Monday, 22 August 2016

Peralatan Pelindung Diri di Laboratorium/Bengkel Kerja

Alat Pelindung Diri
Menurut hirarki upaya pengendalian diri (controling), alat pelindung diri sesungguhnya merupakan hirarki terakhir dalam melindungi keselamatan dan kesehatan tenaga kerja dari potensi bahaya yang kemungkinan terjadi pada saat melakukan pekerjaan, setelah pengendalian teknik dan administratif tidak mungkin lagi diterapkan. Ada beberapa jenis alat pelindung diri yang mutlak digunakan oleh tenaga kerja pada waktu melakukan pekerjaan dan saat menghadapi potensi bahaya karena pekerjaanya, antara lain seperti topi keselamatan, safety shoes, sarung tangan, pelindung pernafasan, pakaian pelindung, dan sabuk keselamatan. Jenis alat pelindung diri yang digunakan harus sesuai dengan potensi bahaya yang dihadapi serta sesuai denga bagian tubuh yang perlu dilindungi.
Sebagaimana tercantum dalam undang-undang No. 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja, pasal 12 mengatur mengenai hak dan kewajiban tenaga kerja untuk mamakai alat pelindung diri. Pada pasal 14 menyebutkan bahwa pengusaha wajib menyediakan secara cuma-cuma sesuai alat pelindung diri yang diwajibkan pada tenaga kerja yang berada di bawah pimpinannya dan menyediakan bagi setiap orang lain yang memasuki tempat kerja tersebut, disertai dengan petunjuk yag diperlukan.
Potensi bahaya yang kemugkinan terjadi di tempat kerja, dan yang bisa dikendalikan dengan alat pelindung diri adalah:
a.     Terjatuh, terpeleset, kejatuhan benda, terantuk.
b.     Terpapar sinar dan gelombang elektromaknetik.
c.     Kontak dengan bahan kimia baik padat maupun cair.
d.     Terpapar kebisingan dan getaran.
e.     Terhirup gas, uap, debu, mist, fume, partikel cair.
f.     Kemasukan benda asing, kaki tertusuk, terinjak benda tajam.
Bagian badan yang perlu dilindungi adalah kepala, alat pernafasan, alat pendengaran, alat penglihatan, kulit, kaki maupun tubuh pada umumnya.

a.     Alat Pelindung Mata (kaca mata pengaman) dan Muka
1.     Fungsi
Fungsi kaca mata pengaman adalah untuk melindungi mata dari:
a.     Percikan bahan bahan korosif.
b.     Kemasukan debu atau partikel-partikel yang melayang di udara.
c.     Lemparan benda-benda kecil.
d.     Panas dan pancaran cahaya
e.     Pancaran gas atau uap kimia yang dapat menyebabkan iritasi mata.
f.     Radiasi gelombang elekromaknetik yang mengion maupun yang tidak mengion
g.     Benturan atau pukulan benda keras atau benda tajam.
2.     Jenis
Menurut jenis atau bentuknya alat pelindung mata dibedakan menjadi:
a.     Kaca mata
Kacamata pelindung digunakan pada saat menggerinda logam/akrilik. Kacamata pelindung digunakan pada saat melakukan pengecoran logam.
Alat pelindung mata mempunyai ketentuan sebagai berikut:
1)     Tahan terhadap api.
2)     Tahan terhadap lemparan atau percikan benda kecil.
3)     Lensa tidak boleh mempunyai efek destorsi.
4)     Mampu menahan radiasi gelombang elektromagnetik pada panjang gelombang
tertentu.
Cara pemakaiannya adalah sebagai berikut. Pilihan kaca mata yang sesuai, small, medium, atau large.  Buka tangkai kaca mata lekatkan bagian tengah kacamata pada punggung hidung. Tempelkan lensa kaca mata.  Kaitkan tangkai kaca mata pada daun telinga. Usahakan agar mata dan sekitar betul-betul tertutup oleh kacamata.
b.     Tameng muka
Pelindung muka yang digunakan pada saat polishing akrilik. Alat pelindung muka mempunyai ketentuan sebagai berikut:
1)    Tahan api
2)    Terbuat dari bahan gelas atau gelas yang dicampur dengan laminasi alumunium, yang bila pecah tidak menimbulkan bagian-bagian yang tajam.
 Plastik, dengan bahan dasar selulosa asetat, akrilik, policarbonat atau alil diglikol karbonat. Penutup muka yang benar adalah yang dapat dikenakan tanpa dipegang dengan tangan pekerja. Biasanya penutup muka ini dirancang menjadi satu dengan topi pengaman atau penutup rambut.  Pilih ukuran penutup muka, sesuai dengan besarnya" lingkar kepala (kecil/small,sedang/medium,atau besar/large).
 Periksa bagian luar dan dalam penutup muka, apakah sesuai dengan spesifikasinya, apakah tudung dalam keadaaan baik, tidak rusak dan bersih. Kendorkan klep pengatur untuk mempererat kedudukan topi pengaman tudung atau penutup rambut.
 Pakai topi pengaman (tudung atau penutup rambut), eratkan di kepala sehingga terasa pas dengan cara mengatur klep pengatur. Atur posisi penutup muka sehingga menutupi seluruh permukaan wajah.  Kencangkan kembali klep pengatur.
B.     Pelindung pendengaran
1.     Fungsi
Untuk melindungi alat pendengaran (telinga) akibat kebisingan, dan melindungi telinga dari percikan api atau logam-logam yang panas.
2.     Jenis
Secara umum pelindungi telinga 2 (dua) jenis, yaitu:
a.     Sumbat telinga, yaitu alat pelindung telinga yang cara penggunaannya dimasukkan pada liang telinga
b.     Tutup telinga atau ear muff, yaitu alat pelindung telinga yang penggunaanya
ditutupkan pada seluruh daun telinga.
3.     Spesifikasi
a.    Sumbat Telinga
 Sumbatan telinga yang baik adalah yang bisa menahan atau mengabsorbsi bunyi atau suara dengan frekuensi tertentu saja, sedangkan bunyi atau suara dengan frekwensi untuk pembicaraan (komunikasi) tetap tidak terganggu. Biasanya terbuat dari karet, plastik, lilin, atau kapas.  Harus bisa mereduksi suara frekwensi tinggi (4000 dba) yang masuk lubang telinga, minimal sebesar x-85 dba, dimana x adalah intensitas suara atau kebisingan di tempat kerja yang diterima oleh tanaga kerja.
b.     Penutup Telinga
 Terdiri dari sepasang (2 buah, kiri dan kanan) cawan atau cup, dan sebuah sabuk kepala (head band)  Cawan atau cup berisi cairan atau busa ( foam) yang berfungsi untuk menyerap suara yang frekwensinya tinggi
 Pada umumnya  tutup telinga bisa meriduksi suara frekwensi 2800-4000 hz sebesar 35-45 dba Tutup teling harus mereduksi suara yang masuk ke lubang telinga minimal sebesar x- 85 dba, dimana x adalah intensitas suara atau kebisingan di tempat kerja yang diterima oleh tenaga kerja.
4.     Cara Pemakaian
a.     Sumbat Telinga
 Pilih  ear plug yang terbuat dari bahan yang bisa menyesuaikan dengan bentuk telinga. Biasanya terbuat dari karet atau plastik lunak.  Pilih bentuk dan ukuran yang sesuai dengan bentuk dan ukuran dari seluruh  telinga si pemakai.  Cek sumbat telinga, apakah secara fisik dalam keadaan baik (tidak rusak) dan  bersih.
 Tarik daun telinga ke belakang, kemudian masukkan sumbat telinga ke dalam lubang telinga hingga benar-benar menutup semua lubang telinga. Gerak-gerakkan kepala ke atas, ke bawah, ke samping, ke kiri dan ke samping kanan, buka dan tutup mulut, untuk memastikan bahwa sumbat telinga terpakai secara sempurna.
b.     Penutup Telinga
 Pilih penutup telinga yang ukurannya sesuai dengan diameter/lebar daun telinga.  Pastikan bahwa posisi cawan atau mangkuk penutup benar benar melingkupi daun telinga, baik kiri maupun kanan. Bola belum pas (masih ada bagian yang terbuka), sesuaikan dengan pengatur panjang dan pendeknya pengikat kepala (head band). Gerak-gerakkan kepala, ke atas, ke bawah, ke samping kiri dan ke samping kanan, buka dan tutup mulut untuk memastikan bahwa sumbat telinga terpakai secara sempurna.
5.     Pemeliharaan
a.     Sumbat telinga yang telah di selesai digunakan dibersihkan dengan kain lap yang
    bersih, basah dan hangat.
b.     Kemudian keringkan dengan kain lap yang bersih dan kering.
c.     Setelah bersih dan kering simpan alam kotaknya.
d.     Simpan kotak tersebut di atas di almari atau tempat penyimpanan yang lain.
e.     Penutup telinga yang telah selesai digunakan dibersihkan dengan cara diseka dengan kain lap yang bersih.
f.     Setelah bersih simpan kembali di dalam kotaknya.
g.     Simpan kotak di almari atau tempat penyimpanan yang lain.

C.     Pelindung Pernafasan
1.     Fungsi
Alat pelindung pernafasan berfungsi memeberikan perlindungan organ pernafasan akibat pencemaran udara oleh faktor kimia seperti debu, uap, gas, fume, asap, mist, kabut, kekurangan oksigen, dan sebagainya.
2.     Jenis
Berdasarkan fungsinya, dibedakan menjadi :
a.     Respirator yang berfungsi memurnikan udara
Respirator-Disposible paper mask untuk melindungi dari pajanan debu yang tidak toksik/kadar toksisitasnya rendah, digunakan pada saat prosesing akrilik, mixing bahan tanam, menggerinda logam/akrilik
b.     Respirator yang berfungsi memasok oksigen atau udara (air supplying respirator).
3.    Spesifikasi
a.     Respirator Yang Memurnikan Udara.
Respirator jenis ini dipakai bila pekerja terpajan bahan pencemar di udara (debu, gas, uap, fume, mist, asap, fog) yang kadar toksisitasnya rendah. Prinsip kerja respirator ini adalah membersihkan udara terkontaminasi dengan cara filtrasi, adsorbsi, atau absorbsi.
Menurut cara kerjanya dibedakan menjadi :
1)     Respirator yang mengandung bahan kimia (cemical respirators).
2)     Respirator dengan katrid (cartridge) bahan kimia.
    a)     Prinsip cara kerjanya adalah mengadsorpsi bahan pencemar di udara             pernafasan.
    b)     Bahan kimia yang digunakan untuk mengadsorbsi biasanya karbon aktif atau         silika gel.
    c)     Biasanya penutup sebagian muka dengan satu atau dua katrid yang             mengandung bahan kimia tertentu.
    d)     Tidak bisa digunakan untuk keadaaan darurat.
    e)     Hanya mampu memurnikan satu macam atau satu golongan bahan kimia (gas,
    uap) saja.
3)     Respirator dengan kanister yang berisi bahan kimia.
    a)     Prinsip cara kerjanya adalah mengadsorbsi bahan pencemar di udara             pernafasan
    b)     Bahan kimia yang digunakan untuk mengadsorbsi adalah yang sesuai dengan
    bahan-bahan kima tertentu saja. Misal kanister untuk uap asam klorida (hcl         dan asam sulfat (h2so4) harus menggunakan kanister yang berisi soda
c)     Bahan kimia kanister mempuyai batas waktu kedaluwarsa. Batas waktu             kedaluwarsa ini tergantung pada isi kanister, konsentrasi bahan pencemar, dan
    akifitas pemakainya.
d)     Bisa menutup sebagian muka atau seluruh muka
e)     Tidak bisa digunakan dalam keadaaan udara di lingkungan kerja                 menggandung bahan kimia gas atau uap toksik dengan kadar yang cukup         tinggi.
f)     Satu tipe kanister hanya bisa digunakan untuk memurniakan udara             terkontaminasi satu macam atau satu golongan bahan kimia (gas, uap) saja.
4)     Respirator mekanik (Mechanical Respirator).
    a)     Digunakan untuk melindungi si pemakai akibat pemajanan partikel-partikel di
        lingkungan kerja seperti debu, asap, fume, mist dan fog.
    b)     Prinsip kerja respirator ini adalah memurnikan udara terkontaminasi melalui
        proses filtrasi memakai bermacam tipe filter.
    c)     Efisiensi filter tergantung kepada ukuran partikel dan diameter pori-pori filter.
5)     Respirator kombinasi filter dan bahan kimia.
    a)     Respirator jenis ini dilengkapi dengan filter untuk menyaring udara             terkontaminasi partikel (debu) dan aktrid (catridge) atau kanister yan             mengandung bahan kimia.
    b)     Respirator jenis ini biasanya digunakan oleh pekerja pada waktu melakukan
        pengecatan dengan cara semprot (spray painting).
b.     Respirator dengan pemasok udara atau oksigen
1)     Alat pelindung pernafasan ini tidak dilengkapi dengan filter, ataupun katrid dan kanister yang mengandung bahan kimia.
2)     Pasokan udara bersih atau oksigen, melindungi pekerja dari pemajanan bahan
    bahan kimia yang sangat toksit. Konsentarinya tinggi, mampu melindungi pekerja
    dari kekurangan oksigen.
3)    Pasokan udara ataupun oksigen dapat melalui silinder, tangki, atau kompresor
    yang dilengkapi dengan regulator (pengukur tekanan)
4)     Respirator dengan pasokan udara atau oksigen dibedakan menjadi :
    a)    Airline respirator.
    b)    Air hose mask respirator.
    c)    Self-contained brathing apparatus.
4.     Cara Pemakaian
a.     Pilih ukuran respirator yang sesuai dengan ukuran antropometri tubuh pemakai.
Ukuran antropometri tubuh yang berkaitan adalah :
    1)     Panjang muka.
    2)     Panjang dagu.
    3)     Lebar muka.
    4)     Lebar mulut.
    5)     Panjang tulang hidung.
    6)    Tonjolan hidung.
b.     Periksa lebih dahulu dengan teliti, apakah respirator dalam keadaan baik, tidak
rusak, dan komponen-komponennya juga dalam keadaan masih baik.
c.     Jika terdapat komponen yang sudah tidak berfungsi maka perlu diganti lebih dahulu dengan yang baru dan baik.
d.     Pilih jenis filter atau catrid atau kanister dengan seksama, agar tidak terjadi
    kebocoran.
e.     Singkirkan rambut yang menutupi bagian muka.
f.     Potong cambang dan jenggot sependek mungkin.
g.     Pasang atau kenakan gigi palsu, bila pekerja menggunakan gigi palsu. Pakailah
    respirator dengan cara sesuai dengan petunjuk operasional (instruction manual)
    yang harus ada pada setiap respirator.
h.     Gerak gerakkan kepala, untuk memastikan bahwa tidak akan terjadi kebocoran
apabila pekerja bekerja sambil bergerak-gerak.
5.     Pemeliharaan
Agar respirator dapat berfungsi denngan baik dan benar serta dapat digunakan dalam waktu yang relatif lama, maka respirator perlu pemeliharaan atau perawatan secara teratur, sebagai berikut:
a.     Setiap kali setelah dipakai, respirator harus di bersihkan (dicuci) kemudian
dikeringkan.
b.     Apabila suatu respirator terpaksa digunakan oleh orang lain, maka harus
    dicucihamakan terlebih dahulu.
c.     Beri tanda setiap respirator dengan nama pemakainya.
d.     Setelah respirator bersih dan kering, simpan dalam loker yang bersih, kering dan
    tertutup.
e.     Tangki-tangki atau silinder-silender udara atau oksigen harus dicek secara berkala,
    untuk mengetahui bahwa persediaan udara atau oksigen masih mencukupi.
f.     Klep-klep, regulator dan komponen-komponen lainnya perlu juga dicek secara
berkala. Jika tidak berfungsi harus segera diganti dengan yang baru.
D.     Pelindung Tangan
1.     Fungsi
Untuk melindungi tangan dan jari-jari tangan dari pajanan api, panas, dingin, radiasi elektomagnetik, radiasi mengion, listrik, bahan kimia, benturan dan pukulan, tergores, terinfeksi. Alat pelindung tangan biasa disebut dengan sarung tangan.
2.     Jenis
Menurut bentuknya, alat pelindung tangan dibedakan menjadi:
a.     Sarung tangan biasa atau gloves.
b.     Mitten, yaitu sarung tangan dengan ibu jari terpisah, sedangkan empat jari lainya
    menjadi satu.
c.     Hand pad, yaitu alat pelindung tangan yang hanya melindungi telapak tangan.
d.     Sleeve, yaitu alat pelindung dari pergelangan tangan sampai lengan. Biasanya
digabung dengan arung tangan.
3.     Spesifikasi
Alat pelindung tangan harus sesuai antara potensi bahaya dengan bahan sarung tangan yang dikenakan pekerja.
Potensi bahaya dan bahan sarung tangan yang sesuai, disajikan pada tabel berikut:
Potensi Bahaya                Jenis Bahan Sarung Tangan
Listrik                    Karet
Radiasi mengion            Karet atau kulit yang dilapisi dengan timbal
Benda-benda tajam atau kasar    Kulit atau PVC, kulit yang dilapisi dengan                             logam kromium
Asam dan alkali yang korosif        Karet
Pelarut organik (solvent)        Karet sintetis
Benda-benda panas            Kulit atau asbes

4. Cara Pemakaian
a.     Pilih jenis alat pelindung tangan yang sesuai dengan potensi bahaya
b.     Pilih ukuran sesuai dengan ukuran tangan pemakai.
c.     Masukkan tangan yang bagian pergelangan tangannya bermanset atau berkerut,
    ujung-ujung lengan baju pekerja masuk ke dalam manset atau kerutan sarung
    tangan, kemudian manset dikancingkan atau kerutan dirapikan.
d.     Sarung tangan tanpa manset atau tanpa kerutan, ujung lengan baju panjang pekerja harus bermanset, dan bagian lengan sarung tangan berda di dalam manset
    atau di dalam kerutan. Tidak disarankan memasukkan ujung lengan baju panjang
ke dalam sarung tangan.
5.     Pemeliharaan
a.     Alat pelindung tangan yang telah selesai dipakai, harus dibersihkan, dicuci dengan air, bagian luar maupun dalam kemudian dikeringkan.
b.     Simpan di dalam kantong yang bersih dan letakkan di dalam loker atau rak lemari.
E.     Pakaian Pelindung
1.     Fungsi
Pakaian pelindung berfungsi untuk melindungi sebagain atau seluruh tubuh dari kotoran, debu, bahaya percikan bahan kimia, radiasi, panas, bunga api maupun api.
2.     Jenis
a.     Apron, yang menutupi hanya sebagian tubuh pemakainya, mulai dari dada sampai lutut.
b.     Overalls, yang menutupi seluruh bagian tubuh.
3.     Spesifikasi
Macam-macam pakaian pelindung adalah:
a.     Pakaian pelindung dari kulit, untuk tenaga kerja yang mengerjakan pengelasan.
b.     Pakaian pelindung untuk pemadam kebakaran.
c.     Pakaian pelindung untuk pekerja yang terpajan radiasi tidak mengion.
d.     Pakaian pelindung untuk pekerja yang terpajan radiasi mengion.
e.     Pakaian pelindung terbuat dari plastik, untuk tenaga kerja yang bekerja kontak
dengan bahan kimia.
4. Cara pemakaian
a.     Pilih jenis pakaian pelindung yang sesuai dengan potensi bahaya yang dihadapi.
b.     Pilih ukurannya yang sesuai dengan ukuran tubuh pemakainya.
c.     Cek keadaan fisiknya, apakah dalam keadaan rusak , dan lengkap komponen-
    komponennya.
d.     Kenakan pakaian pelindung dan kacingkan dengan seksama.
e.     Gerak-gerakkan anggota badan (kaki, tangan), untuk memastikan apakah pakaian
pelindung telah terpakai dengan nyaman.
5.     Cara pemeliharaan
a.     Pakaian pelindung yang disposable (sekali pakai dibuang), setelah habis pakai
    dimasukkan ke dalam kantong kertas yang semula untuk membungkus pakaian
    pelindung baru, kemudian dibuang di tempat yang telah disediakan.
b.     Pakaian pelindung yang tidak disposable, sehabis dikenakan dicuci, setelah
    dikeringkan diseterika, dilipat dan disimpan ditempat yang bersih.

f.     simbol-simbol perlindungan
Penggunaan pelindung dalam melakukan penelitian di laboratorium sangat penting guna melindungi diri dari berbagai kemungkinan. Namun, terkadang siswa tidak paham pelindung apa yang perlu dipergunakan dalam melakukan percobaan-percobaan di laboratorium. Untuk itu, di laboratorium perlu disiapkan simbol-simbol yang terpampang dalam melakukan percobaan-percobaan. Berikut adalah simbol-simbol perlindungan tersebut.
Alat Pelindung Diri
Menurut hirarki upaya pengendalian diri (controling), alat pelindung diri sesungguhnya merupakan hirarki terakhir dalam melindungi keselamatan dan kesehatan tenaga kerja dari potensi bahaya yang kemungkinan terjadi pada saat melakukan pekerjaan, setelah pengendalian teknik dan administratif tidak mungkin lagi diterapkan. Ada beberapa jenis alat pelindung diri yang mutlak digunakan oleh tenaga kerja pada waktu melakukan pekerjaan dan saat menghadapi potensi bahaya karena pekerjaanya, antara lain seperti topi keselamatan, safety shoes, sarung tangan, pelindung pernafasan, pakaian pelindung, dan sabuk keselamatan. Jenis alat pelindung diri yang digunakan harus sesuai dengan potensi bahaya yang dihadapi serta sesuai denga bagian tubuh yang perlu dilindungi.
Sebagaimana tercantum dalam undang-undang No. 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja, pasal 12 mengatur mengenai hak dan kewajiban tenaga kerja untuk mamakai alat pelindung diri. Pada pasal 14 menyebutkan bahwa pengusaha wajib menyediakan secara cuma-cuma sesuai alat pelindung diri yang diwajibkan pada tenaga kerja yang berada di bawah pimpinannya dan menyediakan bagi setiap orang lain yang memasuki tempat kerja tersebut, disertai dengan petunjuk yag diperlukan.
Potensi bahaya yang kemugkinan terjadi di tempat kerja, dan yang bisa dikendalikan dengan alat pelindung diri adalah:
a.     Terjatuh, terpeleset, kejatuhan benda, terantuk.
b.     Terpapar sinar dan gelombang elektromaknetik.
c.     Kontak dengan bahan kimia baik padat maupun cair.
d.     Terpapar kebisingan dan getaran.
e.     Terhirup gas, uap, debu, mist, fume, partikel cair.
f.     Kemasukan benda asing, kaki tertusuk, terinjak benda tajam.
Bagian badan yang perlu dilindungi adalah kepala, alat pernafasan, alat pendengaran, alat penglihatan, kulit, kaki maupun tubuh pada umumnya.

a.     Alat Pelindung Mata (kaca mata pengaman) dan Muka
1.     Fungsi
Fungsi kaca mata pengaman adalah untuk melindungi mata dari:
a.     Percikan bahan bahan korosif.
b.     Kemasukan debu atau partikel-partikel yang melayang di udara.
c.     Lemparan benda-benda kecil.
d.     Panas dan pancaran cahaya
e.     Pancaran gas atau uap kimia yang dapat menyebabkan iritasi mata.
f.     Radiasi gelombang elekromaknetik yang mengion maupun yang tidak mengion
g.     Benturan atau pukulan benda keras atau benda tajam.
2.     Jenis
Menurut jenis atau bentuknya alat pelindung mata dibedakan menjadi:
a.     Kaca mata
Kacamata pelindung digunakan pada saat menggerinda logam/akrilik. Kacamata pelindung digunakan pada saat melakukan pengecoran logam.
Alat pelindung mata mempunyai ketentuan sebagai berikut:
1)     Tahan terhadap api.
2)     Tahan terhadap lemparan atau percikan benda kecil.
3)     Lensa tidak boleh mempunyai efek destorsi.
4)     Mampu menahan radiasi gelombang elektromagnetik pada panjang gelombang
tertentu.
Cara pemakaiannya adalah sebagai berikut. Pilihan kaca mata yang sesuai, small, medium, atau large.  Buka tangkai kaca mata lekatkan bagian tengah kacamata pada punggung hidung. Tempelkan lensa kaca mata.  Kaitkan tangkai kaca mata pada daun telinga. Usahakan agar mata dan sekitar betul-betul tertutup oleh kacamata.
b.     Tameng muka
Pelindung muka yang digunakan pada saat polishing akrilik. Alat pelindung muka mempunyai ketentuan sebagai berikut:
1)    Tahan api
2)    Terbuat dari bahan gelas atau gelas yang dicampur dengan laminasi alumunium, yang bila pecah tidak menimbulkan bagian-bagian yang tajam.
 Plastik, dengan bahan dasar selulosa asetat, akrilik, policarbonat atau alil diglikol karbonat. Penutup muka yang benar adalah yang dapat dikenakan tanpa dipegang dengan tangan pekerja. Biasanya penutup muka ini dirancang menjadi satu dengan topi pengaman atau penutup rambut.  Pilih ukuran penutup muka, sesuai dengan besarnya" lingkar kepala (kecil/small,sedang/medium,atau besar/large).
 Periksa bagian luar dan dalam penutup muka, apakah sesuai dengan spesifikasinya, apakah tudung dalam keadaaan baik, tidak rusak dan bersih. Kendorkan klep pengatur untuk mempererat kedudukan topi pengaman tudung atau penutup rambut.
 Pakai topi pengaman (tudung atau penutup rambut), eratkan di kepala sehingga terasa pas dengan cara mengatur klep pengatur. Atur posisi penutup muka sehingga menutupi seluruh permukaan wajah.  Kencangkan kembali klep pengatur.
B.     Pelindung pendengaran
1.     Fungsi
Untuk melindungi alat pendengaran (telinga) akibat kebisingan, dan melindungi telinga dari percikan api atau logam-logam yang panas.
2.     Jenis
Secara umum pelindungi telinga 2 (dua) jenis, yaitu:
a.     Sumbat telinga, yaitu alat pelindung telinga yang cara penggunaannya dimasukkan pada liang telinga
b.     Tutup telinga atau ear muff, yaitu alat pelindung telinga yang penggunaanya
ditutupkan pada seluruh daun telinga.
3.     Spesifikasi
a.    Sumbat Telinga
 Sumbatan telinga yang baik adalah yang bisa menahan atau mengabsorbsi bunyi atau suara dengan frekuensi tertentu saja, sedangkan bunyi atau suara dengan frekwensi untuk pembicaraan (komunikasi) tetap tidak terganggu. Biasanya terbuat dari karet, plastik, lilin, atau kapas.  Harus bisa mereduksi suara frekwensi tinggi (4000 dba) yang masuk lubang telinga, minimal sebesar x-85 dba, dimana x adalah intensitas suara atau kebisingan di tempat kerja yang diterima oleh tanaga kerja.
b.     Penutup Telinga
 Terdiri dari sepasang (2 buah, kiri dan kanan) cawan atau cup, dan sebuah sabuk kepala (head band)  Cawan atau cup berisi cairan atau busa ( foam) yang berfungsi untuk menyerap suara yang frekwensinya tinggi
 Pada umumnya  tutup telinga bisa meriduksi suara frekwensi 2800-4000 hz sebesar 35-45 dba Tutup teling harus mereduksi suara yang masuk ke lubang telinga minimal sebesar x- 85 dba, dimana x adalah intensitas suara atau kebisingan di tempat kerja yang diterima oleh tenaga kerja.
4.     Cara Pemakaian
a.     Sumbat Telinga
 Pilih  ear plug yang terbuat dari bahan yang bisa menyesuaikan dengan bentuk telinga. Biasanya terbuat dari karet atau plastik lunak.  Pilih bentuk dan ukuran yang sesuai dengan bentuk dan ukuran dari seluruh  telinga si pemakai.  Cek sumbat telinga, apakah secara fisik dalam keadaan baik (tidak rusak) dan  bersih.
 Tarik daun telinga ke belakang, kemudian masukkan sumbat telinga ke dalam lubang telinga hingga benar-benar menutup semua lubang telinga. Gerak-gerakkan kepala ke atas, ke bawah, ke samping, ke kiri dan ke samping kanan, buka dan tutup mulut, untuk memastikan bahwa sumbat telinga terpakai secara sempurna.
b.     Penutup Telinga
 Pilih penutup telinga yang ukurannya sesuai dengan diameter/lebar daun telinga.  Pastikan bahwa posisi cawan atau mangkuk penutup benar benar melingkupi daun telinga, baik kiri maupun kanan. Bola belum pas (masih ada bagian yang terbuka), sesuaikan dengan pengatur panjang dan pendeknya pengikat kepala (head band). Gerak-gerakkan kepala, ke atas, ke bawah, ke samping kiri dan ke samping kanan, buka dan tutup mulut untuk memastikan bahwa sumbat telinga terpakai secara sempurna.
5.     Pemeliharaan
a.     Sumbat telinga yang telah di selesai digunakan dibersihkan dengan kain lap yang
    bersih, basah dan hangat.
b.     Kemudian keringkan dengan kain lap yang bersih dan kering.
c.     Setelah bersih dan kering simpan alam kotaknya.
d.     Simpan kotak tersebut di atas di almari atau tempat penyimpanan yang lain.
e.     Penutup telinga yang telah selesai digunakan dibersihkan dengan cara diseka dengan kain lap yang bersih.
f.     Setelah bersih simpan kembali di dalam kotaknya.
g.     Simpan kotak di almari atau tempat penyimpanan yang lain.

C.     Pelindung Pernafasan
1.     Fungsi
Alat pelindung pernafasan berfungsi memeberikan perlindungan organ pernafasan akibat pencemaran udara oleh faktor kimia seperti debu, uap, gas, fume, asap, mist, kabut, kekurangan oksigen, dan sebagainya.
2.     Jenis
Berdasarkan fungsinya, dibedakan menjadi :
a.     Respirator yang berfungsi memurnikan udara
Respirator-Disposible paper mask untuk melindungi dari pajanan debu yang tidak toksik/kadar toksisitasnya rendah, digunakan pada saat prosesing akrilik, mixing bahan tanam, menggerinda logam/akrilik
b.     Respirator yang berfungsi memasok oksigen atau udara (air supplying respirator).
3.    Spesifikasi
a.     Respirator Yang Memurnikan Udara.
Respirator jenis ini dipakai bila pekerja terpajan bahan pencemar di udara (debu, gas, uap, fume, mist, asap, fog) yang kadar toksisitasnya rendah. Prinsip kerja respirator ini adalah membersihkan udara terkontaminasi dengan cara filtrasi, adsorbsi, atau absorbsi.
Menurut cara kerjanya dibedakan menjadi :
1)     Respirator yang mengandung bahan kimia (cemical respirators).
2)     Respirator dengan katrid (cartridge) bahan kimia.
    a)     Prinsip cara kerjanya adalah mengadsorpsi bahan pencemar di udara             pernafasan.
    b)     Bahan kimia yang digunakan untuk mengadsorbsi biasanya karbon aktif atau         silika gel.
    c)     Biasanya penutup sebagian muka dengan satu atau dua katrid yang             mengandung bahan kimia tertentu.
    d)     Tidak bisa digunakan untuk keadaaan darurat.
    e)     Hanya mampu memurnikan satu macam atau satu golongan bahan kimia (gas,
    uap) saja.
3)     Respirator dengan kanister yang berisi bahan kimia.
    a)     Prinsip cara kerjanya adalah mengadsorbsi bahan pencemar di udara             pernafasan
    b)     Bahan kimia yang digunakan untuk mengadsorbsi adalah yang sesuai dengan
    bahan-bahan kima tertentu saja. Misal kanister untuk uap asam klorida (hcl         dan asam sulfat (h2so4) harus menggunakan kanister yang berisi soda
c)     Bahan kimia kanister mempuyai batas waktu kedaluwarsa. Batas waktu             kedaluwarsa ini tergantung pada isi kanister, konsentrasi bahan pencemar, dan
    akifitas pemakainya.
d)     Bisa menutup sebagian muka atau seluruh muka
e)     Tidak bisa digunakan dalam keadaaan udara di lingkungan kerja                 menggandung bahan kimia gas atau uap toksik dengan kadar yang cukup         tinggi.
f)     Satu tipe kanister hanya bisa digunakan untuk memurniakan udara             terkontaminasi satu macam atau satu golongan bahan kimia (gas, uap) saja.
4)     Respirator mekanik (Mechanical Respirator).
    a)     Digunakan untuk melindungi si pemakai akibat pemajanan partikel-partikel di
        lingkungan kerja seperti debu, asap, fume, mist dan fog.
    b)     Prinsip kerja respirator ini adalah memurnikan udara terkontaminasi melalui
        proses filtrasi memakai bermacam tipe filter.
    c)     Efisiensi filter tergantung kepada ukuran partikel dan diameter pori-pori filter.
5)     Respirator kombinasi filter dan bahan kimia.
    a)     Respirator jenis ini dilengkapi dengan filter untuk menyaring udara             terkontaminasi partikel (debu) dan aktrid (catridge) atau kanister yan             mengandung bahan kimia.
    b)     Respirator jenis ini biasanya digunakan oleh pekerja pada waktu melakukan
        pengecatan dengan cara semprot (spray painting).
b.     Respirator dengan pemasok udara atau oksigen
1)     Alat pelindung pernafasan ini tidak dilengkapi dengan filter, ataupun katrid dan kanister yang mengandung bahan kimia.
2)     Pasokan udara bersih atau oksigen, melindungi pekerja dari pemajanan bahan
    bahan kimia yang sangat toksit. Konsentarinya tinggi, mampu melindungi pekerja
    dari kekurangan oksigen.
3)    Pasokan udara ataupun oksigen dapat melalui silinder, tangki, atau kompresor
    yang dilengkapi dengan regulator (pengukur tekanan)
4)     Respirator dengan pasokan udara atau oksigen dibedakan menjadi :
    a)    Airline respirator.
    b)    Air hose mask respirator.
    c)    Self-contained brathing apparatus.
4.     Cara Pemakaian
a.     Pilih ukuran respirator yang sesuai dengan ukuran antropometri tubuh pemakai.
Ukuran antropometri tubuh yang berkaitan adalah :
    1)     Panjang muka.
    2)     Panjang dagu.
    3)     Lebar muka.
    4)     Lebar mulut.
    5)     Panjang tulang hidung.
    6)    Tonjolan hidung.
b.     Periksa lebih dahulu dengan teliti, apakah respirator dalam keadaan baik, tidak
rusak, dan komponen-komponennya juga dalam keadaan masih baik.
c.     Jika terdapat komponen yang sudah tidak berfungsi maka perlu diganti lebih dahulu dengan yang baru dan baik.
d.     Pilih jenis filter atau catrid atau kanister dengan seksama, agar tidak terjadi
    kebocoran.
e.     Singkirkan rambut yang menutupi bagian muka.
f.     Potong cambang dan jenggot sependek mungkin.
g.     Pasang atau kenakan gigi palsu, bila pekerja menggunakan gigi palsu. Pakailah
    respirator dengan cara sesuai dengan petunjuk operasional (instruction manual)
    yang harus ada pada setiap respirator.
h.     Gerak gerakkan kepala, untuk memastikan bahwa tidak akan terjadi kebocoran
apabila pekerja bekerja sambil bergerak-gerak.
5.     Pemeliharaan
Agar respirator dapat berfungsi denngan baik dan benar serta dapat digunakan dalam waktu yang relatif lama, maka respirator perlu pemeliharaan atau perawatan secara teratur, sebagai berikut:
a.     Setiap kali setelah dipakai, respirator harus di bersihkan (dicuci) kemudian
dikeringkan.
b.     Apabila suatu respirator terpaksa digunakan oleh orang lain, maka harus
    dicucihamakan terlebih dahulu.
c.     Beri tanda setiap respirator dengan nama pemakainya.
d.     Setelah respirator bersih dan kering, simpan dalam loker yang bersih, kering dan
    tertutup.
e.     Tangki-tangki atau silinder-silender udara atau oksigen harus dicek secara berkala,
    untuk mengetahui bahwa persediaan udara atau oksigen masih mencukupi.
f.     Klep-klep, regulator dan komponen-komponen lainnya perlu juga dicek secara
berkala. Jika tidak berfungsi harus segera diganti dengan yang baru.
D.     Pelindung Tangan
1.     Fungsi
Untuk melindungi tangan dan jari-jari tangan dari pajanan api, panas, dingin, radiasi elektomagnetik, radiasi mengion, listrik, bahan kimia, benturan dan pukulan, tergores, terinfeksi. Alat pelindung tangan biasa disebut dengan sarung tangan.
2.     Jenis
Menurut bentuknya, alat pelindung tangan dibedakan menjadi:
a.     Sarung tangan biasa atau gloves.
b.     Mitten, yaitu sarung tangan dengan ibu jari terpisah, sedangkan empat jari lainya
    menjadi satu.
c.     Hand pad, yaitu alat pelindung tangan yang hanya melindungi telapak tangan.
d.     Sleeve, yaitu alat pelindung dari pergelangan tangan sampai lengan. Biasanya
digabung dengan arung tangan.
3.     Spesifikasi
Alat pelindung tangan harus sesuai antara potensi bahaya dengan bahan sarung tangan yang dikenakan pekerja.
Potensi bahaya dan bahan sarung tangan yang sesuai, disajikan pada tabel berikut:
Potensi Bahaya                Jenis Bahan Sarung Tangan
Listrik                    Karet
Radiasi mengion            Karet atau kulit yang dilapisi dengan timbal
Benda-benda tajam atau kasar    Kulit atau PVC, kulit yang dilapisi dengan                             logam kromium
Asam dan alkali yang korosif        Karet
Pelarut organik (solvent)        Karet sintetis
Benda-benda panas            Kulit atau asbes

4. Cara Pemakaian
a.     Pilih jenis alat pelindung tangan yang sesuai dengan potensi bahaya
b.     Pilih ukuran sesuai dengan ukuran tangan pemakai.
c.     Masukkan tangan yang bagian pergelangan tangannya bermanset atau berkerut,
    ujung-ujung lengan baju pekerja masuk ke dalam manset atau kerutan sarung
    tangan, kemudian manset dikancingkan atau kerutan dirapikan.
d.     Sarung tangan tanpa manset atau tanpa kerutan, ujung lengan baju panjang pekerja harus bermanset, dan bagian lengan sarung tangan berda di dalam manset
    atau di dalam kerutan. Tidak disarankan memasukkan ujung lengan baju panjang
ke dalam sarung tangan.
5.     Pemeliharaan
a.     Alat pelindung tangan yang telah selesai dipakai, harus dibersihkan, dicuci dengan air, bagian luar maupun dalam kemudian dikeringkan.
b.     Simpan di dalam kantong yang bersih dan letakkan di dalam loker atau rak lemari.
E.     Pakaian Pelindung
1.     Fungsi
Pakaian pelindung berfungsi untuk melindungi sebagain atau seluruh tubuh dari kotoran, debu, bahaya percikan bahan kimia, radiasi, panas, bunga api maupun api.
2.     Jenis
a.     Apron, yang menutupi hanya sebagian tubuh pemakainya, mulai dari dada sampai lutut.
b.     Overalls, yang menutupi seluruh bagian tubuh.
3.     Spesifikasi
Macam-macam pakaian pelindung adalah:
a.     Pakaian pelindung dari kulit, untuk tenaga kerja yang mengerjakan pengelasan.
b.     Pakaian pelindung untuk pemadam kebakaran.
c.     Pakaian pelindung untuk pekerja yang terpajan radiasi tidak mengion.
d.     Pakaian pelindung untuk pekerja yang terpajan radiasi mengion.
e.     Pakaian pelindung terbuat dari plastik, untuk tenaga kerja yang bekerja kontak
dengan bahan kimia.
4. Cara pemakaian
a.     Pilih jenis pakaian pelindung yang sesuai dengan potensi bahaya yang dihadapi.
b.     Pilih ukurannya yang sesuai dengan ukuran tubuh pemakainya.
c.     Cek keadaan fisiknya, apakah dalam keadaan rusak , dan lengkap komponen-
    komponennya.
d.     Kenakan pakaian pelindung dan kacingkan dengan seksama.
e.     Gerak-gerakkan anggota badan (kaki, tangan), untuk memastikan apakah pakaian
pelindung telah terpakai dengan nyaman.
5.     Cara pemeliharaan
a.     Pakaian pelindung yang disposable (sekali pakai dibuang), setelah habis pakai
    dimasukkan ke dalam kantong kertas yang semula untuk membungkus pakaian
    pelindung baru, kemudian dibuang di tempat yang telah disediakan.
b.     Pakaian pelindung yang tidak disposable, sehabis dikenakan dicuci, setelah
    dikeringkan diseterika, dilipat dan disimpan ditempat yang bersih.

f.     simbol-simbol perlindungan
Penggunaan pelindung dalam melakukan penelitian di laboratorium sangat penting guna melindungi diri dari berbagai kemungkinan. Namun, terkadang siswa tidak paham pelindung apa yang perlu dipergunakan dalam melakukan percobaan-percobaan di laboratorium. Untuk itu, di laboratorium perlu disiapkan simbol-simbol yang terpampang dalam melakukan percobaan-percobaan. Berikut adalah simbol-simbol perlindungan tersebut.

Sanitasi di Laboratorium

SANITASI
di Laboratorium
Laboratorium adalah tempat yang dilengkapi dengan peralatan dan reagen untuk melakukan percobaan keilmuan, penyelidikan, dan pengujian ilmiah terhadap produk dan proses.
Laboratorium terdapat di sekolah dan universitas, lembaga riset pemerintah maupun swasta, dan industri. Di sekolahmu juga mungkin terdapat laboratorium. Laboratorium sesuai dengan bidang keilmuwannya terdapat laboratorium kimia, fisika, biologi, bahasa dan lain-lainnya. Berbahagialah kamu bahwa di sekolahmu terdapat laboratorium. Hal ini untuk kelancaran proses belajar mengajar.
Namun, mungkin masih ada sekolah yang belum memiliki laboratorium. hal ini mengingat besarnya biaya pembangunan laboratorium. Terutama peralatan laboratorium harganya cukup mahal. Oleh karena itu, kamu harus memelihara peralatan laboratorium dengan selalu membersihkan setelah digunakan dan menggunakannya sesuai dengan petunjuk.
Berkat adanya laboratorium manusia menemukan berbagai hal baru dalam dunia ilmu. Laboratorium juga merupakan tempat berlatih para ilmuwan muda. Penemuan dari laboratorium, setelah lewat laboratorium pengembangan dan proyek perintis, akhirnya muncul di pasar sebagi benda-benda yang dapat dibeli oleh masyarakat.

A.     Pengertian, Fungsi, dan Lingkup Sanitasi
Sanitasi  adalah usaha pengawasan terhadap faktor-faktor lingkungan fisik manusia yang mempengaruhi atau dipengaruhi, sehingga merugikan perkembangan fisik, kesehatan, dan kelangsungan hidup.
Secara garis besar perbedaan antara higiene dan sanitasi terletak pada hal bahwa higiene lebih mengarahkan keaktifannya kepada manusia (perseorangan ataupun masyarakat umum), sedangkan sanitasi lebih menitikberatkan pengendalian faktor-faktor lingkungan hidup manusia.
Contoh :
Usaha/tindakan higiene Usaha/tindankan sanitasi
a.    menggunakan air yang bersih
b.    mencuci tangan sebelum sebelum dan sesudah melakukan penelitian.
c.    pengawasan kebersihan peralatan laboratorium
f.    pengawasan pembuangan limbah laboratorium
Menurut Shadily Hygiene adalah suatu  ilmu pengetahuan  yang mempelajari kesehatan.  Hygiene erat hubungannya dengan  perorangan, makanan dan minuman karena merupakan syarat untuk mencapai derajat kesehatan.
Di sini dapat diamati pada kegiatan belajar siswa di sekolah yang mempunyai kewajiban memenuhi syarat  kesehatan, bila tersebar suatu penyakit akibatnya adalah akan menyebar pada siswa lainnya. Sebagai  contoh, seseorang  siswa yang sedang menderita pilek  akan dapat  menyebarkan penyakit ini kepada siswa  lain atau secara tidak langsung  kepada guru. Penyakit  pilek merupakan salah satu  penyakit yang disebabkan  oleh virus  yang mudah tersebar.
Definisi sanitasi menurut  Ehlers' & Steel (1958). Adalah usaha-usaha   pengawasan  yang ditunjukan terhadap  faktor -faktor  lingkungan  yang dapat  merupakan mata rantai  penularan penyakit.
Sanitasi oleh WHO didefinisikan sebagai suatu  usaha untuk  mengawasi  beberapa faktor lingkungan fisik yang berpengaruh  kepada manusia, terutama  teerhadap  hal-hal yang mempunyai efek merusak perkembangan fisik, kesehatan,  dan kelangsungan hidup.
Sanitasi tempat-tempat umum ialah suatu usaha untuk mengawasi dan mencegah  kerugian akibat dari tempat-tempat  umum terutama  yang erat hubungannya dengan   timbulnya/penularannya suatu penyakit.
Sanitasi dan Hygiene lingkungan menurut  SK Dirjen  Par 1988 adalag sanitasi dan Hygiene yang melingkup perorangan, makanan dan minuman serta lingkungan.
Dari pengertian di atas,  Hygiene dan sanitasi menyangkut ilmu kesehatan dan kebersihan lingkungan agar dapat hidup sehat dimanapun  berada (keluarga, tempat kerja, dan masyarakat pada umumnya).
Dengan  mengetahui  pengertian Hygiene  dan sanitasi,  dapat tercapai hidup sehat dan bersih. Misalnya setiap siswa mendapat tugas piket untuk membersihkan kelas. Petugas piket membiasakan  diri  setiap hari  membersihkan ruangan dan halaman, menempatkan  tempat sampah   yang benar,  menata  tanaman   dengan  luas areal sekolah. 
Pengertian Hygiene  dan sanitasi  harus  disebarluaskan  di masyarakat  agar masyarakat  menjadi lebih sadar akan  tanggung jawab kesehatan  dan kebersihan lingkungan. Hal ini  baik sekali ditanamkan pada masyarakat  untuk meningkatkan aktivitas. Dengan  bertambahnya  aktivitas,  akan meningkatkan  pula  penghasilan masyarakat.

B.     Bahan Sanitasi dan Pembersih
Beberapa tindakan sanitasi khususnya ditujukan kepada pencegahan penularan penyakit dengan mengurangkan kemungkanan tersebarnya penyakit-penyakit, yakni:
1.    Desinfeksi
Tindakan membebaskan sesuatu benda dari kuman-kuman yang berwujud vegetatif dengan memakai bahan-bahan kimiawi. Bahan kimiawi demikian disebut desinfektan. Desinfektan memiliki daya untuk mematikan (bakterisid) bentuk-bentk vegetatif kuman, tetapi mempengaruhi spora.
2.    Antiseptis
Tindakan untuk membebaskan jaringan-jaringan tubuh secara setempat (lokal) dari kuman-kuman patogen, sehingga kemungkina terjadinya sepsis (keracunan darah karena penyebaran bibit penyakit ke dalam darah) tidak ada. Untuk tujuan ini digunakan zat-zat kimiawi yang berdaya menahan pertumbuhan bibit penyakit (bakteristatik) dan disebut zatantiseptik. Penggunaan zat-zat antiseptik pada permukaan kulit kadang-kadang secara kurang tepat disebut "desinfeksi kulit"
3.    Asepsis
Tindakan/cara untuk meniadakan kemungkinan terjadinya sepsis, misalnya dengan menggukakan alat-alat yang suci hama, sarung tangan/pakaian yang suci hama, bekerja dalam ruangan yang disucihamakan.
 4.    Sterilisasi
Tindakan mensucihamakan sesuatu benda dengan mematikan semua bibit penyakit, baik yang vegetatif begitu juga yang berbentuk spora, patogen atau nonpatogen, yang terdapat pada benda tadi. Alat yang berguna untuk mensterilkan disebut sterilisator.
C.     Sanitasi Alat dan ruang laboratorium
Tindakan-tindakan sanitasi yang dikerjakan di laboratorium diarahkan kepada kebersihan ruang dan peralatan laboratorium dengan desinfeksi lantai, saniter dan sebagainya memakai larutan zat-zat golongan kresol dan fenol yang di sini dikenal sebagai lisol dan karbol.









Gambar 1.2 Membersihkan ruang laboratorium

1. Air
Air adalah zat yang paling penting bagi kelangsungan kehidupan: 75% (pada bayi baru lahir) - 60% (pada orang dewasa) dari berat badan adalah air. Kekurangan atau kehilangan air sekira 5% dari berat badan dapat membahayakan kehidupan orang.
a.     Sumber Air Bersih
Atas dasar sumber dan sifatnya air dapat dibagi menjadi beberapa golongan, yakni:
1)    Air yang berasal dari angkasa
Contohnya: air hujan, embun, dan lelehan salju; jika belum tercemar bersifat bersih, steril, murni, tetapi dapat merusak berbagai logam.
2)    Air permukaan tanah
Contohnya: air tergenang/mengalir, seperti terdapat didanau, sungai, laut, sumur dangkal; pada umumnya sudah tercemar, maka kotor, mengandung bakteri dan zat-zat kimia, mengandung banyak oksigen dan karbondioksida, serta zat-zat lain yang bersifat lunak.
3)    Air dalam tanah
Contohnya: terjadi karena merembasnya air permukaan ke lapisan-lapisan dalam tanah; pada umumnya jika mengalami penyaringan sempurna melalui lapisan-lapisan tanah bersifat bersih, bebas dari bibit penyakit, tetapi mungkin kandungan mineral dapat berkebihan, maka sering berwarna, berbau, dan rasanya kurang nyaman.
b.     Syarat-Syarat Air Bersih
Tidak semua air bersih dari sumber-sumber seperti dikemukakan di atas selalu memenuhi syarat kesehatan, karena mungkin sudah tercenmar. Secara umum dapat dikatakan bahwa hampir tidak mungkin ditemukan air yang benar-benra murni di alam kita (pencemaran dengan gas metan, hidrogen disulfida, mineral, bakteri, jamur, zat radioaktif). Umumnya yang terbaik adalah air dalam tanah yang karena itu banyak dimanfaatkan oleh manusia.
Air  untuk rumah tangga dinegara kita diperoleh dari hasil olahan perusahaan air minum, dari sumur, atau dari mata air. Jika air diambil dari sumur, maka sumur harus dibuat dengan syarat-syarat kesehatan, yakni:
1)    Tiga meter bagian atas dinding sumur dibuat dari tembok yang kedap air, agar air permukaan yang tercemar tidak merembas kedalam; kedalaman tiga meter diambil, karena bakteri pada umumnya tidak dapat hidup lagi pada kedalaman ini.
2)    Lebih kurang satu setengah meter berikutnya kebawah dibuat dari tembok yang tidak disemen, hanya untuk mencegah runtuhnya tanah.
3)    Dasar sumur diberi kerikil, agar air tidak keruh sewaktu ditimba.
4)    Diatas tanah dibuat dinding tembok setinggi lebih kurang satu meter, agar air sekitarnya tidak masuk ke dalam sumur dan juga demi keselamatan pemakai.
     Tanah sekeliling tembok sumur disemen sekitar satu setengah meter, dibuat menurun ke luar, dengan saluran ditengahnya.
     Sumur deberi atap, dan ember untuk menimba air harus tetap tergantung, tidak boleh diletakan dilantai.
     Sebaiknya air sumur diambil dengan pompa
c.     Syarat-Syarat Air Minum
Ditinjau dari segi kesehatan air minum yang baik harus memenuhi syarat fisik: tidak berwarna, tidak berasa, tidak berbau, jernih, dengan suhu di bawah suhu udara (rasa nyaman). Syarat bakteriologik: secara teoritis air minum hendaknya terhindar dari kemungkinan tercemar dengan bibit-bibit penyakit, terutama yang bersifat patogen; secara praktis sebagai pegangan dipakai derajat kandungan kuman Eschericia coli dalam air yang masih dibenarkan, tergantung dari cara pemeriksaan yang ditempuh. Syarat kimiawi: hendaknya air minum tidak tercemar secara berlebihan dengan zat-zat kimia ataupun mineral, terutama yang berbahaya bagi kesehatan, selanjutnya zat kimia yang terdapat dalam air minum tidak sampai menimbulkan kerusakan pada tempat penyimpanan, sedangkan zat/ bahan kimia/ mineral yang dibutuhkan oleh tubuh terdapat dalam kadar yang wajar.

2.     Sampah
1.     Petunjuk umum untuk menangani buangan sampah laboratorium
Semua bahan buangan atau sampah seharusnya dikumpulkan menurut jenis bahan tersebut. Bahan-bahan tersebut ada yang dapat didaur ulang dan ada pula yang tidak dapat didaur ulang. Bahan yang termasuk kelompok bahan buangan/sampah yang dapat di daur ulang antara lain gelas, kaleng, botol baterai, sisa-sisa konstruksi bangunan, sampah biologi seperti tanaman, buah-buahan, kantong the dan beberapa jenis bahan-bahan kimia. Sedangkan bahan-bahan buangan yang tidak dapat didaur ulang atau yang sukar didaur ulang seperti plastik hendaknya dihancurkan. Karena belum ada aturan yang jelas dalam cara pembuangan jenis sampah di Indonesia, maka sebelum sampah dibuang harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan pengurus atau pengelola laboratorium yang bersangkutan.
2.     Bahan-bahan buangan yang umum terdapat di laboratorium.
a.    Fine chemicals
Fine chemicals hanya dapat dibuang ke saluran pembuangan atau tempat sampah jika :
a.    Tidak bereaksi dengan air.
b.    Tidak eksplosif (mudah meledak).
c.    Tidak bersifat radioaktif.
d.    Tidak beracun.
e.    Komposisinya diketahui jelas.
b.    Larutan basa
Hanya larutan basa dari alkali hidroksida yang bebas sianida, ammoniak, senyawa organik, minyak dan lemak dapat dibuang kesaluran pembuangan. Sebelum dibuang larutan basa itu harus dinetralkan terlebih dahulu. Proses penetralan dilakukan pada tempat yang disediakan dan dilakukan menurut prosedur mutu laboratorium.
c.    Larutan asam.
Seperti juga larutan basa, larutan asam tidak boleh mengandung senyawa-senyawa beracun dan berbahaya dan selain itu sebelum dibuang juga harus dinetralkan pada tempat dan prosedur sesuai ketentuan laboratorium.
d.    Pelarut
Pelarut yang tidak dapat digunakan lagi dapat dibuang ke saluran pembuangan jika tidak mengandung halogen (bebas Fluor, Clorida, Bromida, dan Iodida). Jika diperlukan dapat dinetralkan terlebih dahulu sebelum dibuang ke saluran air keluar. Untuk pelarut yang mengandung halogen seperti kloroform (CHCl3) sebelum dibuang harus dilakukan konsultasi terlebih dahulu dengan pengurus atau pengelola laboratorium tempat dimana bahan tersebut akan dibuang.
e.    Bahan mengandung merkuri
Untuk bahan yang mengandung merkuri (seperti pecahan termometer merkuri, manometer, pompa merkuri, dan sebagainya) pembuangan harus ekstra hati-hati. Perlu dilakukan konsultasi terlebih dahulu dengan pengurus atau pengelola laboratorium sebelum bahan tersebut dibuang.
f.    Bahan radiokatif
Sampah radioaktif memerlukan penanganan yang khusus. Otoritas yang berwenang dalam pengelolaan sampah radioaktif di Indonesia adalah Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN).
g.    Air pembilas
Air  pembilas harus bebas merkuri, sianida, ammoniak, minyak, lemak, dan bahan beracun serta bahan berbahaya lainnya sebelum dibuang ke saluran pembuangan keluar.
3.     Udara Ruangan
Penyehatan udara ruangan adalah upaya yang dilakukan agar suhu dan kelembaban, debu, pertukaran udara, bahan pencemar dan mikroba di ruang kerja memenuhi persyaratan kesehatan.
a.     Suhu dan Kelembaban
Agar ruang laboratorium memenuhi persyaratan kesehatan perlu dilakukan upaya-upaya sebagai berikut:
1)     Tinggi langit-langit dari lantai minimal 2,5 m.
2)    Bila suhu > 28 0C perlu menggunakan alat penata udara seperti Air Conditioner
    (AC), kipas angin, dan lain-lain.
3)    Bila suhu udara luar < 18 0C perlu menggunkan pemanas ruangan.
4)    Bila kelembaban ruang kerja :
    a)     > 60% perlu menggunakan alat dehumidifier.
    b)     < 40% perlu menggunakan alat humidifier (misalnya: mesin pembentuk
        aerosol).
b.     Debu
Agar kandungan debu di dalam ruang laboratorium memenuhi persyaratan kesehatan maka perlu dilakukan upaya sebagai berikut:
1)    Kegiatan membersihkan ruang laboratorium dilakukan pada pagi dan sore hari dengan menggunakan kain pel basah atau pompa hampa (vacuum pump).
2)    Pembersihan dinding dilakukan secara periodik 2 (dua) kali dalam 1 (satu) tahun dan dicat 1 (satu) kali dalam 1 (satu) tahun.
3)    Sistem ventilasi yang memenuhi syarat.
c.     Pertukaran Udara
Agar pertukaran udara ruang perkantoran dapat berjalan dengan baik, perlu dilakukan upaya sebagai berikut.
1)    Untuk ruangan kerja yang ber AC harus memiliki lubang ventilasi minimal 15%"
    dari luas lantai.
2)    Ruang ber AC secara periodik harus dimatikan dan diupayakan mendapat pergantian udara secara alamiah dengan cara membuka seluruh pintu dan
jendela atau dengan kipas angin.
3)    Membersihkan saringan atau filter udara AC secara periodek sesuai ketentuan"
pabrik.
d.     Gas Pencemar
Agar kandungan gas pencemar dalam ruangan laboratorium tidak melebihi konsentrasi maksimal, maka perlu dilakukan tindakan sebagai berikut.
1)    Pertukaran udara ruang diupayakan dapat berjalan dengan baik.
2)    Ruang laboratorium tidak berhubungan langsung dengan ruang kelas atau kantin.
3)    Dilarang merokok di dalam laboratorium.
4)    Tidak menggunakan bahan bangunan yang mengeluarkan bau yang menyengat.
e.     Mikroba
Agar angka kuman di dalam ruang tdak melebihi batas persyaratan, perlu dilakukan beberapa tindakan sebagai berikut.
1)    Keryawan yang menderita penyakit yang ditularkan melalui udara untuk sementara waktu tidak boleh bekerja.
2)    Lantai dibersihkan dengan antiseptik."
3)    Memelihara sistem ventilasi agar berfungsi dengan baik."
4)    Memelihara sistem AC sentral."
4.     Pencahayaan
a.     Jumlah penyinaran pada bidang kerja yang diperlukan untuk melaksanakan
    kegiatan secara efektif.
b.     Intensitas cahaya di ruang kerja minimal 100 lux.
c.     Agar memenuhi persyaratan kesehatan, perlu dilakukan tindakan sebagai
berikut.
    1)    Pencahayaan alam atau buatan diupayakan tidak menimbulkan kesilauan dan         memiliki intensitas sesuai dengan peruntukannya.
     2)    Penempatan bola lampu dapat menghasilkan penyinaran yang optimum dan         bola lampu harus sering dibersihkan.
     3)    Bola lampu yang tidak berfungsi dengan baik segera diganti.
5.     Vektor penyakit
a.     Pengertian
 Vektor penyakit adalah binatang yang dapat menjadi perantara penular berbagai penyakit tetentu (misalnya: serangga).  Reservoar (pejamu) penyakit adalah binatang yang didalam tubuhnya terdapat kuman penyakit yang dapat ditularkan kepada manusia (misalnya: tikus dan lalat)
b.     Tata cara pelaksanaan
1)     Pengendalian secara fisika.
    a)    Konstruksi bangunan tidak memungkinkan masuk dan berkembangbiaknya         vektor reservoar penyakit kedalam ruang kerja dengan memasang alat yang         dapat mencegah masuknya serangga dan tikus.
     b)    Menjaga kebersihan lingkungan, sehingga tidak terjadi penumpukan sampah         dan sisa makanan.
     c)    Pengaturan peralatan dan arsip secara teratur.
     d)    Meniadakan tempat perindukan serangga dan tikus.
2)     Pengendalian dengan bahan kimia, yaitu dengan melakukan:
 a)    Penyemprotan.
 b)    Pengasapan.
    c)    Memasang umpan.
     d)    Abatesasi pada penampungan air bersih.
6.     Ruang dan Bangunan.
a.     Bangunan kuat, terpelihara, bersih, dan tidak memungkinkan terjadinya gangguan
    kesehatan dan kecelakaan.
b.     Lantai terbuat dari bahan ang kuat, kedap air, permukaan rata, tidak licin, dan
    bersih.
c.     Setiap orang mendapatkan ruang udara minimal 10 m3 / siswa.
d.     Dinding bersih dan berwarna terang, permukaan dinding yang selalu terkena
    percikan air terbuat dari bahan yang kedap air.
e.     Langit-langit kuat, bersih, berwarna terang, ketinggian minimal 2,50 m dari lantai.
f.     Atap kuat dan tidak bocor.
g.     Luas jendela, kisi-kisi atau dinding gelas kaca untuk masuknya cahaya minimal 1/6 kali luas lantai.
7.     Toilet dan Wastafel.
Toilet dan wastafel harus terdapat di dalam ruang laboratorium. Hal ini untuk memudahkan pencucihamaan dan membersihkan diri.
8.     Instalasi
Instalasi adalah penjaringan pipa/kabel untuk fasilitas listrik, air limbah, air bersih, telepon dan lain-lain yang diperlukan untuk menunjang kegiatan laboratorium. Instalasi listrik, pemadam kebakaran, air bersih, air kotor, air limbah, air hujan harus dapat menjamin keamanan sesuai dengan ketentuan teknis berlaku.
Tata cara pelaksanaan.
1.     Instalasi untuk masing-masing peruntukan sebaiknya menggunakan kode warna dan label.
2.     Diupayakan agar tidak terjadi hubungan silang dan aliran balik antara jaringan
    distribusi air limbah dengan menggunakan air bersih sesuai dengan ketentuan
    yang berlaku.
3.     Jaringan instalasi agar ditata sedemikian rupa agar memenuhi syarat estetika.
4.     Jaringan instalasi tidak menjadi tempat perindukan serangga dan tikus.

D.    Menetapkan kebijakan perlindungan lingkungan
    Kebijakan ini, diantaranya melalui:
a.     Sistem manajemen pengelolaan limbah
Sampah harus dibuang dalam tempat sampah yang disediakan serta sesuai dengan kode warna (colour coding) dan sampah makanan hanya boleh dibuang ke dalam tempat sampah makanan dan tidak diperbolehkan berada selama lebih dari 24 jam di tempat sampah.
1)    Warna Hijau : untuk sampah organik (makanan, dedaunan, kertas, dll).
2)    Warna Kuning : untuk sampah anorganik (plastik, mika, kaca, kain, sisa bahan
    tanam, dll).
3)    Warna merah : untuk sampah yang mengandung bahan berbahaya (tinta foto copy, tinta printer, spidol, sisa polimer, sisa monomer, dll).
b.     Penghematan sumber daya alam
Melakukan usaha-usaha penghematan sumber daya dengan cara penghematan terhadap pemakaian listrik dan air.
c.     Perlindungan hutan
Membantu perlindungan hutan di indonesia dengan cara menerapkan kebijakan terhadap penghematan pemakaian kertas dengan menggunakan e-mail dalam aktifitas laboratorium.
d.     Mengadakan pelatihan K3.
Pendidikan dan pelatihan siswa diperlukan untuk memastikan bahwa setiap siswa mempunyai keahlian yang sesuai dengan pekerjaannya. Begitu pula dengan pelatihan di bidang K3, diharapkan semua siswa dapat memahami pentingnya K3 di lingkungan tempat bekerja.
e.     Sosialisasi
Mensosialisasikan keadaan darurat pada semua guru dan siswa, misalnya bahaya kebakaran.















Keragaman bentuk Muka BUmi Sebagai Akibat Proses Eksogen

KERAGAMAN BENTUK MUKA BUMI SEBAGAI AKIBAT
PROSES EKSOGEN
Uji Kemampuanmu
Kamu tentu sudah memahami proses vulkanisme. Sebutkan dampak positif dan negatif dari letusan
gunung api!
Setelah mempelajari berbagai tenaga pembentuk muka bumi yang berasal
dari dalam bumi (tenaga endogen), berikut ini akan dipelajari tenaga yang
ikut memengaruhi terbentuknya muka bumi kita, yaitu tenaga eksogen.
Di televisi atau koran kita sering melihat atau membaca terjadinya tanah
longsor, gunung api meletus, dan gempa bumi di suatu wilayah. Gunung api
meletus dan gempa bumi merupakan peristiwa yang disebabkan oleh adanya
tenaga endogen. Bagaimana dengan bencana tanah longsor? Tenaga apa yang
menyebabkannya? Jawaban dari pertanyaan tersebut adalah tenaga eksogen.
Pada saat kamu di pantai, akan kamu jumpai peristiwa pasir yang
beterbangan dan berpindah tempat. Hal itu terjadi karena adanya tenaga
eksogen. Apa yang dimaksud dengan tenaga eksogen? Tenaga eksogen adalah
tenaga yang berasal dari luar bumi yang mengakibatkan perusakan atau
perombakan muka bumi. Perwujudan akibat tenaga eksogen adalah
pelapukan, pengikisan (erosi), sedimentasi, dan denudasi. Unsur-unsur yang
berperan dalam prosesnya adalah sinar matahari, temperatur, udara, air, angin,
dan makhluk hidup. Unsur yang paling dominan adalah manusia.
1. Pelapukan
Coba perhatikan gambar di samping! pada siang hari suhu udara tinggi
menyebabkan batuan memuai (mengembang). Pada malam hari, pada saat
suhu udara rendah, batuan akan mengerut (menyusut). Peristiwa
mengembang dan menyusut yang terjadi silih berganti akan menimbulkan
tekanan terhadap batuan. Tekanan yang terjadi secara terus menerus
menyebabkan batuan retak. Lama-kelamaan lapisan batuan bagian luar akan
mengelupas. Proses hancurnya batuan karena suhu udara merupakan bagian
dari pelapukan. Selain karena suhu udara, pelapukan juga dapat terjadi karena
air dan organisme.
Pelapukan adalah suatu proses perusakan atau penghancuran batuan
yang disebabkan oleh pengaruh cuaca (temperatur), air, atau organisme.
Batuan yang mengalami pelapukan hanya pada lapisan luarnya. Tebalnya
ditentukan oleh besarnya pengaruh peristiwa-peristiwa penyebabnya.
Misalnya, di daerah tropis tebalnya dapat mencapai 100 m, sedangkan didaerah lintang sedang hanya beberapa meter saja. Menurut proses
terjadinya diketahui tiga macam pelapukan yaitu pelapukan mekanik
(fisis), pelapukan kimiawi (khemis), dan pelapukan organik (biologis).
a. Pelapukan Mekanik (Fisis)
Pelapukan mekanik adalah proses pecahnya batuan menjadi
pecahan-pecahan batuan yang lebih kecil tanpa mengalami perubahan
komposisi kimia. Pelapukan mekanik terjadi karena adanya perubahan
suhu yang sangat mencolok antara siang dan malam hari, umumnya di
daerah gurun pasir. Bayangkan, suhu udara di daerah gurun dapat
mencapai 70° C pada siang hari, dan turun menjadi 20° C pada malam
hari. Perubahan suhu yang sangat mencolok mengakibatkan terjadinya
pemuaian (pengembangan) dan penyusutan (pengerutan) dengan cepat
sehingga bagian luar dari batu-batuan lama-kelamaan akan pecah.
Pelapukan mekanik juga dapat terjadi karena kekuatan membeku air
yang ada dalam pori-pori dan celah-celah batuan, erosi air laut (abrasi
pantai), dan oleh akar-akar pohon yang masuk ke celah-celah batuan.
Pelapukan ini banyak terjadi di daerah iklim gurun, stepa, dan daerah
bersalju. Gambar 2.25 merupakan salah satu contoh proses pelapukan
mekanik. Pada gambar tersebut terjadi pengelupasan kulit batuan.
Akibat pengelupasan tersebut terbentuk batuan besar yang bulat.
b. Pelapukan Kimiawi (Khemis)
Pelapukan kimiawi adalah proses penghancuran atau proses
rusaknya batuan karena perubahan susunan kimiawi suatu batuan.
Pelapukan ini terjadi dengan cepat di daerah kapur yang beriklim tropis.
Pelapukan kimiawi berlangsung karena adanya air dan suhu udara
yang tinggi. Contohnya pelapukan kimiawi di daerah gunung kapur di
Gunung Kidul, Yogyakarta. Air hujan yang banyak mengandung zat
asam arang (C02) dan diikuti oleh suhu yang tinggi akan memper-cepat
pelarutan mineral-mineral dalam batuan. Ciri-ciri yang dapat ditemui
akibat proses pelapukan kimiawi yang sangat cepat di daerah kapur
dikenal dengan gejala karst. Berikut ini yang termasuk gejala karst.
1) Stalaktit (menggantung pada atap-atap gua kapur) dan stalakmit
(terdapat pada dasar gua kapur) merupakan endapan batuan kapur
di daerah gua kapur.
2) Dolin adalah lubang berbentuk corong di daerah gua
kapur.
3) Uvala, yaitu lubang-lubang dolin yang banyak dan
lama-kelamaan menjadi satu.
4) Polye, yaitu deretan dolin-dolin atau deretan-de-retan
uvala besar.
5) Karren adalah lubang-lubang kecil yang terdapat pada
perpotongan celah-celah akibat larutan kapur oleh air
hujan yang banyak mengandung CO2.
6) Gua dan sungai di dalam tanah. Retakan batuan
kapur akibat proses pelarutan menjadi semakin
besar dan membentuk lubang-lubang atau gua-gua.
Jika lubang-lubang itu berhubungan satu sama lain,
terbentuk sungai-sungai di dalam tanah.
c. Pelapukan Organik (Biologis)
Pelapukan organik merupakan pelapukan yang
disebabkan oleh organisme, baik hewan, tumbuhan
maupun aktivitas manusia.
1) Pelapukan yang disebabkan oleh pengaruh manusia
melalui penemuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Misalnya, pembangunan jalan yang melalui daerah
perbukitan dan aktivitas penambangan.
2) Pelapukan yang disebabkan oleh tumbuhtumbuhan
yang membusuk (humus), akar yang
tumbuh menembus batuan dan lumut yang
menempel pada batuan juga dapat mempercepat
pelapukan batuan.
3) Pelapukan yang disebabkan oleh binatang-binatang
(hewan) kecil, seperti cacing, semut, dan bakteri.
Hewan-hewan tersebut membuat rumah dan tinggal
di dalam batuan akan mempercepat lapuknya
batuan.
2. Pengikisan (Erosi)
Setelah bagian batuan yang melapuk atau telah hancur akan mudah
terkikis oleh angin atau es, tenaga air. Proses pengikisan batuan ini disebut
erosi. Proses erosi merupakan kelanjutan dari proses
pelapukan. Berdasarkan faktor-faktor penyebabnya, erosi
dapat dibedakan menjadi empat macam, yaitu sebagai berikut.
a. Erosi Oleh Air Sungai
Air sungai yang mengalir akan menimbulkan gesekan
dengan tanah yang dilaluinya. Gesekan air sungai
menyebabkan terjadinya pengikisan. Kekuatan pengikisannya
dipengaruhi oleh kecepatan dan jumlah air yang mengalir.
Akibat pengikisan ini timbullah lembah, ngarai, jurang, dan
meander (sungai yang berkelok-kelok).
b. Erosi Oleh Air Laut (Abrasi)
Erosi oleh air laut atau erosi marin merupakan pengikisan
air pantai oleh pukulan gelombang-gelombang laut yang terusmenerus
pada dinding pantai. Akibatnya terbentuklah tebing
terjal (cliff) dan gua laut. Contohnya abrasi di pantai selatan
Pulau Jawa.
c. Erosi Oleh Gletser
Erosi oleh gletser terjadi di daerah beriklim sedang yang mempunyai
empat musim dan daerahnya bergunung-gunung. Pada
musim semi, gletser (lapisan es) yang meluncur dan menuruni
lembah. Dan saat batuan atau tanah bergesekan dengan gletser
maka terjadilah proses pengikisan. Akibatnya terbentuk danau
gletser serta lembah-lembah yang semula berbentuk V menjadi U.
d. Erosi Oleh Angin (Deflasi)
Pengikisan oleh angin pada permukaan batuan dapat
memindahkan pecahan batu-batuan atau pasir serta
menerbangkan debu, kemudian mengendapkannya di suatu
tempat.

Gempa Bumi

Gempa Bumi
Lihatlah dengan saksama Gambar yang menunjukkan distribusi daerah rawan gempa bumi dan gunung api di dunia! Kemudian, bandingkan dengan gambar distribusi lempeng dunia sebelumnya! Apa yang dapat kamu
simpulkan pada kedua gambar tersebut? Terlihat jelas bahwa distribusi gunung api dan daerah rawan gempa bumi terdapat pada batas lempeng. Mengapa demikian? Alasan utamanya karena sebagian besar daerah yang labil terdapat di batas lempeng di mana banyak terdapat aktivitas tektonik.
Gempa bumi adalah peristiwa bergetarnya lapisan bumi sebagai akibat adanya pergeseran lapisan kulit bumi. Gempa ada yang memiliki kekuatan besar dan ada yang memiliki kekuatan kecil.
Pada umumnya gempa bumi terjadi di daerah sepanjang patahan, baik di daratan maupun di lautan. Pusat gempa disebut hiposentrum yang terdapat di dalam bumi. Daerah di permukaan bumi yang dekat dengan pusat gempa, tegak lurus di atas hiposentrum sehingga seolah-olah dari sinilah sumber terjadinya gempa disebut episentrum. Beberapa hal yang berkaitan dengan gempa bumi akan dibahas pada uraian berikut ini.
1) Jenis gempa bumi
Gempa bumi dapat digolongkan berdasarkan beberapa aspek, yaitu menurut sumber penyebabnya, menurut
kekuatan atau intensitasnya, menurut letak hiposentrum dan episentrum.
Berdasarkan faktor penyebabnya ada tiga macam gempa bumi, yaitu gempa tektonik, gempa vulkanik, dan
gempa runtuhan (terban).
a) Gempa tektonik, yaitu gempa bumi yang disebabkan oleh tenaga tektonik, berupa pergeseran
lapisan kulit bumi atau dislokasi. Gempa jenis ini yang paling sering terjadi gempa di dunia, terutama pada wilayah pegunungan muda yang masih labil. Jenis gempa ini yang paling berbahaya.
b) Gempa vulkanik, yaitu gempa yang terjadi karena adanya aktivitas gunung berapi, meliputi aktivitas
pada waktu gunung api akan, sedang, dan sesudah meletus. Jenis gempa ini tidak begitu kuat atau tidak
berbahaya dan biasanya hanya dirasakan oleh penduduk di sekitar gunung api tersebut.
c) Gempa runtuhan (terban), yaitu gempa yang terjadi karena runtuhnya tanah. Gempa ini hanya merupakan
gempa kecil dan sangat lemah. Terjadi di gua gua daerah pegunungan kapur dan daerah
penambangan bawah tanah.
Berdasarkan intensitasnya, gempa dapat dibedakan menjadi dua.
a) Gempa dengan intensitas tinggi (macroseisme), dapat diketahui tanpa menggunakan alat.
b) Gempa dengan intensitas kecil (microseisme), untuk mengetahuinya harus menggunakan alat.
Berdasarkan letak hiposentrum, kita mengenal tiga jenis gempa.
a) Gempa dangkal, letak hiposentrum berada kurang dari 10 km di bawah permukaan bumi.
b) Gempa menengah, letak hiposentrum antara 10 – 30 km di bawah permukaan bumi.
c) Gempa dalam, letak hiposentrum berada lebih dari 30 km di bawah permukaan bumi.
Berdasarkan letak episentrumnya, gempa dapat dibedakan menjadi:
a) Gempa laut, jika letak episentrum berada di dasar laut. Gempa ini sangat berbahaya karena dapat menimbulkan gelombang pasang yang dinamakan Tsunami. Contohnya Tsunami di Aceh dan Nias (Indonesia), serta Jepang.
b) Gempa daratan, jika letak episentrum berada di daratan. Bila gempa ini sangat kuat akan merusak bangunan yang ada di daerah itu. Contohnya gempa yang terjadi di Peru dan Chili.
Gambar 2.15 Gerakan energi getaran gempa
Sebagaimana telah kita ketahui, bahwa Indonesia berada pada daerah pertemuan sistem pegunungan muda dunia yang masih labil, yaitu Sirkum Mediterania dan Sirkum Pasifik.
Indonesia juga merupakan daerah vulkanis yang memiliki banyak gunung berapi yang masih aktif. Oleh karena itu, wilayah Indonesia sering mengalami gempa bumi terutama gempa tektonik dan vulkanik.

Ozon


 Ozon
Ozon merupakan gas yang terdiri dari molekul-molekul unsur ozon. Rumus molekul
ozon adalah O3 karena ozon terdiri dari 3 atom oksigen. Lapisan ozon terdapat di
stratosfer, yaitu ketinggian .... Km dari permukaan bumi. Lapisan stratosfer berfungsi
melindungi bumi dari sinar ultraviolet yang dipancarkan oleh matahari.
Penipisan lapisan ozon akan memberi efek negatif pada bumi dan mahluk hidup
karena intensitas sinar ultraviolet yang sampai ke bumi meningkat. Akibat langsung
radiasi ultraviolet bagi bumi adalah terjadinya pemanasan global atau yang lebih
dikenal dengan efek rumah kaca. Akibat pemanasan global ini adalah es di kutub
mencair sehingga permukaan air laut meningkat. Radiasi sinar ultraviolet langsung
pada kulit akan mengakibatkan terjadinya kanker kulit, pada mata akan mengakibatkan
terjadi katarak yang mengarah pada kebutaan, dan pada tubuh akan mengakibatkan
daya tahan tubuh berkurang sehingga orang akan gampang sakit. Efek negatif radiasi
sinar ultraviolet pada tumbuhan adalah pertumbuhannya menjadi lambat sehingga
tumbuhan cenderung menjadi kerdil.
Apa yang menyebabkan kerusakan lapisan ozon? Perusak lapisan ozon di antaranya
adalah CFC (Chlorofluorocarbon), halon, karbon tetra klorida (CCl4), dan gas CO2. CFC
merupakan senyawa yang stabil, tidak mudah terbakar dan tidak beracun, gas ini
digunakan pada lemari es, AC, dalam produksi busa (foam) dan bahan pembuat spray.
Halon digunakan sebagai pemadam kebakaran. Gas-gas di atas bersifat stabil sehingga
dapat mencapai stratosfer. Pada lapisan ini gas tersebut
membebaskan unsur klor dan bromin, unsur inilah yang
menjadi katalis penguraian ozon. Pada saat ini ilmuwan telah
menemukan lobang lapisan ozon di atas antartika dan kutub
utara.
Bagaimana mencegah agar kerusakan lapisan ozon tidak
semakin parah? Tentunya perlu upayamu dan kita semua
untuk menghentikan penggunaan zat perusak ozon tersebut.
Seperti, pada saat ini telah ditemukan zat ramah lingkungan
pengganti bahan yang berbahaya, seperti CFC diganti dengan
HCFC, HFC, atau gabungan keduanya. Selain itu diperlukan
kesadaran kita untuk menjaga agar bumi ini tetap hijau.

