Tuesday, 18 October 2016

SOAL-SOAL LATIHAN TATASURYA

A.      Berilah tanda silang (X) pada huruf A, B, C, atau D pada jawaban yang paling benar!
1.    Tata surya adalah ....
    A.    Matahari dan benda-benda di angkasa
    B.    Matahari dan planet-planet yang mengelilinginya
    C.    Matahari, bulan, dan Bumi
    D.    Matahari, bulan, dan bintang-bintang di angkasa
2.    Orang yang menjelajah ruang angkasa dinamakan ....
    A.    pilot   
    B.    nakhoda
    C.    antariksawan
    D.    astronom
3.    Pusat Tata surya adalah ....
    A.    Bumi
    B.    Matahari
    C.    Bulan
    D.    Bulan dan Matahari
4.    Planet nomor 6 pada gambar di bawah ini adalah ....




    A.    Saturnus
    B.    Uranus
    C.    Mars
    D.    Yupiter
5.    Planet yang tampak berwarna merah    kecokelatan adalah ....
    A.    Pluto
    B.    Venus
    C.    Uranus              
    D.     Mars
7.    Kala revolusi Bumi ditetapkan sebagai satuan yang disebut ....
    A.    satu hari
    B.    satu tahun
    C.    satu bulan
    D.    satu abad
8.    Bidang edar Bumi disebut ....
    A.    bidang datar
    B.    bidang elepsis
    C.    bidang ekliptika
    D.    bidang datar
9.    Planet yang letaknya paling dekat dengan Bumi adalah ....
    A.    Yupiter
    B.    Venus
    C.    Merkurius
    D.    Mars
10.    Alat  bantu untuk melihat planet-planet dari permukaan Bumi supaya tampak lebih jelas adalah ....
    A.    lup
    B.    kamera
    C.    teropong
    D.    mikroskop
11.    Planet yang paling jauh dari Bumi adalah ....
    A.    Yupiter
    B.    Pluto
    C.    Venus
    D.    Saturnus
12.    Peredaran planet mengelilingi Matahari disebut ....
    A.    rotasi   
    B.    orbit
    C.    revolusi
    D.    edar
13.    Tiga buah planet setelah Bumi, berturut-turut ialah  ....
    A.    Yupiter, Mars, dan Saturnus
    B.    Mars, Yupiter, dan Saturnus
    C.    Yupiter, Saturnus, dan Uranus
    D.    Mars, Saturnus, dan Uranus              
15.    Planet-planet dalam tata surya bergerak mengelilingi ....
    A.    Bumi
    B.    Bulan
    C.    Matahari                                    
    D.    bintang
B.     Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar dan jelas!
1.    Apakah yang dimaksud dengan tata surya?
2.    Apa perbedaan antara planet dan bintang?
3.    Mengapa Bulan kelihatan seolah-olah lebih besar daripada Matahari?  
4.    Mengapa arah ekor komet selalu menjauhi Matahari?
5.    Mengapa meteor berpijar pada saat jatuh ke Bumi?
6.    Mengapa di Bulan tidak ada kehidupan?
7.    Tuliskan planet-planet sesuai dengan nomor-nomornya!    
    1.   __________________     6.   __________
    2.   __________________     7.   __________
    3.   __________________     8.   __________
    4.   __________________     9.   __________
    5.   __________________
8.    Apa yang dimaksud dengan meteoroid?
9.    Tuliskan tiga komet yang telah diketahui manusia!
10.    Tuliskan tiga asteroid yang telah diketahui manusia!

PLUTO

Pluto
Pluto merupakan planet terkecil dalam Tata surya dan masih sedikit informasi yang diketahui tentangnya. Planet ini ditemukan oleh Clyde W. Tombugh seorang astronom Amerika Serikat pada tahun 1930. Pluto merupakan planet yang terjauh dari Matahari. Jarak Pluto dengan Matahari lebih kurang 5.943 juta km. Diameter planet ini 2.300 km. Sekali mengelilingi Matahari planet ini membutuhkan waktu 248,4 tahun dan waktu rotasinya 6,4 hari. Suhu pada permukaan Pluto antara 130°C -- 210°C di bawah nol. Pluto mempunyai satu satelit yang diberi nama Charon.

Neptunus


Planet ini lebih besar daripada Bumi, tetapi tidak dapat dilihat tanpa alat bantu karena letaknya jauh. Neptunus sering disebut “kembaran” dari Uranus dan sering juga disebut “planet pembuat ulah” karena sering beredar dengan meninggalkan garis edarnya.
Keberadaan planet ini diramalkan oleh John Loweh Adams dari Inggris yang bekerja sama dengan Jean Joseph Le Vernier dari Perancis pada tahun 1846. Tidak lama setelah diramalkan, pada tahun yang sama planet tersebut berhasil diamati oleh Johan Lalle di Berlin.
Diameter Neptunus hampir sama dengan Uranus 49.528 km. Karena jaraknya lebih jauh ke Matahari, yaitu lebih kurang 4.490 juta km jika dibandingkan dengan jarak Uranus ke Matahari, yaitu 2.869 km, planet ini kelihatan redup. Namun demikian, planet ini berwarna cerah kebiru-biruan. Atmosfernya terdiri dari hidrogen, helium, dan metana. Temperatur permukaan Neptunus sekitar -210°C.
Jaraknya yang sangat jauh mengkibatkan waktu revolusinya menjadi sangat lama, yaitu 165 tahun, sedangkan kala rotasinya hanya 16 jam. Planet ini memiliki 8 satelit, dan tiga yang terbesar, yaitu Triton, Nereid, dan Proteus.

URANUS

Uranus
Planet Uranus ditemukan oleh Sir Wilhelm Herschell pada tahun 1781 di Inggris. Planet ini memiliki jarak lebih kurang 2.869 juta km dari Matahari. Planet ini diselubungi oleh awan tebal sehingga sulit diselidiki permukaannya. Masa peredaran mengelilingi Matahari (kala revolusi) sama dengan 84 tahun dan kala rotasinya sama dengan 17 jam, dengan arah rotasi sama seperti Venus, yaitu dari Timur ke Barat. Jadi, Matahari terbit di Barat dan terbenam di Timur. Diameternya mencapai 51.118 km.
Planet ini tampak berwarna hijau kebiru-biruan. Atmosfer planet ini terdiri dari hidrogen, helium, dan metana. Karena begitu jauh dari Matahari, atmosfer planet ini sangat dingin, kira-kira 190°C.



Uranus juga mempunyai satelit, yang jumlahnya 15 buah. Namun, yang paling besar ada 5 satelit, yaitu Miranda, Ariel, Umbriel, Titania, dan Oberon.

Saturnus


Saturnus termasuk planet yang besar dan planet terindah untuk dipandang. Keindahan tersebut karena adanya cincin-cincin yang melingkarinya yang terdiri dari bongkahan es atau batu kerikil yang dilapisi es. Planet ini tampak berwarna kekuning-kuningan. Diameter planet ini 120.536 km, dan jarak dari Matahari sejauh 1.426 juta km. Kala revolusinya, yaitu 29,5 tahun dan kala rotasinya lebih kurang 10,7 jam.

Atmosfer Saturnus terdiri dari hidrogen dan helium. Selain itu, ada juga sejumlah kecil gas metana, uap air, dan amoniak. Saturnus memiliki paling sedikit 18 satelit dan satu yang paling besar adalah Titan dengan diameter 5.120 km.

Yupiter


Yupiter adalah planet kelima terdekat ke Matahari. Menurut orang Romawi kuno,Yupiter adalah raja langit. Nama tersebut memang cocok karena Yupiter merupakan planet terbesar dalam tata surya. Massanya lebih kurang 300 kali massa Bumi, sehingga Yupiter disebut juga “Tubuh Raksasa”. Planet ini kelihatan sangat cerah karena hampir 70% cahaya Matahari yang diterimanya dipantulkan kembali. Planet ini biasanya berwarna  merah kecoklatan.
Diameter planet ini 142.984 km atau sekitar 11 kali diameter Bumi kita. Jarak planet Yupiter ke Matahari adalah 778 juta km. Coba kamu bandingkan dengan jarak Bumi ke Matahari! Gravitasi planet ini juga lebih besar dari gravitasi Bumi. Kala revolusi planet ini lebih kurang 11,9 tahun dan kala rotasinya 9 jam 55 menit.
Atmosfer Yupiter terutama terdiri dari hidrogen dan helium. Atmosfernya dapat mencapai ketebalan 1.000 km dan tidak ada batas yang jelas antara atmosfer dan permukaan planet. Jadi, permukaan planet dan atmosfernya kelihatan menyatu dan menyerupai bola gas. Sementara itu gas oksigen dan nitrogen sangat kurang sehingga tidak memungkinkan adanya kehidupan.
Planet ini memiliki 16 satelit dan yang paling besar antara lain, Europa, Ganymeda, dan Callisto. Yupiter juga memiliki berjuta-juta satelit kecil sehingga membentuk sistem cincin yang tipis dan kelihatan transparan.

