Gempa Bumi
Lihatlah dengan saksama Gambar yang menunjukkan distribusi daerah rawan gempa bumi dan gunung api di dunia! Kemudian, bandingkan dengan gambar distribusi lempeng dunia sebelumnya! Apa yang dapat kamu
simpulkan pada kedua gambar tersebut? Terlihat jelas bahwa distribusi gunung api dan daerah rawan gempa bumi terdapat pada batas lempeng. Mengapa demikian? Alasan utamanya karena sebagian besar daerah yang labil terdapat di batas lempeng di mana banyak terdapat aktivitas tektonik.
Gempa bumi adalah peristiwa bergetarnya lapisan bumi sebagai akibat adanya pergeseran lapisan kulit bumi. Gempa ada yang memiliki kekuatan besar dan ada yang memiliki kekuatan kecil.
Pada umumnya gempa bumi terjadi di daerah sepanjang patahan, baik di daratan maupun di lautan. Pusat gempa disebut hiposentrum yang terdapat di dalam bumi. Daerah di permukaan bumi yang dekat dengan pusat gempa, tegak lurus di atas hiposentrum sehingga seolah-olah dari sinilah sumber terjadinya gempa disebut episentrum. Beberapa hal yang berkaitan dengan gempa bumi akan dibahas pada uraian berikut ini.
1) Jenis gempa bumi
Gempa bumi dapat digolongkan berdasarkan beberapa aspek, yaitu menurut sumber penyebabnya, menurut
kekuatan atau intensitasnya, menurut letak hiposentrum dan episentrum.
Berdasarkan faktor penyebabnya ada tiga macam gempa bumi, yaitu gempa tektonik, gempa vulkanik, dan
gempa runtuhan (terban).
a) Gempa tektonik, yaitu gempa bumi yang disebabkan oleh tenaga tektonik, berupa pergeseran
lapisan kulit bumi atau dislokasi. Gempa jenis ini yang paling sering terjadi gempa di dunia, terutama pada wilayah pegunungan muda yang masih labil. Jenis gempa ini yang paling berbahaya.
b) Gempa vulkanik, yaitu gempa yang terjadi karena adanya aktivitas gunung berapi, meliputi aktivitas
pada waktu gunung api akan, sedang, dan sesudah meletus. Jenis gempa ini tidak begitu kuat atau tidak
berbahaya dan biasanya hanya dirasakan oleh penduduk di sekitar gunung api tersebut.
c) Gempa runtuhan (terban), yaitu gempa yang terjadi karena runtuhnya tanah. Gempa ini hanya merupakan
gempa kecil dan sangat lemah. Terjadi di gua gua daerah pegunungan kapur dan daerah
penambangan bawah tanah.
Berdasarkan intensitasnya, gempa dapat dibedakan menjadi dua.
a) Gempa dengan intensitas tinggi (macroseisme), dapat diketahui tanpa menggunakan alat.
b) Gempa dengan intensitas kecil (microseisme), untuk mengetahuinya harus menggunakan alat.
Berdasarkan letak hiposentrum, kita mengenal tiga jenis gempa.
a) Gempa dangkal, letak hiposentrum berada kurang dari 10 km di bawah permukaan bumi.
b) Gempa menengah, letak hiposentrum antara 10 – 30 km di bawah permukaan bumi.
c) Gempa dalam, letak hiposentrum berada lebih dari 30 km di bawah permukaan bumi.
Berdasarkan letak episentrumnya, gempa dapat dibedakan menjadi:
a) Gempa laut, jika letak episentrum berada di dasar laut. Gempa ini sangat berbahaya karena dapat menimbulkan gelombang pasang yang dinamakan Tsunami. Contohnya Tsunami di Aceh dan Nias (Indonesia), serta Jepang.
b) Gempa daratan, jika letak episentrum berada di daratan. Bila gempa ini sangat kuat akan merusak bangunan yang ada di daerah itu. Contohnya gempa yang terjadi di Peru dan Chili.
Gambar 2.15 Gerakan energi getaran gempa
Sebagaimana telah kita ketahui, bahwa Indonesia berada pada daerah pertemuan sistem pegunungan muda dunia yang masih labil, yaitu Sirkum Mediterania dan Sirkum Pasifik.
Indonesia juga merupakan daerah vulkanis yang memiliki banyak gunung berapi yang masih aktif. Oleh karena itu, wilayah Indonesia sering mengalami gempa bumi terutama gempa tektonik dan vulkanik.
No comments:
Post a Comment