Sunday, 21 August 2016

Karakteristik Matahari

Karakteristik Matahari

a. Matahari 
(Bintang terdekat dengan bumi) Bintang adalah benda langit yang dapat memancarkan cahaya sendiri dan bintang yang paling dekat dengan Bumi yaitu Matahari. Kumpulan bintang disebut galaksi dan matahari termasuk dalam galaksi Bimasakti. Matahari adalah bintang yang relatif kecil di dalam jagat raya dan yang paling dekat dengan bumi. Jarak rata-rata Bumi — Matahari adalah 150 juta kilometer atau disebut satuSatuan Astronomis (1 SA). Matahari terbentuk 5 milyar tahun yang lalu, terdiri atas bola api raksasa. Suhu permukaan matahari sekitar 6.000 °C, tetapi bagian intinya mencapai 15 juta derajat Celsius. Matahari terdiri atas materi gas dengan komposisi hidrogen (70 %), helium (25 %), dan unsur lain (5 %). 
Jarak antar bintang dinyatakan dalam satuan "tahun cahaya". Satu tahun cahaya adalah jarak yang ditempuh cahaya dalam 1 tahun. Jarak matahari ke bumi hanya 150 juta kilometer, sedangkan jarak bintang — matahari yang terdekat kedua adalah Alpha Centauri yang berjarak 4,35 tahun cahaya atau jarak bumi — Alpha Centauri adalah sekitar 270.000 kali jarak bumi-matahari.
 Secara fisik, matahari terbagi atas 3 bagian, yaitu: 
1) Inti matahari. 
2) Bola matahari (fotosfer). 
3) Atmosfer matahari. 
1) Inti matahari 
Inti matahari berdiameter sekitar 14 x 510 km atau 109 kali diameter bumi. Inti inilah yang merupakan pusat sumber tenaga. Di sinilah transformasi (pengubahan) hidrogen menjadi helium, menghasilkan energi matahari dari reaksi inti (nuklir). Proses pengubahan dalam reaksi inti disebut reaksi rantai proton-proton (rantai PP). 
Energi yang diciptakan pada bagian dalam matahari, kemudian dijalarkan ke permukaan bumi dan diradiasikan ke dalam ruang angkasa. Sekitar 99 % radiasi elektromagnetik yang diemisikan oleh matahari terletak pada daerah 0,15 dan 4,0 grn. Distribusi spektral energi ini adalah 9 % ultraviolet, 45 % radiasi tampak dan 46 % inframerah, energi ini dijalarkan ke permukaan bumi dalam bentuk radiasi elektromagnetik. Peristiwa ini akan berhenti jika hidrogen dalam reaksi inti (nuldir) menjadi habis. Diperkirakan radiasi matahari dapat berlangsung sampai sekitar 10 milyar tahun, dan setiap menitnya matahari meradiasikan energi sebesar 56 x 1026 kalori.
2) Fotosfer 
Jika kita memandang matahari ketika terbit dan terbenam atau melalui lapisan awan, maka matahari tampak seperti piringan yang pinggirnya jelas. Piringan matahari yang tampak ini disebut fotosfer.
Dalam suatu kesempatan kamu dapat melihat noda-noda (spots) hitam pada fotosfer. Noda-noda hitam besar di tengah-tengah (umbra) dengan noda-noda kecil di sekitarnya (penumbra). Cacat-cacat matahari ini disebut noda matahari yaitu area fotosfer yang dingin. Galileo mengamati noda-noda matahari dengan teleskopnya pada tahun 1610.
Pergeseran noda-noda umbra dan penumbra tersebut menunjukkan bahwa fotosfer melakukan gerak rotasi dengan kecepatan yang berbeda di kutub dengan di ekuator. Rotasi di bagian kutubnya berlangsung selama 27 hari untuk satu kali putaran, sedangkan di bagian ekuator memerlukan waktu 25 hari. Perbedaan waktu rotasi tersebut dapat dimengerti karena bola matahari terdiri dari gas. 
Setiap kurang lebih 11 tahun sekali bola matahari memperlihatkan bintik hitam dalam jumlah yang sangat banyak, dan dapat mengganggu magnetis bumi. Selain menimbulkan gangguan tersebut, dapat pula mempengaruhi keadaan atmosfer bumi, misalnya mempengaruhi gelombang radio. Gejala ini disebut granulasi fotosfer. 
3) Atmosfer matahari 
Atmosfer  matahari terdiri dari kromosfer dan korona. Kromosfer atau lapisan warna (sphere of color) yang tebalnya sekitar 16.000 km, merupakan bagian yang sangat "sibuk".  Setiap saat muncul gunung-gunung cahaya sampai ketinggian ratusan ribu kilometer berbentuk lidah api, yang kemudian tertarik kembali ke kromosfer. Gunung-gunung cahaya itu disebut protuberans (prominen). Kromosfer menandai transisi dari fotosfer ke atmosfer matahari bagian luar. 
Bila bulan menghalangi cahaya matahari, maka korona menjadi tampak. Korona adalah atmosfer matahari bagian luar yang meluas sampai jutaan kilometer ke dalam angkasa. Korona dapat terlihat pada saat terjadi gerhana matahari. Kadang-kadang korona mirip dengan bunga matahari. 
b. Gerakan semu matahari
Gerakan semu matahari dibatasi oleh garis lintang 23,5° Utara yang disebut tropis cancer atau garis balik utara dan lintang 23.5° Selatan yang disebut tropis capricorn atau garis balik selatan. Posisi matahari di ekuator disebut ekinoks, terjadi dua kali selama revolusi bumi terhadap matahari yaitu tanggal 21 Maret disebut ekinoks musim semi dan 23 September disebut ekinoks musim gugur untuk Belahan Bumi Utara. 
Pada tengah hari, jam 12.00, sinar matahari tegak lurus ekuator, matahari menyinggung Kutub Utara (KU) dan Kutub Selatan (KS). Lingkaran terang melalui KU dan KS membagi garis lintang tempat sama besar, sehingga lamanya siang dan malam hari sama, yaitu 12 jam di seluruh tempat di bumi. 
Energi matahari di daerah ekuator maksimum kemudian berkurang ke arah kutub, dan di kutub energi matahari mendekati nol. Lihat Gambar 2.2.13! Di Pontianak (ekuator, lintang 0°) pada waktu ekinoks 21 Maret dan 23 September, banyak dikunjungi oleh wisatawan domestik dan mancanegara untuk membuktikan bahwa tengah hari (jam 12.00) tidak terdapat bayangan karena matahari tepat di atas kepala kita.
Kedudukan matahari pada 23,5° LU terjadi pada tanggal 22 Juni, disebut solstis musim panas atau pada 23,5° LS terjadi pada tanggal 22 Desember, disebut solstis musim dingin untuk belahan bumi utara. 
Ciri-ciri solstis musim panas adalah sebagai berikut: 
1) Kutub Utara condong 23,5° ke matahari, sinar matahari pada jam 12.00 tegak lurus pada 23,5° LU. 
2) Di belahan bumi utara, sinar matahari menyinggung 66,5° LU setelah melewati kutub utara, di belahan bumi selatan sinar matahari hanya sampai pada 66,5° LS. 
3) Lingkaran terang tidak membagi garis lintang sama besar kecuali pada ekuator, sehingga lamanya siang tidak sama dengan lamanya malam, kecuali di ekuator. 
4) Belahan bumi utara lebih luas ke arah matahari daripada belahan bumi selatan, sehingga siang harinya lebih lama, daerah 66,5° — 90° LU siangnya mencapai 6 bulan. 
5) Lamanya siang ditambah dengan sudut matahari yang lebih besar, menghasilkan insolasi maksimum di belahan bumi utara pada tanggal 22 Juni, sehingga temperatur tinggi dan terjadi solstis musim panas. 
Insolasi dipengaruhi oleh lamanya siang, yaitu panjang waktu dari matahari terbit sampai matahari terbenam, oleh lintang geografis dan letak tempat. Bertambahnya lintang suatu tempat menyebabkan sudut jatuh dan intensitas insolasi menjadi berkurang. 

Daftar Pustaka : PT.PHIBETA ANEKA GAMA

Magnet Pada Makhluk Hidup

Magnet pada makhluk hidup


Beberapa jenis hewan memiliki magnet. Lebah, merpati, ikan paus, dan lumba-lumba memiliki gaya magnet. Gaya magnet pada makhluk hidup ini merupakan kompas yang memungkinkan merekadapat menemukan jalannya.
Sebuah burung merpati memilii gaya magnet di dalam kepala dan lehernya. Gaya magnet itu dapat membimbing burung yang terbang pada cuaca yang gelap ketika tidak tampak sinar matahari. Bila gaya magnet pada merpati itu melemah, ia  tidak dapat menemukan jalan pulang.










A.    Migrasi Mengarungi Samudera
Beberapa ilmuwan mempercayai bahwa ikan paus dan lumba-lumba memiliki sejenis kompas. Ini dapat menolong mereka dalam mengikuti magnet bumi ketika mereka melakukan migrasi mengarungi samudera. Kita sering melihat ikan paus terdampar di pantai. Ini tampaknya terjadi jika suatu pantai atau pulau berada di seberang jalur rombongan ikan paus bergerak.
 Ketika arus samudra bergerak menuju medan magnet bumi, mereka membuat arus listrik sangat kecil. Beberapa ikan dapat mendeteksi arus listrik ini dan menggunakannya sebagai kompas elektromagnetis. Ikan hiu, sebagai contoh, dapat mendeteksi arus listrik lebih kecil dari sebuah baterai senter.









B.    Manusia memiliki magnet
Bahkan, manusia pun mempunyai suatu kompas! Tahukah kamu bahwa kamu mempunyai magnet di belakang hidungmu? Beberapa ilmuwan sudah melakukan eksperimen dengan para tunanetra. Para tunanetra dapat kembali pulang walaupun berjarak beberapa kilometres dari rumah mereka. Orang-orang ini dapat menunjuk arah rumah mereka dengan teliti dibanding orang-orang yang dapat melihat. Orang-Orang yang ditutup matanya dengan kain mungkin menggunakan suatu kompas yang ada di dalam dirinya sebagai ganti penglihatannya. Jika memakai suatu topi yang berisi magnet, mungkin saja bahwa indera perabamu tidak akan bekerja dengan baik!

Mengenal Peralatan yang Menggunakan Magnet

Mengenal peralatan yang menggunakan magnet


Dapatkah kamu menyebutkan berbagai peralatan yang menggunakan magnet. Lalu, bagaimanakah prinsip kerjanya? Di sekitar kita banyak sekali peralatan yang menggunakan magnet. Contoh sederhana, lihatlah lemari es di rumahmu! Pintu lemari es menggunakan magnet untuk dapat ditutup.
Berikut ini ayo kita kenali lebih dalam manfaat magnet dalam berbagai peralatan di sekitar kita!
A.     Motor Listrik
Motor listrik tidak mengahsilkan gas buangan yang mencemari udara dan memperbesar efek rumah kaca (penyebab suhu bumi naik) seperti terjadi pada mesin bahan bakar bensin atau solar (mesin diesel). Motor listrik bekerja berdasarkan  prinsip eletromagnet. Motor listrik dikembangkan oleh fisikawan  asal Inggris Michael Faraday (1791-1867), pada 1831. Dengan memanfaatkan sifat magnet yang saling tolak dan saling tarik berdasarkan kutubnya, ditambah dengan elektromagnet yang memiliki medan magnet besar bila dialiri listrik, maka motor listrik dapat mengasilkan tenaga putar.
Contoh sederhana motor listrik dapat kita jumpai pada dinamo sepeda dengan tenaga putar ban sehingga menghasilkan energi listrik. Atau sebaliknya pada motor listrik mobil-mobilan dengan tenaga batere menghasilkan tenaga putar.
Motor listrik sangat berpotensi untuk dikembangkan. Hal ini mengingat ramah lingkungan dan diharapkan dapat menjadi energi alternatif. Sebagai contoh: Belanda mengembangkan kincir angin yang menggunakan dinamo guna menciptakan pembangkit listrik.











B.     loadspeaker
Pengeras suara  atau yang sering kita kenal loudspeaker adalah perangkat yang mengubah getaran listrik menjadi suara. Alat ini biasanya terdapat pada bagian akhir rangkaian elektronika, seperti telepon, televisi, radio, atau hi-fi. Metode pembangkitan suara dari sinyal-sinyal rangkaian penguat telah dikembangkan sejak tahun 1874 oleh warga Jerman, Wemer von Siemens, dan juga di Inggris pada tahun 1898 oleh Oliver Lodge. Pengeras suara sederhana terdiri atas osilator yang mengubah sinyal listrik menjadi gerak mekanik dan pembungkusnya, yang meneruskan gerak mekanik menuju udara di sekitamya.
Sebagian besar pengeras suara dibuat atas dasar prinsip elektrodinamika. Pengeras suara ini pertama kali dipatenkan pada tahun 1924 oleh Chester W. Rice dan Edward W. Kellogg di Amerika Serikat. Jenis lainnya menggunakan prinsip elektrostatika, yang ge- taran suaranya dihasilkan dari perubahan tegangan antara lempeng-lempeng yang bermuatan listrik.











Berdasarkan prinsip elektrodinamika, umumnya, pengeras suara tersusun atas magnet permanen berbentuk gelang yang dilekatkan pada lempeng belakang, dengan kutub elektrode besi lunak tepat di tengahnya. Susunan ini menghasilkan fluks magnetik radial. Kumparan suaranya, yang terbuat dari kabel sangat halus, mengelilingi kutub elektrode. Salah satu ujung kumparan suara ditempelkan pada bagian bergerak yang disebut diafragma. Diafragma ini bebas bergerak maju-mundur pada celah udara. Diafragma bisa terbuat dari kertas, plastik, logam, atau kadang-kadang gabungan dua atau lebih bahan-bahan tersebut. Agar dapat bergetar maju-mundur secara menyeluruh, tepi diafragma biasanya berombak. Arus bolak-balik yang masuk menyebabkan kumparan suara bergetar, lalu menggerakkan diafragma. Gerakan ini diteruskan menuju udara dan memancar berupa suara.
Pengeras suara elektrostatik tersusun atas sebuah lempeng bergerak atau elektrode, dan lempeng tak bergerak. Lempeng tak bergerak menerima muatan listrik sebagai tegangan polarisasi, agar terdapat medan listrik di antara kedua jenis lempeng tak bergerak dan bergerak. Bila ada sinyal listrik masuk, lempeng bergerak akan mengubah-ubah medan listrik; dan perubahan gaya elektrostatik yang terjadi di antara lempeng-lempeng itu akan menyebabkan bergetarnya lempeng bergerak, yang kemudian mengeluarkan suara. Pengeras suara yang banyak digunakan umumnya memakai dua lempeng bergerak, dengan kedudukan berselingan, lempeng bergerak, tak bergerak, bergerak.
Gerakan yang dihasilkan pengeras suara memiliki frekuensi resonansi alamiah, mirip benda yang ditempelkan pada pegas; peran pegas dijalankan oleh kerucut kertas. Umumnya pengeras suara dirancang dengan frekuensi resonansi alamiah serendah mungkin.
Karena caranya berperan, pengeras suara elektro-dinamik bisa dispesialisasikan untuk mencapai rancangan optimal dalam fungsi-fungsi khusus. Contohnya, woofer adalah pengeras suara untuk suara berfrekuensi rendah, atau suara bas, yakni pengeras suara yang dirancang untuk mereproduksi kelompok nada rendah dari rentang frekuensi dengan fidelitas maksimum. Pada saat yang sama dilakukan pembatasan terhadap suara-suara berfrekuensi tinggi. Jadi untuk mereproduksi seluruh rentang frekuensi dibutuhkan juga pengeras suara khusus yang berfrekuensi tinggi. Jenis yang disebut tweeter ini menarnpung suara-suara nada tinggi. Woofer berat dan berukuran relatif besar, dengan garis tengah antara 25- 45 sentimeter, sedangkan tweeter lebih kecil dan lebih ringan, umumnya berbentuk kerucut dengan garis tengah 5-15 sentimeter.
Tweeter tak memiliki bagian yang bergetar. Sebagai gantinya, jenis ini mengurai muatan-muatan listrik udara (ion gas) yang terkurung dalam suatu tabung kecil di dalam pengeras suara itu. Ketika terpengaruh oleh sinyal-sinyal rangkaian penguat, ion gas ini bergetar. Getaran ini diteruskan melewati suatu ruangan yang berbentuk seperti terompet kecil, sehingga dihasilkan suara dengan nada tinggi saja.
Dalam sistem hi-fi, berkenaan dengan pembagian frekuensi, umumnya digunakan juga pengeras suara untuk frekuensi interval tengah; suatu unit yang secara fisik dan elektrik berada di antara woofer dan tweeter. Bila sistem hi-finya hanya menggunakai woofer dan tweeter, sistem itu disebut sistem pengras suara dua jalur, dan bila ditambahkan pengeras suara interval tengah, disebut sistem tiga jalur.
Pada sistem hi-fi, umumnya digunakan pembagi frekuensi suara atau jaringan crossover, agar dapat dilakukan pemisahan frekuensi. Jaringan ini berfungsi membagi interval frekuensi menjadi dua atau tiga bagian dan membawanya menuju pengeras suara masing-masing, sehingga mencegah masuknya frekuensi yang tak dikehendaki ke pengeras yang salah. Contohnya, menyaring nada rendah yang menuju tweeter agar semua nada rendah mengalir ke woofer. Rangkaian khusus ini ditempatkan di antara rangkaian penguat dan pengeras suara.
C.     kaset dan sejenisnya
Tentunya kamu di rumah memiliki kaset, dan sejenisnya. Tidakkah kamu menyadari bahwa barang-barang berteknologi itu menggunakan magnet sebagai utama yang menentukan.
1.     Kaset
Kaset merupakan perangkat kompak yang berisi pita magnetik untuk menyimpan dan menyajikan rekaman suara dan gambar. Kaset dapat dibagi dua, yaitu kaset perekam suara (kaset audio) dan kaset perekam gambar (kaset video). Kaset audio dapat dimainkan pada perekam pita (tape recorder), sedangkan kaset video dapat dimainkan pada perekam pita video (video tape recorder).
lde untuk merekam suara pertama kali diperkenalkan oleh Thomas Alva Edison, ilmuwan AS, dengan menciptakan fonograf pada tahun 1877. Alat itu dapat merekam suara dengan menggunakan sebuah silinder berlapis aluminium sebagai media penyimpan. Suara yang hendak direkam ditangkap dengan menggunakan sejenis diafragma. Getaran diafragma akibat bunyi tersebut diteruskan pada sebuah jarum yang kemudian menuliskan getaran suara tersebut pada silinder alumunium yang berputar Sebuah jarum lainnya digunakan untuk memperdengarkan hasil rekaman tersebut dengan cara memutar kembali silinder yang telah direkam. Suara hasil rekaman tersebut dapat didengarkan dengan mengguna-kan semacam corong yang berfungsi sebagai speaker.
Cara Kerja Kaset
Kaset yang lazim diputar pada alat tape recorder terdiri dari rumah kaset, pita kaset, dan dua buah gulungan pita. Pita kaset yang terbuat dari plastik itu dilapisi oleh lapisan oksida terrik, yaitu semacam serbuk halus yang bersitat magnetik. Dalam suatu tape recorderada bagian yang disebut recording head (kepala rekam) atau biasa disebut sebagai head saja. Head ini adalah sebuah elektromagnet yang menginduksikan daya magnetnya pada pita yang berputar pada saat rekaman (recording). Daya magnet tersebut berubah-ubah sesuai dengan aliran listrik yang dikirimkan oleh mikrofon. Perubahan magnetik itu mempengaruhi pita kaset dan membentuk semacam pola. Pada saat rekaman tersebut diputar kembali (playback) pola magnetik tersebut dibaca kembali oleh head yang kemudian mengirimkan sinyal kepada penguat sinyal (amplifier) sehingga kemudian dapat keluar menjadi suara melalui speaker.
2.    Kaset Video
Pita kaset video terbuat dari plastik yang berlapis oksida terrik. Pada proses perekaman ketika pita melalui kepala rekam partikel-partikel oksidanya dimagnetisasi ke dalam pola-pola yang bersesuaian dengan isyarat-isyarat televisi. Pita merekam arus listrik hasil ubahan isyarat televisi melalui kumparan kabel ke dalam elektromagnet yang disebut head. Pola rekaman video terdiri atas tiga jalur, yaitu jalur suara, jalur gamba dan jalur kontrol. Jalur gambar terletak di tengah pita dan memerlukan tempat yang lebih banyak, sedangkan jalur suara dan jalur kontrol berada pada tepi pita. Jalur kontrol menjaga keseluruhan jalur agar gambar yang tercipta tidak tumpang tindih atau miring pada saat muncul di layar televisi.
D.     Cakram magnetik
Cakram magnetik  adalah salah satu jenis perangkat keras sebagai tempat penyimpanan sekunder pada komputer (jenis lain adalah pita magnetik, drum magnetik, dan penyimpanan teras besar). Cakram ini terbuat dari logam atau plastik yang disalut secara khusus. Informasi direkam dnegan memagnetkan sel-sel pada permukaan cakram, informasi itu tersimpan  dalam bentuk digit biner (0-1).
Pada komputer besar, sejumlah cakram ditumpuk dalam suatu pak cakram yang ditaruh dalam unit penyimpanan. Pengaksesan data atau instruksi yang telah terekam pada cakram lebih mudah daripada pengaksesan pada pita magnetik.
1.    Disket
Mikrokomputer dan minikomputer menggunakan cakram kecil dan lentur yang dalam bahasa inggis sering disebut ploppy disk atau disket. Disket ini mampu menyimpan  beberapa ratus ribu karakter (huruf).
Ploppy disk  terbuat dari piringan plastik berukuran diameter yang cukup kecil, yaitu 3.5 inchi yang dapat dimasukkan ke dalam saku baju. Piringan dari micro disk dibungkus ke dalam suatu tempat yang terbuat dari plastik keras sehingga lebih awet, tidak mudah tergores, dan tidak mudah tertekuk.











