupakan benang-benang yang menyusun tubuh jamur. Sporangium jamur berisi banyak spora. Jika spora telah masak, maka sporangium akan pecah dan spora-spora akan berhamburan ke luar. Spora-spora yang berhamburan itu dapat langsung jatuh ke tanah atau dapat pula disebarkan ke tempat-tempat yang jauh oleh angin dan air. Jika spora jatuh di tempat yang sesuai bagi pertumbuhan, maka akan tumbuh menjadi hifa baru. Setiap hifa akan tumbuh membentuk cabang-cabang yang dinamakan rizoid. Selanjutnya, rizoid tersebut akan melekatkan diri di tempat ia tumbuh untuk menjadi jamur baru.
Pada golongan ganggang, sporangium terdapat pada tubuh ganggang itu sendiri. Setiap spora dilengkapi bulu cambuk atau bulu getar yang berguna sebagai alat gerak dalam air. Spora ini disebut zoospora. Bila zoospora itu mendapatkan tempat yang cocok, maka zoospora akan menempel dan berkembang menjadi individu baru.
Pada golongan ganggang, sporangium terdapat pada tubuh ganggang yang bersangkutan. Pada setiap spora, dilengkapi dengan bulu cambuk atau bulu getar yang berguna sebagai alat gerak ketika berada di dalam air. Spora ini dinamakan zoospora. Bila zoospora mendapatkan tempat yang sesuai bagi pertumbuhan, maka zoospora akan menempel dan berkembang menjadi individu baru.
3) Akar tinggal (rizoma)
Pada gambar di bawah ini, diperlihatkan beberapa contoh tumbuhan yang berkembang biak dengan akar tinggal. Perhatikanlah baik-baik!
Adakah dari satu tanaman tersebut di lingkungan sekitar Anda? Pernahkan Anda menanamnya? Jika pernah, bagaimanakah caranya?
Akar tinggal atau rizoma merupakan batang yang tertanam dan tumbuh di dalam tanah. Batang tersebut tumbuh secara mendatar dan tampak seperti akar. Akar tinggal dapat dikenali dengan melihat Ciri-cirinya. Ciri-ciri akar tinggal adalah sebagai berikut:
(1) Bentuknya menyerupai akar, tetapi berbuku-buku seperti batang dan pada ujungnya terdapat kuncup,
(2) Pada setiap buku terdapat semacam daun yang berubah menjadi sisik,
(3) Pada setiap ketiak sisik terdapat tunas.
Jika ujung rizoma atau tunas ketiak tumbuh menjadi tumbuhan baru, maka tumbuhan tersebut tetap bergabung dengan tumbuhan induk dan membentuk rumpun. Contoh tumbuhan yang berkembang biak dengan akar tinggal, yaitu jahe, lengkuas, temu kunci, kunyit, dan rumput.
4) Umbi lapis
Jika Anda perhatikan sebuah bawang merah, maka Anda akan melihat dengan jelas bahwa bawang merah mempunyai bentuk yang berlapis-lapis. Umbi yang berlapis-lapis dan di tengahnya tumbuh tunas dinamakan umbi lapis. Umbi lapis terdiri dari daun yang mengelilingi cakram (batang) dan membengkak di dalam tanah.
Pada permukaan atas dari setiap buku (ruas), tumbuh daun yang tebal dengan satu atau dua kuncup ketiak yang letaknya berdekatan sehingga seperti berlapis-lapis. Pada permukaan bawah dari setiap buku, tumbuh akar serabut tepat di bawah batangnya (cakram). Umbi lapis baru yang berasal dari tunas ketiak terluar akan tumbuh membentuk tunas yang disebut siung.
Tumbuhan yang berkembang biak dengan umbi lapis antara lain bawang-bawangan, seperti bawang merah, bawang bombay, bawang putih, bunga bakung, dan bunga tulip.