Mars


Planet Mars juga disebut planet merah. Disebut planet merah karena jika dilihat langsung dengan mata atau dengan teropong tampak berwarna kemerah-merahan. Mars mempunyai saat-saat bercahaya terang dan bercahaya lemah. Pada saat terang kita mudah menemukan planet Mars di langit, yaitu saat Bumi berada di antara Mars dan Matahari, tetapi bukan segaris. Pada saat bercahaya lemah, Mars berada paling jauh dari Bumi dan tampak hanya seperti planet merah.
Pada permukaan Mars terdapat kawah-kawah dengan diameter mencapai 200 km. Pada kawah-kawah tersebut tampak ada gejala erosi akibat adanya udara yang tipis. Kawah tersebut dari Bumi tampak seperti bercak-bercak hitam.
Temperatur rata-rata permukaan Mars kira-kira -18°C. Pada siang hari panas temperatur di Mars mencapai 50°C sampai 60°C. Pada malam hari yang sangat dingin, suhunya dapat mencapai 100°C di bawah nol.









Mars mempunyai garis tengah (diameter) 6.786 km. Mars juga berputar pada porosnya seperti Bumi. Sekali Mars berputar pada porosnya membutuhkan waktu 24,6 jam dan sekali mengelilingi Matahari membutuhkan waktu 687 hari. Gaya tarik Mars lebih kecil dari gaya tarik Bumi. Jarak rata-rata Mars dengan Matahari adalah 249,1 juta km.
Atmosfer Mars tipis, tersusun dari karbondioksida dan nitrogen (sama dengan Venus), dan tekanannya sangat rendah, yaitu 0,005 kali tekanan di permukaan Bumi. Mars mempunyai 2 satelit, yaitu Phobos dan Deimos.

Bumi


Bumi merupakan satu-satunya planet di tata surya yang dihuni makhluk hidup. Bumi merupakan planet ketiga terdekat dari Matahari. Bumi mempunyai atmosfer yang tersusun dari nitrogen (N2) = 78%, oksigen (O2) = 21%, dan sisanya 1% terdiri dari argon, karbon dioksida, ozon, dan gas-gas lain. Atmosfer melindungi kita dari cahaya Matahari dan juga benda-benda langit yang tertarik oleh Bumi. Diameter Bumi kita kurang lebih 12.756 km dan kira-kira dua pertiga dari permukaan Bumi ditutupi oleh air.
Bumi berotasi pada porosnya sekali dalam waktu 24 jam. Selain Bumi, berputar pada porosnya (rotasi), Bumi juga berputar mengelilingi Matahari, yang memerlukan waktu selama 365 1/4 hari atau satu tahun untuk satu kali putaran. Bumi juga memiliki gaya tarik (gravitasi). Gaya inilah yang menyebabkan kita tetap melekat di  atasnya dan tidak akan terlempar. Bumi memiliki sebuah satelit, yaitu Bulan. Bulan selalu mengelilingi Bumi dalam peredarannya mengitari Matahari.

Venus


Planet ini selalu tampak bercahaya terang. Planet ini paling dekat dengan Bumi. Ukuran planet ini hampir sama dengan Bumi. Venus kadang-kadang terlihat di sebelah Timur sebelum Matahari terbit sehingga sering disebut Bintang Timur atau Bintang Pagi. Kadang-kadang Venus juga terlihat di sebelah Barat sebelum Matahari terbenam sehingga dinamakan Bintang Senja, Bintang Barat, atau Bintang Malam. Ada lagi yang menyebutnya Bintang Kejora.
Jarak rata-rata antara Venus dan Matahari adalah 108,2 juta km. Diameter Venus kira-kira 12.100 km. Ukuran ini tidak jauh berbeda dengan diameter Bumi. Demikian juga massa Venus dan Bumi tidak jauh berbeda. Akibatnya, gravitasi di Venus juga tidak jauh berbeda (hampir sama) dengan gravitasi Bumi.
Sekali beredar mengelilingi Matahari, Venus memerlukan waktu 224,7 (dibulatkan menjadi 225) hari di Bumi. Jadi, satu tahun bagi Venus adalah 225 hari di Bumi. Sementara itu, kala rotasi planet Venus adalah 243 hari. Di sini terlihat, planet ini lebih cepat mengitari Matahari dari pada berputar pada sumbunya. Hal aneh dari planet ini, yaitu arah rotasinya yang berlawanan dengan planet-planet lain, yaitu dari Timur ke Barat.
Planet Venus selalu ditutupi awan padat. Temperatur permukaannya sangat tinggi (480°C) sehingga tidak mungkin terdapat air dalam wujud cair. Tekanan atmosfernya (terdiri dari karbon dioksida dan nitrogen) juga sangat tinggi, yaitu kira-kira 90 kali tekanan atmosfer Bumi. Hal-hal yang demikian tidak memungkinkan adanya kehidupan di planet tersebut. Seperti Merkurius, planet ini juga tidak mempunyai satelit.

Merkurius


Merkurius adalah planet kedua terkecil dalam tata surya setelah Pluto. Planet ini lebih kecil dari Bumi dan letaknya paling dekat dengan Matahari. Planet ini sering muncul rendah di kaki langit sebelah Barat setelah Matahari terbenam. Kadang-kadang juga muncul di kaki langit sebelah Timur menjelang Matahari terbit. Perhatikanlah planet Merkurius seperti ditunjukkan pada gambar berikut!

Bentuk Merkurius yang kelihatan selalu berubah-ubah. Kadang-kadang kelihatan seperti bulan penuh, kadang seperti bulan setengah, atau bulan sabit. Mengapa? Hal demikian terjadi karena Merkurius selalu beredar mengelilingi Matahari. Pada waktu berada di belakang Matahari, seluruh permukaannya terkena cahaya Matahari. Dari Bumi, Merkurius kelihatan seperti bulan penuh. Setelah beredar lagi, Merkurius kelihatan seperti bulan setengah, lalu seperti bulan sabit. Pada saat Merkurius berada di antara Bumi dan Matahari, bagian permukaannya yang menghadap Bumi tidak mendapat cahaya. Akibatnya, selama waktu itu Merkurius tidak terlihat oleh kita.
Diameter Merkurius lebih kurang 4.878 km dan jarak rata-rata Matahari adalah 57,9 juta km. Karena letaknya paling dekat dengan Matahari, maka planet inilah yang paling banyak mendapatkan cahaya atau panas Matahari.
Akibatnya, temperatur permukaannya di siang hari dapat mencapai 430°C, dan pada malam hari sangat dingin, yaitu -170°C.
Merkurius bergerak mengelilingi Matahari dengan gerakan yang sangat cepat. Sekali mengelilingi Matahari, Merkurius memerlukan waktu 88 hari di Bumi. Jadi, satu tahun di planet Merkurius hanyalah 88 hari di Bumi. Sementara itu, periode rotasinya sangat lama, yaitu 59 hari. Bandingkan dengan rotasi Bumi yang hanya sehari.
Atmosfer Merkurius terdiri dari uap natrium dan kalium, yaitu sangat tipis sehingga kadang-kadang planet ini dianggap tidak mempunyai atmosfer.

Satelit


Selain benda-benda langit yang telah dijelaskan di atas, ternyata, masih ada satu jenis benda langit lain yang belum kita bahas, yaitu satelit. Satelit sering disebut pengiring planet karena satelit selalu menemani (mengiringi) planet ketika planet mengelilingi Matahari. Ada dua jenis satelit, yaitu satelit alam dan satelit buatan. Satelit alam adalah satelit yang sudah ada dalam tata surya dan bukan diciptakan atau dibuat oleh manusia. Contoh satelit alam, yaitu bulan. Satelit buatan adalah satelit yang dibuat oleh manusia dan diluncurkan dengan menggunakan roket. Contoh satelit buatan, yaitu satelit Palapa yang dimiliki oleh negara kita.
a.     Satelit Alam
Bumi kita memiliki satu satelit alam, biasa disebut satelit saja, yaitu Bulan. Planet-planet lain dalam tata surya kita ada yang memiliki satelit dan ada juga yang tidak memiliki satelit. Planet yang tidak memiliki satelit, adalah Merkurius dan Venus. Untuk lebih jelasnya, perhatikan tabel berikut!
Jumlah satelit yang mengiringi suatu planet seperti tertera pada tabel di atas, masih dapat  berubah seiring dengan ditemukannya satelit-satelit lain dengan menggunakan teknologi yang lebih modern. Pengetahuan tentang satelit ini secara lebih mendalam akan Anda pelajari di tingkatan sekolah yang lebih tinggi.
Di antara semua satelit-satelit yang ada dalam tata surya, hanya Bulan yang paling akrab dengan kita dan sering kita lihat pada malam hari. Bulan tidak memiliki cahaya sendiri, melainkan hanya memantulkan cahaya Matahari yang datang padanya.
Pengetahuan manusia tentang Bulan semakin bertambah sejak pendaratan pertama Apollo 11 oleh astronot Amerika. Apollo 11 dengan tiga orang awaknya mendarat di Bulan pada bulan Juli 1969. Orang pertama yang menjejakkan kaki di daratan Bulan adalah Neil Amstrong dan kemudian disusul oleh rekannya Edwin Aldrin. Sementara rekannya yang lain, Michael Collin tetap di pesawat. Pendaratan di Bulan juga dilakukan oleh kosmonot  Soviet (sekarang Rusia), yaitu Yuri Gagarin.
Dari pengamatan para astronot atau kosmonot diketahui bahwa bentuk Bulan seperti bola, dan permukaan Bulan tidak rata, melainkan bergunung-gunung. Jarak bulan dari Bumi kira-kira 384.000 km. Massa Bulan kira-kira 6 kali massa Bumi dan jari-jari Bulan kira-kira 4 kali jari-jari Bumi. Di Bulan tidak ada atmosfer. Perubahan temperatur di permukaannya sangat besar, yaitu 110°C di tempat yang terkena cahaya Matahari dan -173°C di tempat yang tidak terkena cahaya Matahari sehingga tidak memungkinkan adanya kehidupan.
Pergerakan Bulan mempengaruhi keadaan di Bumi, misalnya adanya peristiwa pasang naik dan pasang surut di pantai. Selain itu, pergerakan Bulan digunakan juga sebagai penanggalan, misalnya penanggalan tahun Islam (Hijriah). Waktu satu bulan dalam kalender Hijriah sama dengan waktu yang digunakan oleh Bulan untuk mengelilingi Bumi satu kali.
2.     Satetit Buatan
Satelit buatan biasanya digunakan untuk tujuan-tujuan tertentu. Indonesia, misalnya, menggunakan satelit buatan sebagai satelit komunikasi. Di negara yang sudah maju, selain sebagai alat komunikasi, satelit buatan ada yang digunakan untuk memata-matai  musuh (satelit mata-mata) dan sebagai sarana pemandu pelayaran/penerbangan, siaran radio, televisi, pemetaan permukaan Bumi, dan hasil kekayaan yang terkandung dalam perut Bumi. Satelit ini biasanya diluncurkan dengan roket ke ruang angkasa. Sebagai contoh peluncuran satelit komunikasi Palapa C1 milik negara kita pada tanggal 1 Februari 1996 dilakukan oleh roket ATLAS 2 AS milik Amerika Serikat.

Asteroid atau Planetoid


Asteroid atau planetoid ialah benda-benda langit berukuran kecil yang mengelilingi Matahari pada lintasan tertentu. Rata-rata garis tengah asteroid  2 km. Bentuk sisinya tidak beraturan sehingga orang mengatakan bahwa asteroid adalah pecahan-pecahan sebuah benda langit. Bentuk lintasannya menyerupai lingkaran dan kebanyakan berada di sabuk asteroid yang berada diantara orbit Mars dan Yupiter. Asteroid terbesar yang telah ditemukan, yaitu Ceres dengan diameter 770 km. Telah ditemukan lebih dari 5.500 asteroid dan beberapa di antaranya, yaitu:
a.    Pallas, garis tengahnya 560 kilometer,
b.    Juno, garis tengahnya 190 kilometer, dan
c.    Vesta, garis tengahnya 390 kilometer.

Komet


Komet adalah benda langit yang mengelilingi Matahari dengan garis edar atau orbit yang berbentuk sangat lonjong. Komet menyerupai bintang. Apabila ia mendekati Matahari, maka komet mendapatkan dorongan angin Matahari sehingga ekornya yang berpijar berada di belakangnya. Oleh karena itu, orang menyebutnya bintang berekor. Peristiwa terlihatnya komet di angkasa merupakan suatu hal yang menakjubkan dan menarik perhatian semua orang.
Komet terdiri dari kumpulan debu dan gas yang dapat membeku jika jauh dari Matahari. Ekor komet selalu menjauhi Matahari. Pada saat komet bergerak mendekati Matahari, ekornya berada di belakang, sedangkan pada saat komet bergerak menjauhi Matahari ekornya berada di depan. Panjang ekor komet dapat mencapai jutaan kilometer. Semakin dekat dengan Matahari ekornya semakin panjang.
Contoh beberapa komet yang sudah diketahui, yaitu:
a.    komet Encke, muncul setiap 3 tahun,
b.    komet Halley, muncul setiap 76 tahun,
c.    komet West, muncul tahun 1976,
d.    komet Ikeya-Seki, muncul pada tahun 1965,
e.    komet Kohoutek, muncul pada tahun 1973,
f.    komet Howard-Koomen-Michel, muncul tahun 1979,
g.    komet Shoemaker-Levy, muncul tahun 1993.

Meteor dan Meteoroid


Pernahkah Anda melihat meteor? Di malam yang cerah, apabila kita melihat ke langit, kadang-kadang kita melihat adanya benda berpijar yang bergerak cepat. Itulah yang disebut meteor. Ada juga yang menyebutnya bintang jatuh atau bintang beralih.
Di angkasa, banyak sekali benda-benda langit berukuran kecil yang tidak mempunyai lintasan tertentu. Benda-benda ini bergerak bebas di angkasa dengan kecepatan tinggi. Benda ini disebut meteoroid. Apabila benda ini tertarik oleh planet yang mempunyai atmosfer, seperti Bumi, maka benda tersebut akan berpijar karena bergesekan dengan atmosfer. Benda yang berpijar tersebut dinamakan meteor.
Apabila meteor tidak habis terbakar di atmosfer, maka akan sampai di Bumi. Batu meteor yang sampai di Bumi kita sebut meteorit. Salah satu contoh meteorit dapat Anda lihat di museum Geologi Bandung.
Apabila meteorit yang sampai ke permukaan Bumi berukuran besar, maka permukaan Bumi yang kejatuhan meteorit tersebut dapat membentuk kawah. Kawah yang terbentuk disebut kawah meteor. Salah satu contoh kawah meteor terdapat di Wolf Creek, Amerika Serikat, seperti tampak pada Gambar di bawah ini!
Menurut para ahli, meteor tersusun dari besi dan nikel sehingga meteor ini dapat menghasilkan kedua jenis logam tersebut.

Sembilan Planet Anggota Tatasurya Kita


Tahukah Anda apa perbedaan antara bintang dan planet? Bintang mempunyai cahaya sendiri, sedangkan planet tidak mempunyai cahaya sendiri. Planet hanya memantulkan cahaya yang diterimanya dari bintang-bintang. Apabila Anda memperhatikan benda-benda langit tersebut dengan cermat, maka Anda akan melihat bahwa planet tidak berkedip-kedip, sedangkan bintang selalu berkedip-kedip.
Sampai saat ini, kita telah mengenal 9 planet yang berputar mengelilingi Matahari pada garis edarnya yang berbentuk elips. Kesembilan planet tersebut adalah Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, dan Pluto.
Coba Anda perhatikan baik-baik gambar di atas! Planet apakah yang paling dekat dengan Matahari? Planet apakah yang paling jauh dari Matahari? Pada urutan ke berapakah kedudukan planet Bumi kita dari Matahari? Kesembilan planet itu bergerak mengelilingi Matahari. Garis edar atau lintasan planet mengelilingi Matahari disebut orbit. Arah peredarannya berlawanan dengan arah jarum jam. Peredaran planet-planet mengelilingi Matahari disebut revolusi. Planet-planet itu mengelilingi Matahari karena adanya gaya gravitasi Matahari. Gaya gravitasi Matahari lebih besar daripada gaya gravitasi planet-planet. Waktu yang diperlukan planet untuk melakukan satu revolusi dinamakan kala revolusi. Perhatikanlah kala revolusi planet-planet pada tabel berikut ini!
Dari tabel di atas, tampak kala revolusi Bumi adalah 365,3 hari. Kala revolusi bumi itu ditetapkan sebagai satuan yang disebut satu tahun. Bidang tempat planet beredar disebut bidang edar. Bidang edar Bumi disebut bidang ekliptika.
Setiap planet mengalami siang dan malam seperti yang terjadi di Bumi tempat tinggal kita. Hal tersebut merupakan bukti bahwa planet-planet berputar pada sumbunya. Perputaran planet mengelilingi sumbunya dinamakan rotasi. Waktu yang diperlukan planet untuk berotasi pada sumbunya dinamakan kala rotasi. Kala rotasi setiap planet dapat Anda lihat pada tabel yang disajikan di atas.
Berdasarkan letak garis edarnya, planet-planet digolongkan atas dua bagian, yaitu planet dalam dan planet luar. Planet dalam adalah planet-planet yang lintasan edarnya berada di antara Matahari dan Bumi. Adapaun yang termasuk planet dalam, yaitu Merkurius, Venus, Mars, Yupiter, dan Saturnus. Planet luar adalah planet-planet yang lintasan edarnya berada di luar peredaran Bumi, yang termasuk planet luar yaitu Uranus, Neptunus, dan Pluto.
Planet dalam berukuran kecil, sedangkan planet luar ada yang berukuran besar dan ada juga yang berukuran kecil. Planet luar yang berukuran besar adalah Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Dari kesembilan planet yang ada, planet yang dapat kita lihat tanpa alat bantu (selain Bumi) adalah Merkurius, Venus, Mars, Yupiter, dan Saturnus. Sementara untuk melihat planet lainnya, kita harus memakai teropong atau teleskop.
Selain planet, kita juga mengenal benda-benda lngit lain, seperti meteor , meteorid, komet, asteroid atau planetoid dan satelit.