Mikrodisk terbuat dari piringan plastik yang lentur, disebut juga dengan micro flopy. Microdisk meruapakn perkembangan dari minidisk dan mulai banyak digunakan di komputer-komputer mikro.
Pada tahun 1972, IBM memperkenalkan mini disk sebagai media penyimpanan program untuk mainframe komputer. Ini disk disebut juga dengan nama flopy disk, mini flopy disk. Mini disk terbuat dari plastik tipis yang lentur dan dilapisi dengan lapisan magnetik serta dibungkus dengan suatu jaket pelindung.
Suatu minidisk diorganisasikan dengan dibagi menjadi beberapa lingkarang konsentris yang disebut dengan track serta dibagi dalam potongan-potongan melintang yang disebut dengan sector. Jumlah dari sector tergantung dari sistem disk yang dipergunakan untuk masing-masing komputer.
2.    Harddisk
Mikro komputer dapat juga dilengkapi dengan cakram keras (hard disk) yang mampu menyimpan jutaan karakter dan biasanya tidak mudah diambil-ambil. Cakram keras lebih cepat kerjanya dan tidak merepotkan, tetapi lebih mahal dari disket.
Harddisk terbuat dari piringan keras dari bahan alumunium atau keramik yang dilapisi zat magnetik. Karena piringan dari hard disk bentunya keras dan kaku, maka suatu hard disk dapat terdiri dari 5 sampai 100 piringan yang disusun.  Ukuran dari diameter iringan umumnya adalah 14 inchi atau 8 inchi atau 5,25 inchi. diameter 14 inchi dan 8 inchi banyak digunakan di komputer besar dan komouter mini sedang yang berdiameter 5, 25 inchi banyak digunakan untuk komputer mikro.











Komputer mikro sekarang banyak yang menggunakan hard disk dengan kapasitas 80 gigabyte, 160 gigabyte atau bahkan lebih. Harddisk yang terpasang di hard disk drive berputar dengan kecepatan tinggi, berkisar 40-1000 putaran per detiknya.
e.    Generator
Generator pada prinsipnya dapat mengubah energi mekanik menjadi energi listrik. Secara umum, generator dapat didefinisikan sebagai alat yang mengubah beberapa bentuk energi menjadi energi listrik. Energi yang dibutuhkan untuk memutar generator dapat diperoleh dari mesin penggerak seperti turbin air, turbin uap, mesin pembakaran dalam, atau turbin gas.
Pada generator, sumber pembangkit tenaga listrik berasal dari tenaga gerak, sedangkan baterai dan sel bahan bakar mengubah tenaga kimia menjadi tenaga listrik; sel fotolistrik mengubah tenaga cahaya menjadi tenaga listrik; dan termolistrik mengubah tenaga panas menjadi tenaga listrik. Secara teoretis semua mesin listrik bersifat dapat dibalik. Bila dicatu tenaga mekanik, generator akan berfungsi sebagai pembangkit listrik, dan bila diberi tenaga listrik, akan berfungsi sebagai motor listrik.
Generator terbagi atas dua macam, yaitu generator arus bolak-balik dan generator arus searah. Hampir seluruh listrik yang ada saat ini dihasilkan oleh generator arus bolak-balik. Generator arus bolak-balik disebut juga altenator, altenator serernpak, atau generator serempak. Generator serernpak rnerupakan generator utama pada hampir sernua pembangkit listrik tenaga air maupun tenaga uap. Hal ini memudahkan transformator menaikkan tegangan bolak-balik selama pentransmisian (pengiriman listrik) dan penurunan tegangan selama pendistribusian ke pemakai.
Dasar-dasar perubahan tenaga Elektromekanik ditemukan oleh Michael Faraday. Ia membuat alat yang dapat mengubah tenaga mekanik menjadi tenaga listrik dengan bantuan cakram putar (Gambar 1). Prinsip alat ini: konduktor selalu bergerak melintasi medan magnet pada arah yang sama. Prinsip ini kemudian dikenal sebagai kaidah tangan kanan. Kaidah tangan kanan merupakan dasar semua mesin yang mengubah gerakan mekanik menjadi tenaga listrik. Kaidah ini mengatakan bahwa bila sepotong konduktor digerakkan melintasi atau memotong medan magnet, maka akan timbul tegangan konduktor melalui ujung-ujung konduktor. Besarnya tegangan yang timbul adalah:
e  = B.l.v.............(1)
Dengan e adalah besarnya tegangan yang dihasilkan dalam volt; B adalah kuat medan magnet dalam tesla (weber per meter persegi); 1 panjarig konduktor, dalam meter; dan v kecepatan dalam meter per detik.
Beban harus diletakkan di antara ujung konduktor, agar diperoleh arus listrik. Pada saat konduktor dihubungkan dengan beban yang berhambatan, arus listrik akan mengalir di sekitar rangkaian tertutup. Seperti yang pertama kali dibuat oleh Ampere, arus listrik ini berinteraksi dengan medan magnet sehingga menghasilkan gaya F pada konduktor yang arahnya berlawanan dengan gerakan konduktor. Agar diperoleh gerakan konduktor yang konstan, gaya yang sama tetapi berlawanan arah dengan F harus dikenakan terhadap konduktor.
Pada saat generator berputar, konduktor dan arus listrik dibangkitkan di dalam beban.Dalam hal ini mesin mengubah gerakanmekanik menjadi tenaga listrik. Di dalam gerakan motor listrik, arus listrik digunakan di sekitar rangkaian dan gaya dihasilkan agar dapat memelihara gerakan konduktor. Dalam hal ini mesin mengubah tenaga listrik menjadi gerakan mekanik. Jadi gerakan generator atau motor adalah gerakan yang dapat dibalik
Generator arus bolak balik memiliki kumparan berlingkaran banyak yang berputar di dalam medanmagnet. Kegunaan lingkaran banyakini menambah harga panjang konduktor (l) pada persamaan (1), sehingga tegangan (e) menjadi lebih besar.
Generator arus searah  sederhana terdiri atas kutub magnet yang tidak bergerak, kumparan yang berputar, komutator, dan beberapa borstel. Masing-masing ujung kumparan dihubungkan dnegan ruas komutator, yang menyerupai cincin kecil  yang dipotong di tengahnya. Komutator memutar balik sambungan kumparan dan rangkaian bagian luar pada waktu yang bersamaan agar tegangan dibangkitkan di antara pembalikan kumparan. Tegangan  yang dihasilkan oleh mesin yang demikian merupakan tegangan getaran langsung.  Getaran ini dapat dikurangi dengan menggunakan lebih banyak ruas pada komutator.
Di dalam generator arus searah stator dan rotor dipisahkan hanya oleh celah udara yang sangat tipis. Stator terdiri atas bingkai baja, lilitan medan, dan komutator yang melekat pada poros. Sirkuit magnetis generator  terdiri atas bingkai, kutub medan, kutub bantu,lilitan pengganti, gundar, dan giring-giring. Rotor terdiri atas inti, lilitan, dan komutator yang melekat pada poros. Sirkuit magnetis generator terdiri atas bingkai, kutub medan, celah udara antara stator dan rotor, dan inti angker, sedangkan rangkaian listrik generator terdiri atas lilitan medan, lilitan anker, komutator, dan gundar-gundar.
1.     Dinamo Sepeda
Dinamo sepeda merupakan generator. Ketika kita mengayuh sepeda, roda berputar. Akibatnya, dinamo pun ikut berputar.  Perputaran dinamo menghasilkan energi listrik. Pada peristiwa ini terjadi perubahan energi dari energi gerak menjadi energi listrik.









2.     Pembangkit Listrik
Ada banyak macam pembangkit listrik. Yang konvensional ada dua jenis, pembangkit listrik dengan tungku uap berbahan bakar batu bara dan pembangkit berturbin yang berpenggerak air. Jenis yang lebih modem adalah pembangkit bermesin pembakaran dalam dan pembangkit nuklir. Saat pembuatannya, pemilihan jenis dan lokasi penempatannya ditentukan oleh banyak faktor seperti harga pabrik, harga bahan bakar, harga kabel transmisi, ada tidak adanya air pendingin, serta perusakan lingkungan yang ditimbulkannya.
Pembangkit listrik tenaga air membangkitkan sekitar 23,09 persen dari seluruh tenaga listrik yang dihasilkan di Indonesia, yakni sekitar 1.969 Megawatt. Pada tahun 1989, 64 dari 1182 pembangkit listrik yang ada di Indonesia digerakkan oleh tenaga air, 36 di antaranya terdapat di Pulau Jawa. Pembangkit ini mengubah tenaga jatuhnya air menjadi listrik. Pembangkit bertenaga air menggunakan air simpanan dalam waduk di atas bendungan. Air mengalir melalui terowongan atau pipa pesat menuju turbin. Ketika mengalir melalui turbin, tenaganya yang besar menggerakkan baling-baling dan poros turbin, yang kemudian menggerakkan generator listrik. Karena memanfaatkan tenaga jatuhnya air, pembangkit jenis ini harus dibangun di daerah yang memiliki perbedaan elevasi yang tinggi.
Harga operasi pembangkit listrik tenaga air lebih murah dibanding pembangkit uap atau pun diesel dan tidak menyebabkan polusi udara. Namun pembangkit tenaga air ini dibatasi oleh kemampuan waduk menyimpan air, dan hanya ada sedikit tempat yang cocok untuk membangun bendungan dan waduk, yang membutuhkan tempat sangat luas.
Pembangkit listrik tenaga uap membangkitkan sekitar 40,08 persen dari 8.529 Megawatt listrik yang dihasilkan di Indonesia pada awal tahun 1989. Enam dari 10 PLTU yang menghasilkan listrik 3.416 Megawatt ini berada di Pulau Jawa. Sisanya tersebar di Palembang, Medan, dan Ujungpandang. Pada pembangkit ini tenaga dihasilkan dari pembakaran batu bara, minyak, atau gas alam. Bahan bakar dibakar dalam ruang pembakaran untuk menghasilkan panas. Panasnya digunakan untuk mengubah air menjadi uap. Lalu uap dialirkan melalui serangkaian perangkat pemanas. Gas-gas panas bertekanan mengelilingi tabung-tabung yang berisi uap di dalam pemanas, menambah suhu dan tekanan uap di dalam tabung.
Dari pemanas, uap bertekanan tinggi digunakan untuk menggerakkan turbin uap yang sangat besar. Turbin uap ini memiliki sederetan roda yang masing-masing dilengkapi dengan beberapa rotor seperti baling-baling yang terpasang pada poros. Pada saat mendesak turbin, uap menekan bilah-bilah dan menyebabkan roda dan poros turbin berputar. Berputarnya poros memutar rotor generator listrik, dan keluar- lah listrik.
Setelah melewati turbin, uap masuk ke dalam pendingin. Di dalamnya, uap melewati pipa berkelok-kelok yang membawa air dingin. Air pendingin dalam pipa menyerap panas uap. Ketika suhunya turbin, uap mengembun menjadi air yang kemudian dipompa kembali menuju tungku untuk mengalami daur berikutnya.
Meskipun efisien dan dapat diandalkan, pembangkit tenaga uap mengeluarkan banyak polusi. Di beberapa pembangkit yang tidak memiliki menara atau kolam pendingin, air pendingin yang menjadi panas dialirkan ke dalam danau, sungai, atau kolam. Pencemaran panas yang menghangatkan tumbuhan dan binatang di dalam air ini tidak diperkenankan di beberapa negara. Selain itu, asap pembakaran bahan bakar yang mengandung zat kimia dan partikel-partikel mengakibatkan udara tercemar jika asap pembakaran itu dilepas ke atmosfer. Meskipun sebagian besar pembangkit tenaga uap menggunakan perangkat pengontrol pembatas polutan, a1at ini tidak secara mutlak membatasi terjadinya pencemaran.
Pembangkit listrik tenaga nuklir yang belum ada di Indonesia ini membangkitkan sekitar 11 persen kebutuhan listrik dunia. Cara pembangkit nuklir menghasilkan listrik mirip dengan pembangkit tenaga uap. Hanya sebagai ganti niang pembakaran bahan bakar, pembangkit nuklir menggunakan reaktor nuklir. Alat ini digunakan untuk menghasilkan panas dalam jumlah sangat besar melalui proses pemisahan inti atom uranium atau plutonium, bahan bakarnya. Panas pembelahan inti digunakan untuk mengubah air menjadi uap panas bertekanan tinggi. Uap menggerakkan tur- bin yang kemudian memutar generator. Setelah meninggalkan turbin, uap diembunkan menjadi air dan kemudian akan menjalani daur ulang yang sama.
Pembangkit listrik tenaga nuklir membutuhkan bahan bakar lebih sedikit untuk menghasilkan panas yang sama banya,, serta tak menyebabkan polusi udara. Tetapi pembangkit ini mengandung bahan radioaktif ayng berbahaya. Karena itu, pembangkit ini harus memiliki sistem keamanan khusus untuk mencegah terlepasnya zat radioaktif.
F.     Detektor Logam
Detektor logam digunakan untuk mencari objek logam yang tersembunyi. Peranti ini serkarang merupakan perlengkapan baku di setiap bandar udara dalam usaha mencegah pembajakan pesawat terbang. Polisi dalam menaggulangi kejahatan juga diperlengkapi dengan alat ini. Di samping mereka, ahli purbakala, geologiwan yang mengeksplorasi bahan galian logam, dan pencari harta karun memanfaatkan detektor ini. Rancangan dan bentuknya bisa beraneka ragam, namun cara kerjanya sama, yakni berdasarkan  pancaran radio lewat antenanya. Objek logam mampu menyerap gelombang radio ini dan memantulkan kembali. Rangkaian penerima akan menggandakan gelombang pantulan menjadi isyarat yang kuat untuk membunyikan tanda bahaya.
Detektor logam dapat mendeteksi logam yang tertimbun tanah, atau berada di balik batuan atau bata. Banyak detektor yang mempunyai rangkaian pembeda, sehingga dapat membedakan logam mulia dari logam lain. Ada detektro logam yang ringan dan bekerja dengan tenaga baterai sehingga mudah dijinjing.
Bagaimana metal detektor bekerja? Medan magnet terbentuk pada arus listrik alat pendeteksi logam. Medan magnet tersebut menarik berbagai logam yang tersembunyi di dalam tanah. Saat itu lampu pada metal detektor menyala. Hal ini menandakan ada sebuah logam yang terdeteksi.
Alat metal detektor digunakan oleh para pemulung. Dengan membuat alat metal detektor mereka berhasil mengumpulkan banyak paku yang terserak di tanah. Dengan hanya menggunakan magnet yang berkekuatan cukup tinggi mereka mengingatnya pada sebuah batang kayu. Ketika di arahkan ke tanah, berbagai jenis logam pun terkumpul. Ini memudahkan mereka dalam pencarian logam.
G.     Kereta Magnet
Dapatkah kamu membayangkan sebuah kereta bergerak melayang di udara? Para ahli telah membuat dan merasakan sebuah kereta yang meluncur dengan kencang melayang di atas rel. Kereta itu disebut kereta magnet. Kereta magnet tidak berisik seperti kereta api dan tidak menyebabkan polusi. Namun, kereta ini lebih mahal pembuatannya karena membutuhkan rel khusus.
Gaya magnet menjaga kereta magnet di udara, karena pada relnya dan sisi keretanya mengandung magnet.  Teknologi ini menerapkan sifat magnet dimana kutub yang sama tarik menarik dan kutup yang tidak senama tolak menolak. Kutub magnet pada kereta dan rel senama sehingga tolak menolak. Akibatnya, begitu kuatnya magnet tersebut dapat mengangkat kereta dengan penuh penumpang hingga 15 cm diatas rel.









