Sunday, 21 August 2016

Mengenal Magnet (Sifat dan Jenisnya)

MeNGENAL Magnet


A.    Sejarah Kemagnetan
Magnet  berasal dari kata Yunani magnes lithos, batu dari Magnesia, sebuah kota kuno di Asia Kecil. Materi ini ditemukan pada tahun 800 sM. Penemuan tersebut berdasarkan adanya fonomena yang menunjukkan kemampuan suatu materi yang dapat menarik potongan-potongan kecil logam besi. Orang awam mengenal magnet sebagai besi atau baja dengan berbagai bentuk yang saling menarik.
Penelitian tentang kemagnetan pertama kali dilakukan oleh Piere de Maricourt pada 1269. Dari penelitian itu disimpulkan bahwa magnet memiliki dua kutub yang searah dengan kutub utara dan kutub selatan Bumi. Pada 1600, William Gilbert menyimpulkan bahwa bumi merupakan magnet raksasa. Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa kutub magnet yang sama akan tolak menolak, sedangkan kutub yang berbeda akan tarik menarik.
B.     sIFAT-SIFAT MAGNET
Tahukah kamu sifat-sifat magnet? Sifat-sifat magnet perlu dipahami agar kita dapat mengambil manfaatnya. Dengan memahami sifat-sifat magnet, manusia telah dapat membuat berbagai alat dengan memanfaatkan sifat-sifat magnet itu. Berikut ini adalah beberapa sifat dasar magnet.
1.      Magnet Memiliki Dua Kutub
Bila diperhatikan benar, magnet memiliki dua kutub, yaitu kutub utara dan kutub selatan.  Kutub ini terletak pada ujung-ujungnya.
a.     Kutub magnet memiliki gaya tarik yang paling besar
Kutub magnet merupakan bagian dari magnet yang mempunyai gaya tarik yang paling besar dibandingkan dengan bagian lainnya.  Kutub ini juga menjadi titik pertemuan sejumlah besar garis-garis medan magnet.
Untuk membuktikannya, lakukanlah suatu percobaan. Celupkan sebuah magnet batang ke dalam serbuk besi. melalui percobaan ini, terbukti bahwa di bagian tengah (netral) tidak ada serbuk besi yang melekat, sedangkan semakin ujung serbuk besi yang melekat semakin banyak. Bagian ujung yang banyak dilekati oleh serbuk besi itulah yang disebut kutub magnet. Dengan demikian, gaya tarik magnet terutama terdapat dikedua ujung magnet. Garis yang menghubungkan antara kedua kutub itu disebut sumbu magnet.


b.  Dalam keadaan bebas kutub utara mengarah ke utara dan kutub selatan mengarah ke selatan
Bila magnet yang berbentuk batang digantung dengan benang sehingga bisa bersikap dengan bebas, kutub yang satu selalu menunjuk ke arah utara dan disebut kutub utara magnet, dan kutub yang  mengarah ke selatan, disebut kutub selatan magnet.
Bila sebuah magnet jarum yang dapat berputar pada porosnya berada dalam keadaan seimbang, magnet itu akan berada dalam kedudukan sedemikian rupa sehingga ujung yang satu akan menunjuk ke arah kutub utara dan ujung lainnya ke selatan. Dengan kompas, kamu dapat menentukan kedua arah itu. Ujung kompas yang ke arah utara disebut kutub utara, dan yang ke arah selatan disebut kutub selatan. Setiap magnet, selalu mempunyai kutub utara dan selatan. Oleh karena itu, satu kutub tersendiri pada sebuah magnet adalah sesuatu yang tidak mungkin.
Kompas yang kamu gunakan di atas, disebut kompas magnetik. Prinsip kerja kompas magnetik berasaskan bahwa kutub magnet yang selama  akan tolak menolak, sedangkan yang  tak senama akan tarik menarik.
Selain kompas di atas, kamu juga dapat menggunakan kompas sederhana yang kamu buat sendiri. Cara pembuatannya, lakukan kegiatan berikut:
a.    Ambillah sebuah magnet jarum
b.    Sediakan mangkok berisi air dan sedotan minuman.
c.    Tancapkan magnet jarum pada sedotan dan      apungkan di dalam mangkok             berisi air,
d.    Perhatikan posisi magnet jarum itu, apakah yang terjadi?
Percobaan di atas membuktikan, bahwa magnet jarum yang terapung di atas sedotan plastik berputar bebas dan mengambil posisi utara-selatan.








c.     Dua buah magnet memiliki kemampuan tarik menarik dan tolak menolak
Dua buah magnet bila di dekatkan tidak hanya memiliki kemampuan tarik-menarik, tetapi juga memiliki kemampuan tolak menolak. Apabila kamu mendekatkan dua buah magnet dan terjadi tolak menolak, berarti kutub sejenis. Namun, apabila  kamu mendekatkan dua buah magnet dan terjadi tarik menarik, berarti kutub magnet itu tidak sejenis.
c.     Magnet tidak akan hanya memiliki satu kutub bila dipotong
Bila sebatang magnet digergaji menjadi dua, akan terbentuk dua kutub baru (satu utara dan satu selatan), sehingga akan diperoleh dua potong magnet baru. Jadi magnet berkutub tunggal (utara saja atau selatan saja) tidaklah dikenal. Sifat ini dan sifat-sifat magnet lain disebut kemagnetan (magnetisme).









2.      Magnet Memiliki Gaya tarik Terhadap Besi dan Baja
Magnet adalah logam yang dapat menarik besi dan baja yang berada di sekitarnya.  Bila kamu mendekatkan magnet pada tumpukan paku, maka paku-paku tersebut akan tertarik oleh magnet.
Tidak semua materi dapat ditarik atau ditolak oleh magnet. Berdasarkan kemampuannya untuk dipengaruhi magnet, materi-materi di alam dibagi menjadi tiga golongan, yaitu feromagentik, paramagnetik, dan diamagnetik. Feromagnetik adalah materi yang sangat mudah dipengaruhi magnet yang berada di sekitarnya (mudah ditarik oleh magnet), seperti nikel, kobalt, besi, dan baja. Paramagnetik adalah materi yang kurang kuat dipengaruhi magnet, seperti alumunium, platina, dan kayu. Adapun diamagnetik adalah materi yang menolak magnet di sekitarnya, seperti bismut, tembaga, emas, seng, dan garam dapur.
3.     Medan Magnet
Medan magnet adalah daerah di sekitar magnet yang menyebabkan  sebuah muatan yang bergerak di sekitarnya mengalami suatu gaya. Sebuah magnet menghasilkan medan magnet di sekelilingnya. Dengan adanya medan magnet, maka magnet dapat memengaruhi benda lain meskipun tidak bersentuhan secara langsung. Bahkan, medan magnet dapat menembus benda lainnya.
Untuk membuktikannya, letakkan klip dalam sebuah gelas. Kemudian dekatkan magnet pada gelas tersebut. Klip tersebut akan tertarik oleh magnet.
Bukti nyata adanya medan magnet ditunjukkan oleh serbuk besi. Semakin besar kekuatan suatu magnet, berarti semakin besar pula medan magnetnya. Medan magnet ini digambarkan sebagai garis-garis lengkung yang disebut garis gaya magnet. Garis-garis gaya magnet bermula dari kutub utara dan berakhir dikutub selatan magnet. Karena itu,jika di atas sebuah magnet diletakkan sehelai kertas dan diatasnya disebarkan serbuk besi, serbuk itu akan menyebar menurut garis gaya magnet.
Dengan perkataan lain, bila sebuah magnet kecil diletakkan dalam medan magnet, magnet ini akan berusaha menempatkan dirinya menurut garis gaya magnet. Jalannya garis gaya dapat dinyatakan dengan spektrum magnet. Oleh karena itu, serbuk besi akan membentuk spektrum yang mengikuti pola tertentu berbentuk garis-garis lengkung. lengkung inilah yang disebut garis-gaya magnet.










C.     Jenis-Jenis Magnet
Ada beberapa jenis magnet yang kita kenal. Jenis-jenis magnet itu adalah sebagai berikut.
1.     Magnet tetap
Ketika suatu magnet dikitari medan magnet setiap saat, kita sebut magnet itu adalah magnet tetap. Kebanyakan magnet tetap dibuat dari baja, suatu campuran besi dan karbon. Campuran metal disebut campuran logam. Magnet dapat juga dibuat dari  campuran logam. Magnet tetap tidak memerlukan tenaga atau bantuan dari luar untuk menghasilkan daya magnet (berelektro-magnetik).
Jenis magnet tetap selama ini yang diketahui terdapat pada:
a.     Neodymium Magnets, merupakan magnet tetap yang paling kuat.
b.     Samarium-Cobalt Magnets
c.    Ceramic Magnets
d.    Plastic Magnets
e.    Alnico Magnets
2.    Magnet tidak tetap
Magnet tidak tetap bergantung pada medan listrik untuk menghasilkan medan magnet. Contoh magnet tidak tetap adalah elektromagnet.
3.    Magnet buatan
Magnet buatan meliputi hampir seluruh magnet yang ada sekarang ini. Bentuk magnet buatan yang umum dibuat, antara lain:
a.    Magnet U
b.    Magnet ladam
c.    Magnet batang
d.    Magnet lingkaran
e.    Magnet jarum (kompas)
Tentunya, magnet buatan ini adalah magnet tetap. Magnet buatan dibuat bentuk sedemikian rupa hingga dapat memenuhi kebutuhan manusia.  Coba bayangkan bila magnet tidak dapat dibuat. Kita hanya akan mengandalkan magnet yang ada di alam.  Tentunya kita akan mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan yang berkaitan dengan bentuk magnet.







Gambar 1.3. Bentuk Magnet buatan

No comments:

Post a Comment