Berbagai Sumber Energi Listrik


Benda yang dapat menimbulkan arus listrik dinamakan sumber energi listrik. Sumber energi listrik yang paling sering kita jumpai adalah baterai dan aki. Keduanya memiliki kutub positif (+) dan kutub negatif (-). Baterai dan aki tergolong sumber energi yang kecil. Keduanya, hanya mampu menyalakan lampu senter atau bola lampu berukuran kecil. Bagaimana kalau ingin menyalakan lampu di jalanan atau lampu untuk seluruh rumah? Dari manakah sumber energi listriknya? Marilah, kita bahas bersama-sama berikut! ini!
a. Generator
Untuk menyalakan lampu dalam satu rumah, sebenarnya cukup menggunakan sumber energi berupa generator berukuran kecil. Namun, untuk menyalakan lampu di seluruh jalanan dan rumah-rumah, tentu saja generator kecil tidak akan sanggup, apa lagi menggunakan baterai dan aki. Sumber energi yang diperlukan untuk itu harus berupa generator berukuran besar. Generator seperti ini terdapat pada pusat pembangkit energi listrik.
Pusat pembangkit energi listrik bermacam-macam, hal itu bergantung pada tenaga yang membangkitkannya. Ada listrik yang dibangkitkan oleh tenaga air, angin, diesel, dan sebagainya. Berikut ini, beberapa jenis pembangkit listrik berdasarkan tenaga penggeraknya.
1)    Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU
2)    Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA)
3)    Pusat Listrik Tenaga Diesel (PLTD)
4)    Pusat Listrik Tenaga Nuklir (PLTN)
5)    Pusat Listrik Tenaga Panas Bumi (Geothermal) (PLTG)
6)    Pusat Listrik Tenaga Angin
7)    Pusat Listrik Tenaga Matahari (Surya)
Bagaimana cara energi listrik dihasilkan pada pusat pembangkit tenaga listrik?     Untuk mengetahuinya, marilah kita lihat prinsip kerja tenaga air dan diesel.
Pada Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA), air dibendung terlebih dahulu sehingga permukaannya menjadi tinggi. Air yang dibendung ini menyimpan energi potensial. Kemudian, air ini dialirkan melalui terowongan menurun. Aliran air tersebut akan memutar turbin yang digandeng dengan generator. Generator yang berputar menghasilkan energi listrik. Pada saat air bergerak dalam terowongan, energi potensial air berubah menjadi energi kinetik. Energi kinetik air inilah yang memutar turbin yang digandeng dengan generator.
Pada Pusat Listrik Tenaga Diesel (PLTD), mesin diesel yang dihidupkan dengan minyak diesel (solar) langsung menggerakkan generator sehingga timbul energi listrik. Pada Pusat Listrik Tenaga Matahari, cahaya Matahari diterima oleh sel surya. Kemudian, sel surya mengubahnya menjadi energi listrik.
Dapatkah Anda jelaskan proses kerja pembangkit listrik lainnya? Cobalah Anda diskusikan denga teman dan bila perlu carilah informasi dalam buku-buku mengenai hal ini!
b. Baterai
Baterai merupakan sumber energi listrik yang paling mudah diperoleh. Anda dapat membelinya di toko atau di warung. Pada bungkus baterai biasanya tertulis 1,5 V 1A. Artinya baterai tersebut mempunyai tegangan listrik 1,5 volt (1,5 V) dan arus listrik 1 ampere (1A).
Baterai berisi zat-zat kimia. Pada zat-zat kimia tersebut tersimpan energi kimia yang dapat berubah menjadi energi listrik apabila kutub positif (+) dihubungkan dengan kutub negatif (-). Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar berikut!
Bungkus luar baterai biasanya dibuat dari bahan logam, tetapi ada juga yang dibuat dari kertas karton tebal. Perhatikan dan bacalah semua petunjuk pemakaian baterai tersebut, baik kutub-kutubnya maupun daya tahannya! Setelah bungkus luar dibuka, Anda akan menemukan lapisan seng yang berfungsi sebagai kutub negatif. Bila lapisan seng ini dibuka, maka Anda akan menemukan lapisan zat-zat kimia. Zat-zat inilah yang menyimpan energi kimia. Di bagian tengah baterai, Anda akan mendapatkan batang arang yang keras. Ujung luar batang arang ini biasanya dihubungkan dengan tembaga dan berfungsi sebagai kutub positif.
c.     Aki (akumulator)
Perhatikanlah bagian-bagian aki (akumulator) pada Gambar berikut!


Aki (akumulator)  berisi zat kimia berupa cairan. Oleh karena itu, aki disebut juga elemen basah. Pernahkah Anda menggunakan aki? Apakah aki selalu dapat terus-menerus digunakan? Bagaimana kalau aki itu habis dipakai? Apabila aki telah lama digunakan untuk menyalakan lampu atau menghidupkan alat lainnya, maka energi listrik pada aki akan habis. Agar dapat digunakan kembali, aki harus diberi energi listrik (disetrum) dan kadang-kadang juga ditambah air  murni.
Ukuran aki bermacam-macam. Ukuran tersebut menunjukkan besarnya tegangan listrik yang dimilikinya. Biasanya, aki yang bertabung besar mempunyai tegangan yang besar juga. Contoh ukuran aki antara lain 6V, 9V, 12V, 24V, dan 50V.
Penggunaan energi listrik dari aki cukup dilakukan dengan mengnubungkan kutub positif dan kutub negatif dengan alat-alat listrik yang diinginkan. Apabila aki dihubungkan dengan radio, maka radio akan berbunyi. Demikian juga jika aki dihubungkan dengan bola lampu, maka bola lampu akan menyala. Pada aki terjadi perubahan energi kimia menjadi energi listrik.
d. Dinamo sepeda
Dinamo sepeda terdiri dari magnet berbentuk tabung dan sebuah kumparan (kawat yang digulung secara teratur). Kumparan itu dipasang di sekitar magnet tabung yang berputar. Perhatikanlah, bagan dinamo sepeda pada gambar berikut ini!

Dinamo pada gambar di atas, biasanya dipasang dekat roda depan sepeda. Pada saat sepeda dijalankan, kepala dinamo yang berhubungan langsung dengan magnet akan berputar karena bergesekan dengan roda. Magnet yang berputar menimbulkan arus listrik pada kumparan. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa dinamo dapat mengubah energi mekanik (gerak) menjadi energi listrik.

PERPINDAHAN PANAS SECARA KONDUKSI, KONVEKSI, DAN RADIASI

Panas dapat berpindah dari satu benda ke benda lain melalui tiga macam cara, yaitu konduksi, konveksi, dan radiasi. Bagaimanakah berlangsungnya perpindahan panas tersebut. Marilah kita bahas satu-persatu berikut ini!
1. Konduksi
Ketika sedang mengaduk teh panas, tangan Anda yang memegang sendok logam terasa panas. Hal ini terjadi karena panas berpindah dari air teh menuju tangan Anda melalui sendok. Perpindahan panas semacam ini dinamakan konduksi atau hantaran. Untuk lebih mengetahui mengenai konduksi, lakukan percobaan berikut!
    Perpindahan panas secara konduksi
a.    Tujuan
    Membuktikan berlangsungnya perpindahan panas secara konduksi.
b.    Alat dan Bahan
    1.  kawat 50 cm
2.  lilin
3.  korek api
c.    Langkah Kerja Percobaan
1.    Nyalakan lilin dengan korek api. Lakukan dengan sangat hati-hati.
2.    Dekatkan ujung kawat ke api lilin dan tunggu beberapa saat. Jika mulai terasa panas, tariklah tanganmu.
d.    Pertanyaan
1.  Apakah yang Anda rasakan?
2.  Apakah bentuk kawat berubah?
Ketika terjadi konduksi, panas dipindahkan dari bagian logam yang panas ke bagian logam yang dingin. Ketika panas berpindah, bagian-bagian logam yang dilalui panas tidak ikut berpindah. Peristiwa konduksi terjadi pada semua jenis logam. Contohnya, baja, kuningan, aluminium, dan besi.
Beberapa perabotan rumah tangga memanfaatkan perpindahan panas secara konduksi. Contohnya, pada wajan atau penggorengan, panci, dan solder.


2. Konveksi
Ketika Anda yang sedang memasak air, air yang Anda masak lama-lama akan mendidih. Pada peristiwa ini, terjadi perpindahan panas. Untuk lebih mengetahui hal itu, lakukanlah percobaan berikut!


    Perpindahan Panas Secara Konveksi
a.    Tujuan
    Membuktikan bagaimana berlangsungnya perpindahan panas secara konveksi.
b.    Alat dan Bahan
    1.   gelas kimia atau gelas bening tahan panas,
2.   sedotan (selang kecil),
3.   alat pemanas,
4.   zat warna biru padat (biasa digunakan untuk mencuci pakaian putih).
c.    Langkah Kerja Percobaan
1.   Isilah gelas dengan air dingin!
2.   Masukkan zat pewarna ke dasar gelas agak ke tepi!
3.  Panaskan gelas dengan api yang kecil. Amati yang terjadi. Lakukari
     dengan sangat hati-hati!
d.    Pertanyaan
1.   Apakah permukaan air menjadi makin panas?
2.   Apakah yang terjadi dengan zat pewarna?
Air yang Anda masak, lama-lama akan mendidih. Hal ini terjadi karena air terus-menerus dipanaskan. Mula-mula, air pada dasar wadah yang mendapat panas. Akibatnya, air pada bagian ini menjadi lebih ringan. Karena ringan, air ini naik ke permukaan. Air yang semula ada di permukaan terdesak turun ke bagian dasar. Air ini pun dipanaskan dan naik kembali. Demikian, seterusnya sehingga terjadi pertukaran air. Pada pemanasan air ini, terjadi perpindahan panas yang disebut konveksi (aliran), yaitu perpindahan panas yang diikuti perpindahan bagian-bagian zat itu.
Adanya konveksi menyebabkan sayuran yang kita masak menjadi matang. Demikian pula, nasi yang kita masak.
3. Radiasi
Matahari memancarkan panas tidak memerlukan zat perantara. Panas Matahari itu sampai ke bumi setelah melewati ruang hampa udara di angkasa. Perpindahan panas melalui ruang hampa udara disebut radiasi atau pancaran.
Perpindahan panas secara radiasi juga terjadi saat Anda berdiri di dekat api unggun. Tubuh Anda akan terasa hangat karena menerima pancaran langsung dari api unggun. Adanya radiasi menyebabkan jemuran atau cucian menjadi kering.
Dari apa yang dijelaskan di atas, terbuktilah, perpindahan panas dapat berlangsung secara konduksi, konveksi, dan radiasi.

SOAL-SOAL LATIHAN PERUBAHAN PADA BENDA

A.   Berilah tanda silang (X) pada huruf A, B, C, atau D pada jawaban yang benar!
1.    Lumut menyebabkan pelapukan pada tembok atau batuan dengan cara....
    A.    menyerap air dari tembok atau batuan
    B.    akarnya masuk ke celah-celah tembok atau batuan
    C.    mengairi tembok atau batuan
    D.    menempel pada tembok atau batuan
2.     Pelapukan biologi bukan disebabkan oleh ....
    A.    angin            B.    rayap
    C.    lumut            D.    pohon
3.    Pelapukan kayu dapat menyebabkan ....
    A.    permukaan kayu menjadi mengkilap
    B.    rayap mudah masuk ke dalam kayu
    C.    kayu menjadi keras
    D.    kayu semakin keropos


4.    Pelapukan kayu dapat dicegah dengan cara ....
    A.    mencuci kayu hingga bersih
    B.    melapisi kayu dengan cat
    C.    menyimpan kayu pada ruang tertutup
    D.    menggosok kayu hingga halus
5.    Perkaratan terjadi pada ....
    A.    kursi      
    B.     kaleng minuman         
    C.     gelas plastik       
    D.     susu bubuk
6.    Perkaratan pada besi dapat dihambat dengan cara ....
    A.    pendinginan          C.     pengeringan  
    B.     pencucian                     D.     pengecatan
7.    Benda berikut yang paling cepat mengalami perkaratan adalah ....
    A.    sepeda          
    B.     mobil       
    C.     sepeda motor    
    D.     kapal laut
8.    Daging yang dibiarkan di udara terbuka selama beberapa hal akan ....
    A.    tetap segar
    B.    menjadikering
    C.    menjadi matang
    D.    mengalami pembusukan
9.    Tanda-tanda yang menandakan bahan makanan membusuk adalah ....
    A.    warna kulit buah jeruk menjadi kuning
    B.    daging ikan menjadi lembek dan berair
    C.    rasa nasi menjadi lebih lezat
    D.    buah pepaya berasa lebih manis
10.    Cara berikut ini yang bukan tindakan pengawetan bahan makanan adalah ....   
    A.     penambahan bahan pengawet
    B.    pengeringan bahan makanan
    C.    pencucian bahan makanan
    D.    penyimpanan dalam lemari pendingin



B.  Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan jelas dan benar!
1.    Apakah yang menyebabkan pelapukan fisika?
2.    Apakah nama untuk pelapukan batuan karena faktor makhluk hidup?
3.    Sebutkan beberapa binatang yang dapat menyebabkan pelapukan!
4.    Apakah maksud seseorang melapisi logam dengan cat?
5.    Apakah yang menyebabkan terjadinya pembusukan?
6.    Tuliskan tiga bentuk perubahan pada benda!
7.    Bagaimana proses terjadinya pelapukan oleh pohon?
8.    Bagaimana proses terjadinya pelapukan oleh air?
9.    Mengapa pelapisan kayu dengan cat dapat mencegah proses pelapukan?
10.    Apa perbedaan paku yang masih baru dengan paku yang sudah berkarat?
11.    Jelaskan kerugian yang disebabkan karena perkaratan logam!
12.    Bagaimana cara untuk menghambat perkaratan pada bahan logam?
13.    Tuliskan empat cara mengawetkan bahan makanan!
14.    Jelaskan tanda-tanda pembusukan pada ikan!
15.    Apa yang terjadi bila kita memakan makanan yang sudah ditumbuhi jamur atau bakteri?

PELAPUKAN, PERKARATAN, DAN PEMBUSUKAN SEBAGAI PERUBAHAN PADA BENDA

Anda telah melihat beberapa perubahan pada benda. Semua benda yang ada di alam ini, sebenarnya mengalami perubahan. Sebuah rumah yang dahulu tampak megah, beberapa tahun kemudian mulai timbul retak-retak bahkan ada bagian-bagian yang hancur. Sebuah patung yang berdiri dengan kokoh, suatu saat akan mengalami keropos. Demikian, sebagian perubahan yang terjadi di sekitar kita.
Terdapat tiga bentuk perubahan yang sering kita lihat, yaitu pelapukan, perkaratan, dan pembusukan. Masing-masing bentuk perubahan di atas bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Perubahan dapat disebabkan oleh makhluk hidup atau makhluk tidak hidup. Di bawah ini kita akan mempelajari bentuk perubahan dan faktor-faktor penyebabnya.
1. Pelapukan
Pernahkah Anda pergi ke daerah pegunungan? Cobalah Anda amati batu-batuan yang terdapat di sana. Perhatikan dengan baik keadaan batu dan lingkungan di sekitarnya! Apakah batu itu masih utuh atau sudah terpecah menjadi beberapa bagian? Apakah di atas batu tumbuh tanaman lumut atau pohon jenis lainnya? Apakah lumut dan pohon yang tumbuh di atas batu memengaruhi keadaan batu tersebut? Demikianlah, beberapa pertanyaan yang akan muncul di benak kita. Batu termasuk benda yang mengalami pelapukan. Batu dikatakan mengalami pelapukan bila hancur menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. Batu yang semula tampak utuh, setelah mengalami pelapukan akan pecah menjadi batuan-batuan yang lebih kecil. Bentuknya pun kadang berubah menjadi bergerigi, runcing, atau bagai lembaran-lembaran tipis. Mengapa batuan bisa menjadi lapuk?
Terdapat dua faktor yang mengakibatkan batuan menjadi lapuk, yaitu faktor makhluk hidup dan alam. Pelapukan batuan karena faktor makhluk hidup dinamakan pelapukan biologi, sedangkan pelapukan karena faktor alam dinamakan pelapukan fisika.







a.  Pelapukan biologi
Pelapukan biologi dapat terjadi jika suatu batuan ditumbuhi oleh pohon atau lumut. Peristiwa ini dapat Anda temukan di daerah-daerah yang lembap. Pohon dan lumut bisa hidup pada batuan karena di situ ada sedikit tanah dan air. Setelah berlangsung beberapa lama, pohon bertambah besar. Akar-akarnya mencengkeram makin kuat sehingga mampu memecahkan batuan. Kejadian serupa ini, terjadi di trotoar yang ditanami pohon-pohonan. Sewaktu pohon-pohonan masih kecil, belum timbul masalah. Namun, setelah pohon-pohonan bertambah besar, akarnya bertambah kuat dan menjalar ke mana-mana. Akibatnya, trotoar itu lama-kelamaan retak dan menjadi hancur.
Sebenarnya, masih banyak lagi contoh peristiwa pelapukan secara biologi. Coba Anda perhatikan kayu-kayu yang ada di rumah atau lingkungan sekitar. Apakah kayu-kayu itu masih utuh atau sudah berlubang-lubang? Beberapa kayu mungkin masih utuh dan tampak halus, tetapi sebagian lagi mungkin sudah berlubang. Kayu dapat mengalami pelapukan karena dimakan rayap. Rayap sebenarnya hidup di dalam tanah. Rayap juga bisa hidup pada kayu dan batang pohon. Untuk membuat lubang atau sarangnya, rayap mengangkut tanah sedikit demi sedikit. Mula-mula ukurannya kecil, tetapi lama-lama bisa menjadi besar.
       








Selanjutnya, coba Anda perhatikan tembok pagar rumah yang ditumbuhi tanaman merambat. Pada mulanya, sebelum ditumbuhi tanaman, tembok itu halus. Namun, lama-lama tembok menjadi tidak halus lagi. Di balik tanaman tersebut, timbul lubang-lubang bekas akar tanaman itu melekat. Semua ini menunjukkan peristiwa pelapukan secara biologi.
b.  Pelapukan fisika
Di atas, Anda telah mengenal apa yang menyebabkan pelapukan secara biologis. Bagaimana dengan pelapukan fisika? Pelapukan fisika dapat disebabkan oleh angin atau air. Angin yang bertiup sepanjang siang dan malam dapat memindahkan batuan sedikit demi sedikit. Sementara itu, angin yang bertiup kencang di daerah pegunungan dapat menggelindingkan batuan dari puncak gunung ke dasar jurang. Selama berpindah tempat itulah batuan, batu itu bergesekan dengan tanah atau batuan lain sehingga mengalami pelapukan. Batuan pecah menjadi bagian yang lebih kecil, misalnya pasir dan kerikil.










Air yang menetes sedikit demi sedikit juga dapat menyebabkan pelapukan batuan. Perhatikan tetesan hujan yang jatuh di halaman rumahmu! Tetesan hujan tersebut kelihatannya tidak terlalu deras. Namun, tetesan hujan yang berlangsung terus-menerus dapat membuat batu menjadi berlubang. Mula-mula lubang yang terbentuk hanya kecil, tetapi lama-lama membesar. Lubang tersebut kemudian berisi air. Apa yang terjadi dengan air dan batu tersebut?









Pada siang hari, air dan batu mendapat panas dari sinar Matahari. Akibatnya, batu menjadi mengembang atau ukurannya sedikit bertambah besar. Namun, pada malam hari air, batu berubah menjadi dingin sehingga menyusut atau ukurannya sedikit mengecil. Perubahan silih berganti antara mengembang dan menyusut dalam waktu yang lama dapat menyebabkan batuan pecah atau mengalami pelapukan.
Dapatkah proses pelapukan dicegah? Beberapa pelapukan dapat dicegah, terutama pelapukan yang terjadi pada kayu. Berbagai upaya dilakukan manusia untuk mencegah pelapukan pada kayu, misalnya dengan merendam kayu yang akan digunakan sebagai bahan bangunan selama berbulan-bulan. Bisa juga dengan melapisi kayu dengan cat atau bahan anti rayap. Pelapukan harus dicegah agar bangunan tidak mudah ambruk. Bayangkan bila kayu dimakan oleh rayap hingga keropos. Tentu saja kayu itu tidak mampu lagi menyangga bangunan. Akibatnya, bangunan bisa ambruk.
2. Perkaratan
Pernahkah anda melihat jarum atau kawat yang sudah berkarat? Apakah jarum  yang sudah berkarat keadaannya sama dengan jarum yang masih baru? Tentu berbeda, bukan? Jarum yang masih baru tampak mengkilap dan permukaannya masih halus. Sebaliknya, jarum yang sudah berkarat tidak lagi mengkilap dan permukaannya terasa kasar. Mengapa jarum yang terbuat dari bahan logam dapat berkarat?

Logam, terutama besi dan baja, akan mengalami perkaratan jikaterkena air dan udara. Berarti, air dan udara dapat mengubah keadaan logam. Sepotong kawat yang terkena hujan atau embun, lama-kelamaan akan berkarat. Demikian pula atap rumah yang terbuat dari lembaran seng. Lama-kelamaan atap itu berkarat dan bahkan bisa timbul kebocoran di mana-mana. Kaleng yang dibiarkan tergeletak di halaman atau di kebun juga berkarat. Kawat, seng, dan kaleng merupakan benda-benda yang terbuat dari logam dan mudah berkarat.
Gejala perkaratan bisa sangat merugikan. Perkaratan tidak hanya terjadi pada barang murah seperti paku dan pisau. Barang yang mahal sekalipun tidak luput dari masalah perkaratan. Perkaratan bisa terjadi pada sepeda motor, mobil, dan kapal laut. Sepeda motor dan mobil senantiasa terkena air, baik ketika dicuci maupun ketika terjadi hujan. Apalagi pada musim hujan di mana air bercampur dengan lumpur sehingga bisa membuat bagian-bagian mobil cepat berkarat. Pada kapal laut lebih parah lagi. Bagian bawah kapal laut selalu terendam air laut, sedangkan bagian atasnya seringkali terkena percikan air laut. Air tersebut tidak pernah kering, meskipun terkena sinar matahari. Adanya interaksi antara air laut dan udara dengan badan kapal menyebabkan badan kapal menjadi cepat berkarat.








3. Pembusukan
Dalam kehidupan sehari-hari, pembusukan merupakan gejala yang sering kita alami. Pembusukan terjadi pada bahan makanan, seperti nasi, ikan, buah-buahan, dan sayuran. Bahan-bahan ini  mudah membusuk bila dibiarkan di tempat terbuka. Perhatikan sepiring nasi yang diletakkan di atas meja! Apa yang terjadi dengan nasi tersebut keesokan harinya? Tentu nasi akan membusuk. Baunya tidak lagi harum mewangi, melainkan terasa agak asam. Ikan juga mudah membusuk. Ikan yang masih segar pada pagi hari mulai membusuk siang hari atau sore hari. Ikan yang masih segar terasa kenyal. Lama-lama ikan mulai lembek yang menandakan ikan sudah tidak segar lagi. Bila terus dibiarkan maka esok hari ikan sudah membusuk. Baunya menusuk hidung. Akibatnya, ikan dikerubuti oleh lalat.
Buah-buahan pun sering mengalami pembusukan. Buah-buahan yang sudah matang akan membusuk bila tidak segera dimakan. Apalagi bila buah-buahan itu sudah dibelah, proses pembusukan bisa berlangsung lebih cepat. Kamu dapat membuktikan hal itu dengan meletakkan buah pisang di atas meja. Bandingkan antara buah pisang yang telah dibuka kulitnya dengan buah pisang yang kulitnya masih tertutup! Manakah yang lebih cepat membusuk?
Bahan makanan dapat mengalami pembusukan oleh kuman yang berupa jamur dan bakteri. Jamur dan bakteri dapat Anda lihat pada roti atau biskuit yang disimpan di udara terbuka selama beberapa hari. Jamur dan bakteri terdapat pada tempat yang lembap, misalnya pada nasi yang sedikit berair dan pakaian yang agak basah. Jamur dan bakteri juga berkembang pada makanan yang sudah kedaluwarsa. Jamur dan bakteri yang tumbuh pada makanan sangat berbahaya karena dapat menimbulkan keracunan makanan. Keracunan makanan antara lain ditandai dengan kepala pusing, mual-mual dan muntah-muntah.

Percobaan Menyelidiki Benda yang Bersifat Konduktor dan Isolator Panas

Menyelidiki Benda yang Bersifat Konduktor dan Isolator Panas
A.    Tujuan Percobaan
    Untuk mengetahui apakah benda bersifat konduktor atau isolator.
B.    Alat dan Bahan
    Lilin, korek api, lidi, kawat, sendok logam, sendok plastik, pensil, ranting kayu, atau benda yang lainnya.
C.    Langkah Kerja Percobaan
1.    Nyalakan lilin dengan korek api. Lakukan hal ini dengan sangat hati-hati!
2.    Kemudian dekatkan ujung lidi ke api lilin selama kira-kira 15 detik. Seperti diperlihatkan pada gambar di bawah ini. Jika tangan Anda mulai terasa panas, jauhkan benda tersebut dari api!
3.    Selanjutnya dekatkan pula sendok, ranting kayu, kawat, dan benda-benda lain yang telah Anda sediakan sebelumya!
4.    Catatlah hasilnya pada tabel berikut, apa yang Anda rasakan. Bila tangan Anda terasa panas, berilah tanda (+) pada kolom Panas. Sebaliknya, bila tangan Anda tidak terasa panas, berilah tanda (-) pada kolom Tidak Panas.





D.    Pertanyaan
1.       Dari benda-benda yang Anda kumpulkan dan dicoba pada percobaan di atas, benda mana yang terasa panas ketika didekatkan pada api?
2.       Benda mana yang tidak terasa panas ketika didekatkan pada api?

SOAL LATIHAN MENCEGAH KERUSAKAN LINGKUNGAN DAN PUNAH HEWAN LANGKA

A.    Berilah tanda silang (X) pada huruf A, B, C, atau D di depan jawaban yang benar!
1.    Contoh kegiatan manusia yang mengakibatkan kerusakan lingkungan adalah ....
    A.    melakukan penghijauan
    B.    melakukan pembakaran hutan
    C.    membuat sengkedan tanah
    D.    melakukan penanaman kembali hutan                                                           
2.    Penebangan secara besar-besaran tumbuh-tumbuhan di hutan dapat mengakibatkan ....
    A.    hewan hutan bertambah garang
    B.    kebutuhan manusia terpenuhi
    C.    banjir di daerah hilir pada musim hujan
    D.    hewan liar menjadi hewan jinak
3.    Menangkap ikan dengan bahan peledak dapat menganggu keseimbangan alam karena ....
    A.    mengubah struktur batuan
    B.    menyebabkan perubahan warna air
    C.    ikan yang dimakan mengandung racun
    D.    mematikan benih-benih ikan
4.    Hewan-hewan Indonesia berikut ini yang dilindungi undang-undang adalah ....
    A.    badak, sapi, dan burung cendrawasih
    B.    badak, harimau, dan komodo
    C.    buaya, bunglon, dan ular
    D.    gajah, kera, dan kuda
5.    Diantara makhluk hidup berikut ini, yang kepunahannya akan mengakibatkan kepunahan semua makhluk hidup lainnya adalah ....
    A.    burung elang   
    B.    burung pipit
    C.    belalang                                 
    D.    tanaman padi
6.    Wilayah yang melindungi hewan dan tumbuhan yang hidup di dalamnya disebut ....
    A.     suaka margasatwa
    B.     kebun binatang
    C.    cagar alam
    D.    kebun raya
7.    Benda-benda yang dapat dibuat dari tanaman jati adalah ....
    A.    sepatu       
    B.    kursi              
    C.     tas      
    D.     sikat gig!
8.    Bahan berikut yang merupakan bahan sintetik adalah ....
    A.    sutera     
    B.     kapas   
    C.     wol    
    D     plastik (PVC)
9.    Pernyataan yang benar mengenai burung cendrawasih adalah
    A.    populasinya semakin bertambah
    B.    hewan yang terancam kepunahan
    C.    bulunya amat digemari untuk dibuat pakaian
    D.    burung yang banyak dibudidayakan
10.    Hewan berikut yang diburu untuk tujuan pengobatan adalah . .
    A.    harimau        
      B.     badak     
    C.     burung cendrawasih         
    D.     kelinci

B.  Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan jelas!
1.    Apa yang terjadi di musim hujan jika dilakukan penebangan hutan secara sembarangan?
2.    Mengapa perusakan hutan dapat menyebabkan daerah tersebut menjadi tandus?
3.    Apa yang menyebabkan hewan-hewan di hutan masuk dan menyerang desa-desa di sekitarnya?
4.    Jelaskan manfaat pupuk bagi pertumbuhan tanaman!
5.    Mengapa perburuan liar dapat mengakibatkan keseimbangan alam terganggu?
6.    Apa yang biasanya dilakukan suatu negara untuk mencegah perburuan liar?
7.    Apakah yang dimaksud dengan terumbu karang? Jelaskan!
8.    Tuliskan tiga contoh hewan yang diburu manusia untuk diambil rambut/ bulunya!
9.    Mengapa perusakan terumbu karang dapat mempengaruhi keseimbangan ekosistem?
10.    Tuliskan dua keuntungan penangkaran buaya!    

MENCEGAH KEPUNAHAN HEWAN LANGKA

Di Indonesia, masalah perburuan satwa dan penebangan hutan secara liar masih menjadi masalah yang belum terpecahkan sampai sekarang. Perburuan liar dan penebangan hutan secara liar mengakibatkan keberadaan beberapa jenis hewan dan tumbuhan yang hidup di hutan terancam punah.  Bahkan, beberapa jenis hewan dan tumbuhan sudah banyak yang mengalami kepunahan akibat kegiatan tersebut.
Beberapa jenis hewan di hutan banyak yang diburu manusia karena beberapa bagian tubuhnya, seperti bulu, kulit, tanduk, dan dagingnya dapat memenuhi kebutuhan manusia. Di samping itu, ada pula beberapa binatang yang mengganggu ternak peliharaan manusia sehingga mereka membunuhnya. Demikian pula, beberapa jenis pohon di hutan ditebang untuk diambil batangnya atau untuk membuka lahan pertanian, perumahan, dan jalan di lokasi bekas hutan tersebut.
Untuk menyelamatkan keberadaan hewan dan tumbuhan yang berada di hutan itu, perlu dilakukan upaya atau cara untuk menjaganya dari kemusnahan. Beberapa caranya, yaitu sebagai berikut.
1.     Melindungi Hewan dan Tumbuhan Langka
Untuk melindungi keberadaan hewan dan tumbuhan di hutan, biasanya pemerintahan di setiap negara membuat peraturan atau undang-undang tertentu. Undang-undang tersebut dibuat dengan maksud untuk melindungi hewan dan tumbuhan langka dari perburuan liar dan penebangan liar sehingga kepunahan hewan-hewan dan tetumbuhan dapat dicegah. Selain itu, setiap negara biasanya mempunyai wilayah atau daerah terlarang untuk perburuan. Wilayah yang melindungi hewan dan tumbuhan yang hidup di dalamnya dinamakan cagar alam, sedangkan wilayah yang khusus dibuat untuk melindungi hewan yang hidup di dalamnya, dinamakan suaka margasatwa.
Di Indonesia, setiap warga negara dihimbau untuk turut serta melestarikan lingkungan hidup. Untuk merangsang kesadaran warga negara dalam keikutsertaannya melestarikan lingkungan hidup, pemerintah memberikan penghargaan atas jasa-jasanya. Penghargaan tersebut  dinamakan kalpataru.
2.     Membudidayakan Hewan atau Tumbuhan yang Terancam Punah
Beberapa hewan atau tumbuhan yang hampir punah disebut hewan atau tumbuhan langka. Sekarang ini, manusia sudah dapat membudidayakan beberapa jenis hewan dan tumbuhan langka. Hewan yang tergolong langka dan sudah dapat dibudidayakan manusia, yaitu buaya.
Sepereti kita ketahui, buaya sering diburu manusia untuk dimanfaatkan kulitnya. Hal ini karena kulit buaya cukup mahal dan dapat digunakan untuk bahan pembuat tas, sepatu, atau ikat pinggang. Di samping kulitnya, telur buaya juga sering diincar manusia untuk dimakan. Pada akhirnya, akibat terlalu sering diburu manusia, jumlah populasi buaya menjadi berkurang.
Menyadari populasi buaya di alam bebas dari ke waktu semakin berkurang, beberapa orang mengupayakan pembudidayaannya. Sekarang ini, buaya sudah dapat dibudidayakan manusia. Ada beberapa peternakan ayam yang juga memiliki peternakan atau penangkaran buaya. Ayam-ayam yang sakit atau mati biasanya diberikan kepada buaya sebagai makanannya. Dengan demikian, selain mengurangi polusi yang berupa limbah ayam mati, penangkaran buaya yang dikelola juga memberikan keuntungan berupa kulit buaya. Dengan adanya penangkaran buaya ini, sedikitnya dapat mencegah manusia untuk tidak melakukan perburuan-liar  buaya di alam bebas.
Di samping hewan, beberapa jenis tumbuhan, seperti tumbuhan jati, cendana, gaharu, dan beberapa jenis rotan tergolong tumbuhan langka. Tumbuhan-tumbuhan tersebut banyak ditebang karena manusia dapat mengambil manfaatnya berupa batang atau kayunya. Batang pohon jati yang kokoh banyak dimanfaatkan untuk membuat perlengkapan rumah tangga, seperti mebel, pintu, dan jendela. Batang kayu cendana yang berbau harum, banyak dimanfaatkan untuk membuat bahan kerajinan, bahan kosmetik serta menghasilkan minyak cendana. Batang gaharu yang harum juga banyak digunakan untuk menghasilkan minyak atsiri. Batang rotan banyak dimanfaatkan untuk pembuatan mebel dan kerajinan tangan.
Sebenarnya, tumbuhan-tumbuhan tersebut dapat dibudidayakan dengan menanam kembali bibit-bibitnya. Hal ini mencegah dari kepunahan. Oleh karena itu, sekarang ini, pemerintah membuat peraturan yang mengharuskan penebangan pohon disertai dengan penanaman pohon kembali. Dengan cara seperti ini, diharapkan tumbuhan yang ditebang tidak menjadi tumbuhan yang langka.
3.     Mengganti Bahan dari Tumbuhan dan Hewan Langka dengan Bahan Sintetis
Beberapa jenis hewan terancam punah dan menjadi langka karena diburu manusia. Manusia memanfaatkan bagian-bagian tubuh hewan tersebut untuk keperluan tertentu. Macan tutul dan harimau memiliki rambut yang tebal dan bercorak indah. Rambut harimau atau macam yang, lebih dikenal bulu, dicari manusia sebagai bahan untuk membuat mantel atau permadani. Untuk menghentikan perburuan binatang itu, bulu-bulu binatang tersebut dapat diganti dengan bulu domba atau bulu sintetis dengan pewarnaan tertentu.
Badak diburu manusia untuk diambil culanya. Ada yang beranggapan bahwa cula ini dapat digunakan sebagai obat. Anggapan ini tidak teruji kebenarannya. Bahan obat-obatan bisa diambil dari bahan tumbuh-tumbuhan atau dari bahan-bahan kimiawi. Dengan demikian, manusia tidak perlu mengambilnya dari tanduk badak.
Gajah mempunyai taring atau gading. Bagi gajah, gading ini berfungsi untuk melindungi diri dan mencari makan. Manusia memburunya untuk diambil gadingnya dan dipergunakan untuk membuat perhiasan tubuh atau hiasan di rumah-rumah. Untuk menghentikan perburuan gajah, gading gajah dapat diganti dengan gading sintetis atau gading tiruan.
Ular diburu manusia untuk mendapatkan kulitnya. Kulit ular biasanya dipergunakan untuk membuat tas, sepatu, atau ikat pinggang. Untuk menghentikan perburuan ular, kulit ular dapat diganti dengan menggunakan kulit kambing, kulit sapi, atau kulit binatang yang mudah diternakkan manusia.
Pernahkah Anda melihat keindahan burung cendrawasih? Burung cenderawasih jantan mempunyai bulu yang sangat indah. Bulu ini dipergunakan untuk menarik perhatian si betina. Manusia memburu burung ini untuk diambil bulunya dan dimanfaatkan untuk membuat topi. Untuk menghentikan perburuan burung tersebut, bulu burung cenderawasih dapat diganti dengan bulu-bulu sintetis.

KEGIATAN MANUSIA YANG MENGANGGU EKOSISTEM

Kegiatan manusia yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan hidup, baik secara langsung ataupun tidak langsung dapat memengaruhi kestabilan suatu ekosistem. Kegiatan-kegiatan tersebut, seperti penebangan dan pembakaran hutan, penggunaan pupuk dan pestisida secara berlebihan, perburuan liar, perusakan terumbu karang dan pembangunan industri (pabrik). Marilah kita lihat, sejauh mana kegiatan manusia tersebut dapat memengaruhi keseimbangan ekosistem.
1. Penebangan dan Pembakaran Hutan
Hutan adalah sebutan bagi lahan luas yang sebagian besar tertutup oleh berbagai jenis pepohonan dan tumbuhan. Ekosistem hutan dihuni berbagai macam hewan. Sebagai suatu ekosistem, hutan menyediakan beberapa kebutuhan bagi makhluk hidup yang ada di dalamnya, seperti makanan, tempat tinggal, dan tempat perlindungan bagi hewan-hewan tersebut.
Manusia seringkali memperoleh batang kayu yang dibutuhkannya dengan cara menebang pohon-pohon di hutan. Batang kayu yang diperolehnya itu, digunakan untuk membuat kusen rumah, badan kapal, kertas, peti kemas, dan pagar. Di samping melakukan penebangan, manusia juga sering melakukan pembakaran hutan untuk membuka lahan pertanian atau perumahan. Kegiatan Penebangan dan pembakaran hutan tersebut dapat menyebabkan kerusakan lingkungan.
Tentu Anda pernah membaca koran atau mendengar di televisi mengenai pembakaran hutan di daerah Riau yang menimbulkan kabut asap. Asap yang ditimbulkan oleh pembakaran hutan tersebut menimbulkan penyakit saluran pernapasan.










Perusakan hutan menyebabkan populasi tumbuhan di hutan berkurang. Dengan lenyapnya tumbuh-tumbuhan tersebut, tanah bagian atas mudah terbawa oleh air hujan. Padahal, tanah bagian atas merupakan bagian yang paling subur. Bila tanah subur tersebut terbawa aliran air hujan, maka daerah tersebut dapat berubah menjadi daerah yang tandus.
Selain itu, perusakan hutan juga menyebabkan air hujan mengalir deras tanpa ada yang menahan. Tanah tidak lagi saling dilekatkan oleh akar tanaman. Akibatnya, di musim hujan terjangan air dapat mengakibatkan tanah longsor dan banjir di daerah hilir. Hal ini terjadi akhir-akhir ini di beberapa daerah di Indonesia, berupa banjir bandang yang banyak menelan korban jiwa.
Di samping itu, perusakan hutan juga menyebabkan hewan-hewan di hutan kehilangan tempat tinggal, makanan, dan kehidupan mereka. Lebih parah lagi, jika hewan-hewan di hutan masuk dan menyerang desa-desa di sekitarnya, misalnya harimau, gajah, dan babi hutan. Hewan-hewan itu dapat merusak lahan pertanian atau memangsa manusia.
2. Penggunaan Pupuk dan Pestisida Secara Berlebihan
Pupuk dan pestisida sangat dibutuhkan dalam bidang pertanian dan perkebunan. Pupuk dan pestisida dipergunakan oleh para petani untuk pemeliharaan tanaman mereka agar tumbuh subur dan terhindar dari serangan berbagai hama dan penyakit.
Pupuk ditambahkan pada tanaman untuk menyediakan mineral-mineral yang diperlukan bagi tanaman. Adapun pestisida, digunakan untuk membunuh hama dan penyakit yang menyerang tanaman.
Beberapa petani memelihara ternak dan memanfaatkan kotoran ternak sebagai pupuk (disebut pupuk kandang). Pupuk tersebut merupakan pupuk organik. Selain pupuk organik, ada juga pupuk buatan yang dikenal dengan istilah pupuk anorganik.
Pupuk anorganik dan pestisida merupakan bahan kimia yang diproduksi oleh pabrik. Penggunaan bahan-bahan kimia tersebut, dapat memengaruhi kehidupan makhluk hidup lain. Contohnya, pembunuh serangga yang disebut DDT. DDT yang disemprotkan pada tanaman, sebagian termakan oleh hewan pemakan tanaman, seperti tikus dan tupai. Zat kimia yang terdapat dalam kandungan DDT masuk ke dalam tubuh hewan tersebut. Bila hewan tersebut dimakan oleh burung pemangsa, seperti elang, maka DDT juga akan masuk ke dalam tubuh elang. DDT dapat menyebabkan burung tersebut menghasilkan telur yang cangkangnya sangat tipis atau tidak terbentuk sehingga anak burung di dalam telur itu tidak dapat tumbuh dan berkembang. Akibatnya, populasi burung pemangsa menjadi berkurang. Bila populasi burung pemangsa berkurang, tikus dapat hidup merajalela. Hal ini dapat merugikan para petani karena sebelum tanamannya dapat dipanen, telah dirusak tikus.










Di samping itu, pupuk anorganik dan pestisida kimia yang diberikan pada tanaman juga bisa terbawa air hujan ke sungai. Di sungai, zat-zat kimia ini dapat membunuh berbagai jenis makhluk hidup yang ada di perairan.
3. Perburuan Liar
Sudah sejak dulu manusia senang memburu hewan-hewan di hutan, baik untuk diambil kulit, daging, atau hanya untuk olahraga saja. Akibatnya, hewan-hewan yang hidup di hutan berkurang jumlahnya dan lama-lama akan musnah. Musnahnya suatu jenis hewan dapat mengganggu keseimbangan alam. Misalnya, jika suatu jenis harimau punah, hewan-hewan yang dimangsanya, seperti rusa dapat berkembang biak dengan pesat. Akibatnya, rumput atau daun-daun pohon habis dimakan kawanan rusa yang semakin banyak. Lama-lama hewan-hewan tersebut pun akan mati kelaparan karena kehabisan makanan.
4.     Kegiatan Manusia yang Menyebabkan Rusaknya Terumbu Karang
Tahukah Anda yang dimaksud dengan terumbu karang? Terumbu karang terbentuk dari kumpulan kerangka bunga-karang yang telah mati. Terumbu karang merupakan tempat tinggal berbagai jenis hewan laut, seperti kepiting, udang, dan kerang. Di samping sebagai tempat tinggal, terumbu karang juga merupakan tempat tumbuh dan mencari makan bagi berbagai jenis hewan laut tersebut.
Seringkali manusia mengambil bunga-bunga karang yang berkumpul menjadi terumbu karang itu untuk diperjualbelikan. Bahkan, ada juga manusia yang menangkap ikan dengan cara meledakkan terumbu karang dengan bahan peledak. Tindakan seperti itu sangat merusak lingkungan. Bahan peledak tidak hanya dapat mematikan benih-benih ikan, tetapi dapat juga merusak keberadaan terumbu karang sebagai tempat tinggal berbagai jenis hewan laut.
Rusaknya terumbu karang sebagai perbuatan manusia dapat menyebabkan banyaknya hewan laut kehilangan tempat tinggal. Akibatnya, hewan-hewan tersebut mengalami kesulitan untuk memperoleh makanan sehingga dapat memengaruhi kehidupan mereka. Bahkan, beberapa diantara jenis hewan laut terancam keberadaannya.
5. Pembangunan Industri (Pabrik)
Dengan semakin bertambahnya jumlah manusia yang menghuni dunia ini, kebutuhan manusia pun semakin bertambah. Untuk memenuhi berbagai kebutuhan manusia yang semakin banyak, maka mereka banyak mendirikan industri atau pabrik. Pabrik dapat menghasilkan berbagai produk dengan jumlah banyak dalam waktu singkat. Akan tetapi, di samping berperan menghasilkan berbagai macam kebutuhan manusia, pabrik juga sering menghasilkan limbah yang merugikan lingkungan di sekitarnya.  Ada pabrik yang mengolah limbahnya terlebih dulu sebelum dibuang, tetapi banyak juga pabrik yang langsung membuang limbahnya ke sungai atau selokan.
Perlu Anda ketahui, limbah pabrik kebanyakan mengandung racun yang dapat mencemari berbagai perairan, baik danau, sungai, kolam ataupun selokan-selokan. Racun tersebut dapat membunuh ikan, hewan yang ada di air dan tumbuhan air di sungai. Dari sungai, seperti kita ketahui, aliran air akhirnya bermuara di laut. Apabila air yang berasal dari sungai tersebut membawa semua limbah  beracun dari hasil industri, maka laut pun akan turut  tercemar sehingga  kehidupan laut pun akan ikut terganggu.