Kereta magnet dapat mencapai kecepatan 480 kilometer perjam. Kereta api biasa tidak dapat mencapai kecepatan ini karena terjadi gesekan antara roda kereta dengan rel sehingga banyak kehilangan kecepatannya.








H.     Telepon
Siapa yang tidak mengenal telepon. Semua orang mengenal telepon. Bahkan siswa sekolah dasar pun menggunakan telepon selular. Telepon adalah perangkat penerirna dan pengirim suara dengan perantaraan listrik. Kata telepon berasal dari bahasa Yunani tele yang berarti jauh dan phone yang berarti suara.
Prinsip kerja pesawat telepon memiliki dua bagian penting, yakni mikrofon dan pengeras suara. Mikrofon mengubah suara menjadi sinyal listrik. Pada mikrofon serbuk arang (jenis mikrofon yang banyak dipakai pada pesawat telepon), membran yang berada di dalam mikrofon akan bergetar apabila seseorang berbicara di depan mikrofon tersebut.
Getaran membran mengubah-ubah kepadatan serbuk karbon yang berada di belakang membran. Resístans serbuk karbon berubah-ubah sesuai dengan perubahan kepadatannya, akibatnya arus listrik yang mengalir melewati serbuk karbon berubah-ubah pula. Arus listrik diperoleh dari baterai yang terpasang di kantor telepon (pada telepon sistem baterai sentral) atau di rumah pelanggan (pada sistem baterai lokal). Karena perubahan arus listrik seirama dengan perubahan resistans serbuk karbon dan sesuai pula dengan perubahan tekanan pada membran, maka perubahan arus listrik pada kawat telepon seirama dengan suara yang diterima oleh mikrofon. Arus listrik yang berubah-ubah berjalan sepanjang bentangan kawat telepon menuju pengeras suara pada pesawat telepon lawan. Pengeras suara berfungsi mengubah sinyal listrik menjadi suara. Di dalam pengeras suara terdapat dua jenis magnet, yaitu magnet permanen dan elektromagnet. Arus listrik yang mengalir dari pesawat telepon pengirim akan memagnetkan elektromagnet. Karena arus listrik berubah-ubah besarnya, maka kemagnetan elektromagnet berubah-ubah pula. Interaksi antara medan magnet permanen dan medan magnet elektromagnet membagkitkan getaran pada membran pengeras suara. Getaran membran ini menghasilkan suara.
Sistem Penyambungan Telepon. Komunikasi antara dua pemakai telepon dapat berlangsung apabila kedua telepon dalam keadaan tersambung satu sama lain. Dalam hal ini ada dua macam sistem penyambungan, yakni sistem manual (melalui operator) dan sistem otomatis.
Pada penyambungan manual, peminta sambungan terlebih dahulu harus berhubungan dengan operator yang berada di kantor telepon sebelum dapat berhu- bungan dengan pemakai telepon yang dituju. Operator menghubungkan telepon pemanggil dengan cara memasukkan jek (jack) atau colok penghubung ke papan-hubung (switchboard) dan membunyikan bel panggil. Dewasa ini sistem penyambungan manual sudah jarang digunakan.
Penyambungan otomatis mulai menggantikan sistem penyambungan manual sejak Almon B. Strowger menemukan sakelar putar bertingkat pada tahun 1 880. Pada sistem ini, pemanggil cukup menekan tombol-tombol angka atau memutar piringan angka sesuai dengan nomor telepon yang dituju. Sistem penyambungan otomatis terdiri atas tiga jenis, yakni sistem penyambungan langkah demi langkah, sistem pe- nyambungan batang bersilang, dan sistem penyambungan elektronis.
I.     superkonduktor
Superkonduktor/superkonduktivitas adalah gejala hilangnya sama sekali resistans listrik dalam logam dan aliase tertentu yang didinginkan ke dekat nol kelvin (nol mutlak). Karena tidak ada hambatan, elektron dapat berputar-putar dalam gelang superkonduktor terus-menerus. Di sini dikenal suhu kritis; di atas suhu ini logam itu bersifat konduktor (penghantar) biasa. Suhu kritis itu berkisar sekitar 20 K. Namun, sejak tahun 1986 ditemukan bahan (aliase, keramik, dan bahan majemuk lain) yang masih bersifat superkonduktor sampai 90 K. Orang masih terus meneliti untuk memperoleh bahan yang bersifat superkonduktor pada suhu kamar. Superkonduktivitas dapat dirusakkan oleh adanya medan magnet, di samping oleh kenaikan suhu.
Gejala superkonduktivitas ditemukan oleh H. Kamerlingh Onnes, fisikawan Belanda ahli suhu rendah, dalam tahun 1911 ketika ia mengukur resistans listrik merkurium padat pada suhu rendah (dibenamkan dalam helium cair). Pada tahun 1933 Walther Meissner dan R. Ochsenfeld, insinyur Austria, menemukan bahwa bahan superkonduktor yang ditaruh dalam medan magnet luar dan kemudian didinginkan ke bawah suhu kritisnya akan menolak fluks magnetik (bahan itu menjadi diamagnetik). Efek Meissner ini membuktikan bahwa gejala super-konduktivitas bukanlah gejala fisika klasik, melainkan gejaia mekanika kuantum.
Superkonduktor mempunyai beberapa sifat yang khas. Kecuali suhu kritis dan medan magnet kritis tersebut di atas, superkonduktor mengenal arus listrik kritis (di atas nilai itu, arus Iistrik akan menyebabkan bahan kehilangan superkonduktivitas-nya), kedalaman tembus (sedalam apa medan magnet menembus sebuah superkonduktor), jarak koheren (jarak dua elektron agar bisa mengalir bersama-sama secara superkonduktif), dan kalor jenis di dekat suhu kritisnya. Teori superkonduktivitas telah cukup diperkembangkan. Yang terkenal adalah teori BCS (Bardeen—Cooper—Schrieffer). Berdasar teori ini superkonduktor tradisional dikelompokkan dalam dua tipe. Tipe 1 adalah superkonduktor biasa, sedangkan tipe 2 mempunyai kedalaman tembus yang besar dan panjang koheren yang pendek dibandingkan dengan tipe 1. Dalam superkonduktivitas dikenal efek Josephson:
Sepasang superkonduktor yang didekatkan sampai sedekat 10-10 meter dialiri arus listrik kecil. Ternyata pasangan-pasangan elektron (disebut pasangan Cooper) akan meloncat dari superkonduktor yang satu ke yang lain, meskipun tidak ada selisih voltase antara keduanya.
Superkonduktivitas diterapkan dalam banyak hal. Orang segera mampu membuat magnet dengan kuat medan yang sangat tinggi. Laboratorium kecil sekarang sanggup memìliki magnet dengan kuat medan 100.000 gauss untuk berbagai penggunaan. Penerapan kedua adalah untuk membuat peranti elektronik yang sangat peka, antara lain dengan memanfaatkan efek Josephson tersebut di atas. Peranti ini diterapkan dalam bidang perkomputeran, metrologi, dan rekayasa lain. Yang sedang dikembangkan adalah pemanfaatan superkonduktor dalam penerusan (transmisi) tenaga listrik, pembuatan generator dan motor berukuran kecil dengan daya yang besar. Sedang dicita-citakan pembuatan kereta rel yang mengambang karena diangkat oleh gaya magnet.










J.     gelombang elektromagnetik
1.     Gelombang Radio
Pemancar radio merupakan alat pembangkit getaran listrik dengan frekuensi sangat tinggi, yang disebut frekuensi radio. Getaran energi listrik berupa frekuensi radio ini disalurkan melalui antena ke segala arah sebagai gelombang elektromagnet.









Adanya gelombang itu, kita dapat mendengarkan siaran radio yang pemancarnya jauh dari kita. Radio Republik Indonesia dapat memancarkan gelombang hingga ke pelosok.
2.     Sinar Radioaktif
Radioaktif adalah peristiwa pemancaran sinar (radiasi) oleh suatu zat dengan sendirinya tanpa ada pengaruh dari luar. Sinar-sinar yang dipancarkan tersebut dinamakan sinar radio aktif.
Berdasarkan partikel penyusunnya, sinar radioaktif dibagi menjadi tiga, yaitu: sinar alfa, sinar beta, dan sinar gamma. Sinar alfa tersusun atas dua proton dan dua neutron, atau inti atom helium. Sinar alfa memiliki daya tembus paling kecil namun daya ioniasisinya paling besar, dan bermuatan positif. Sinar beta tersusun atas satu buah elektron. Sinar ini memiliki daya tembus lebih besar daripada sinar alfa dan bermuatan  negatif. Adapun sinar gamma termasuk dalam gelombang elektromangnet, tidak memiliki massa, dan tidak bermuatan. Sinar gamma memiliki daya tembus  yang paling besar dibandingkan sinar alfa dan sinar beta.
a. Sinar x
Sinar x adalah gelombang elektromagnetik yang mempunyai panjang gelombang 108-1212m. Sinar ini dapat menembus benda lunak seperti daging dan kulit, tetapi tidak dapat menembus benda-benda keras seperti tulang, gigi, dan logam. Sinar x sering digunakan di berbagai bidang seperti kedokteran, fisika, kimia, meneralogi, metalurgi, dan biologi.
Sinar-X ditemukan secara tidak disengaja oleh Wilhelm Conrad Rontgen (1845-1923), ilmuwan Jerman, pada 8 November 1895. Pada saat itu, Rontgen sedang mempelajari pancaran elektron (electron beam) dari tabung katode. Lempeng logam yang terletak di dekat tabung katode memancarkan sinar fluoresens selama elektron dialirkan. Karena itu, Rontgen menyimpulkan bahwa sinar tersebut disebabkan oleh radiasi dari suatu atom. Karena tidak dikenal dalam ilmu, maka ia kemudian menamakan-nya sinar-X.
1)    Foto Sinar-X
Sinar-X dapat menembus permukaan sebuah benda dengan ketebalan tertentu. Karena itu, sinar ini sering dimanfaatkan di dalam bidang kedokteran, terutama untuk melihat kondisi tulang, gigi, serta organ-organ tubuh lainnya tanpa melakukan pembedahan. Melalui foto sinar-X, dokter dapat mengetahui penyebab berbagai penyakit dengan lebih akurat.
Foto sinar-X diambil dengan menggunakan kamera sinar-X. Prinsip kerja kamera ini sama dengan kamera biasa. Sinar-X akan meninggalkan sebuah berkas cahaya pada film. Bagian-bagian tubuh yang keras akan menahan sinar-X, sehingga bagian ini memancarkan sinar fluoresens pada film. Adapun bagian-bagian tubuh yang lunak akan ditembus oleh sinar-X, sehingga sìnar ini dapat menghi-tamkan film. Pada umumnya, dokter menampilkan hasil foto sinar-X (atau foto rontgen) dalam bentuk negatif filmnya. Karena itu, bagian yang tidak bisa ditembus sinar-X berwarna lebih terang daripada bagian yang dapat ditembus sinar-X.








2)    Pemindai Sinar-X
Selain di bìdang kedokteran, sinar-X juga digunakan untuk mendeteksi suatu benda. Pemindai sinar-X (X-ray scanner) sering ditemukan pada fasilitas-fasilitas umum seperti bandara, hotel, dan pusat perbelanjaan untuk memeriksa barang-barang yang dibawa oleh pengunjung atau penumpang. Sinar-X juga digunakan dalam teknik radiografi untuk menguji sebuah benda dan memeriksa kerusakan atau cacat pada mesin. Teknik radiografi ini umumnya menggunakan atom kobalt-60 dan sesium-137 sebagai isotop radioaktif. Sinar-X juga sering dimanfaatkan untuk memeriksa struktur kristal. lnti-inti atom yang berjajar dalam kristal akan membelokkan berkas sinar-X sehingga kemudian diperoleh pola difraksi yang akan memberikan informasi mengenai struktur kristal tersebut.










Gambar 7.9 Pemindai sinar X
b.     Infra merah
Infra merah adalah bagian dari spektrum  radiasi elektromagnetik  yang terentang antara panjang gelombang 0,75 dan 1000 mikrometer. Gelombang ini lebih pendek daripada gelombang mikro, dan pada sisi pendeknya berbatasan dengan cahaya merah  yang tampak oleh mata kita.  Mata manusia normal tidak dapat mendeteksi cahaya inframerah, tetapi kulit  kita dapat merasakannya sebagai pancaran panas.  Ada detektor khusus yang dapat menangkapnya  dan mengubah masukanitu menjadi isyarat tertentu.
Penggunaan radiasi inframerah untuk hal-hal sebagai berikut.
1)     Membuat gambar termal
Alat susuran inframerah maupun kamera pembentuk bayangan menghasilkan gambar termal dari benda sasaran. Penerapan dalam kedokteran antara lain berupa pemetaan termal jarak jauh terhadap tubuh, sehingga terdeteksi titik-titik yang lebih panas atau lebih dingin daripada sekitarnya.
2)     Mikroskop
Mikroskop inframerah memungkinkan pemetaan termal objek amat kecil seperti transistor atau mikro rangkaian. Adanya titik-titik pada transistor yang sangat panas menunjukkan bahwa transistor itu cacat.
3)     Peraba suhu jarak jauh
Radiasi inframerah yang dipancarkan oleh suatu benda merupakan fungsi yang unik dari suhu benda itu. Radiometer atau pirometer menampung dan mengukur radiasi dari suatu sasaran untuk menetapkan suhu sasaran itu. Pengukuran semacam ini dimanfaatkan untuk mendeteksi kebakaran, mengalurkan suhu samudera menurut lokasi dan kedalaman, dan mendeteksi bantalan gerbong kereta yang terlalu panas sementara kereta api melaju.










4)     Keperluan militer
Dalam kemiliteran radiometer digunakan pada rudal yang mengejar panas (dari gas buang pesawat), untuk mengikuti lintasan pesawat dan rudal, pada peranti bidik untuk memandu senapan, dan untuk peranti melihat dalam gelap. Astronomi juga memanfaatkan radiometer dalam mengikuti lintasan benda langit.
5)    Analisis bahan
Banyak bahan menyerap radiasi inframerah secara khas sehingga spektrum serapan itu dapat digunakan sebagai identifikasi maupun untuk penetapan kadar.
6)     Remote Control
Tentunya, kamu memiliki televisi di rumah. Pada televisi itu terdapat remote control guna memilih menu acara sesuai kehendak kita.  Tanpa harus menghampiri televisi kita tinggal menekan tombol-tombol pada Remote Control.