5) Umbi batang
Anda tentu pernah melihat ubi jalar dan kentang. Ubi jalar dan kentang merupakan jenis umbi yang mudah dijumpai di lingkungan sekitar. Umbi pada ubi jalar dan kentang sesungguhnya merupakan batang yang tumbuh ke dalam tanah. Ujung batang tersebut menggembung membentuk umbi dan digunakan oleh tumbuhan untuk menyimpan cadangan makanan, terutama zat tepung. Jenis umbi ini disebut umbi batang.
Pada suatu lekukan di permukaan umbi batang terdapat tunas yang dinamakan mata tunas. Mata tunas dari umbi batang dapat Anda amati pada ubi jalar atau kentang dengan cara sediakanlah salah satu jenis umbi tersebut. Pilihlah yang sudah cukup tua. Taruhlah umbi itu di tempat yang lembap. Dalam waktu beberapa hari, pada lekukan di permukaan umbi akan tumbuh mata tunas. Umbi itu kemudian dipotong-potong berdasarkan mata tunas yang ada. Apabila potongan-potongan yang berisi mata tunas itu ditanam, maka masing-masing mata tunas akan tumbuh menjadi tanaman baru.
6) Umbi akar
Akar yang fungsinya berubah untuk menyimpan cadangan makanan dinamakan umbi akar. Umbi akar memiliki ciri-ciri: umbi tidak berbuku-buku; tidak mempunyai kuncup dan daun; dan tidak mempunyai mata tunas.
Jika umbi akar ditanam, maka akan tumbuh tunas-tunas baru dari bagian yang merupakan sisa batang. Contoh tumbuhan yang berkembang biak dengan umbi akar adalah bunga dahlia dan wortel.
7) Geragih
Batang yang tumbuh menjalar di atas atau di bawah permukaan tanah dinamakan geragih. Tunas pada buku-buku batang dapat tumbuh menjadi tumbuhan baru. Ujung geragih yang menyentuh tanah akan membelok ke atas. Pada bagian bawah geragih muncul akar serabut. Walaupun tetap berhubungan dengan induknya, tetapi tumbuhan baru tidak bergantung pada induknya.
Contoh tumbuhan bergeragih di atas permukaan tanah adalah pegagan, strawbery, dan semanggi, sedangkan contoh tumbuhan bergeragih di bawah permukaan tanah adalah rumput teki.
8) Tunas
Coba Anda perhatikan pohon pisang yang terdapat di lingkungan sekitar dengan saksama. Apakah pohon pisang itu terdiri atas beberapa batang? Adakah pohon pisang kecil yang tumbuh berdekatan dengan pohon pisang besar?
Pohon pisang berkembang biak dengan menanam tunasnya yang masih muda. Di sekitar pohon pisang yang sudah besar atau baru berbunga, tumbuh tunas pohon pisang baru. Tunas pohon pisang itu ada yang berjumlah satu, dua, dan ada pula yang lebih dari dua. Tunas-tunas itu tumbuh berdekatan dengan pohon induk (pohon pisang besar) dan membentuk rumpun. Tunas-tunas itu berasal dari pohon induk.
Tumbuhan dikatakan berkembang biak dengan tunas apabila tunas dari tumbuhan induk tumbuh menjadi tumbuhan baru. Perhatikanlah, pohon pisang dan bambu pada gambar berikut!
Tunas pada pohon pisang dan bambu tumbuh dari pangkal batang di dalam tanah. Tunas itu tumbuh menjadi pohon baru, tidak jauh dari pohon induk dan membentuk rumpun. Coba Anda sebutkan contoh tumbuhan lain yang berkembang biak dengan tunas!
b. Perkembangbiakan tumbuhan secara vegetatif buatan
Perkembangbiakan vegetatif buatan pada tumbuhan adalah perkembangbiakan yang terjadi dengan bantuan manusia. Perkembangbiakan dengan cara vegetatif buatan pada tumbuhan dapat dilakukan dengan cara: mencangkok; stek; okulasi (menempel); menyambung pucuk (enten); dan merunduk.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment