Sunday, 21 August 2016

Bahan Magnet

Bahan Magnet


Magnet permanen tak hanya terbuat dan besi atau baja, tetapi dapat juga dari aliase lain, misalnya platina-kobalt, kobalt-samarium, oksida besi yang ditambahi barium atau strontium. Kebanyakan bahan magnet permanen keras dan getas. Namun, kekerasan ini bukanlah keharusan. Dikenal juga bahan magnetik yang mudah ditempa.
Menurut responsnya terhadap medan magnet luar, bahan dapat dikelompokkan sebagai diamagnetik atau paramagnetik dan feromagnetik.
A.     Paramagnetik
Bahan diamagnetik cenderung keluar dari daerah bermedan magnet, karena bahan ini sedikit dimagnetkan dengan arah yang berlawanan dengan arah medan magnet luar. Kebanyakan zat organik adalah diamagnetik. Bahan paramagnetik cenderung memasuki daerah bermedan magnet karena bahan ini sedikit dimagnetkan oleh medan magnet luar dan dengan arah yang sama dengan arah medan magnet luar itu.
Pemagnetan (magnetisasi) bahan diamagnetik maupun paramagnetik berbanding lurus dengan kuat dan magnet luar. Tetapan perbandingan tersebut disebut suseptibilitas magnetik bahan itu.
B.     Feromagnetisme
Logam yang atom-atomnya bersifat sebagai magnet kecil dapat dikelompokkan sebagai bahan feromagnetik, antiferomagnetik, dan ferimagnetik. Bila atom-atom selaku magnet kecil tertata searah dalam bahan itu akan diperoleh bahan feromagnetik. Pemagnetan ini akan menghasilkan magnet permanen yang kuat.
Bila kurang lebih separuh magnet kecil berarah satu dan sisanya berarah sebaliknya, sifat magnetik bahan akan hilang karena magnet-magnet kecil itu saling mematikan. Bahan ini dikatakan bersifat antiferomagnetik dan terhadap medan magnet luar perilakunya mirip bahan paramag-netik; hanya saja ketergantungan suseptibilitas magnetik-nya pada suhu lebih rumit dibandingkan bahan paramag-netik.
Bila magnet-magnet kecil itu tidak tepat saling mematikan akan diperoleh bahan ferimagnetik, seperti misalnya ferit, suatu oksida besi yang bersifat magnetik.
Bila suatu bahan logam, terutama bahan antiferomag-netik ditaruh dalam medan magnet (misalnya elektromag-net yang besar dan arahnya dapat diubah diharapkan besar dan arah pemagnetan bahan ini  berbanding lurus dengan kuat medan magnet atau arus listrik (dalam hal elektro-magnet) yang menimbulkan medan magnet itu. Namun, kenyataan tidak selalu demikian. Untuk bahan fero-, feri- dan antife- romagnetik akan terjadi suatu proses non-linear yang tak reversibel.

No comments:

Post a Comment