Tuesday, 18 October 2016

Satelit


Selain benda-benda langit yang telah dijelaskan di atas, ternyata, masih ada satu jenis benda langit lain yang belum kita bahas, yaitu satelit. Satelit sering disebut pengiring planet karena satelit selalu menemani (mengiringi) planet ketika planet mengelilingi Matahari. Ada dua jenis satelit, yaitu satelit alam dan satelit buatan. Satelit alam adalah satelit yang sudah ada dalam tata surya dan bukan diciptakan atau dibuat oleh manusia. Contoh satelit alam, yaitu bulan. Satelit buatan adalah satelit yang dibuat oleh manusia dan diluncurkan dengan menggunakan roket. Contoh satelit buatan, yaitu satelit Palapa yang dimiliki oleh negara kita.
a.     Satelit Alam
Bumi kita memiliki satu satelit alam, biasa disebut satelit saja, yaitu Bulan. Planet-planet lain dalam tata surya kita ada yang memiliki satelit dan ada juga yang tidak memiliki satelit. Planet yang tidak memiliki satelit, adalah Merkurius dan Venus. Untuk lebih jelasnya, perhatikan tabel berikut!
Jumlah satelit yang mengiringi suatu planet seperti tertera pada tabel di atas, masih dapat  berubah seiring dengan ditemukannya satelit-satelit lain dengan menggunakan teknologi yang lebih modern. Pengetahuan tentang satelit ini secara lebih mendalam akan Anda pelajari di tingkatan sekolah yang lebih tinggi.
Di antara semua satelit-satelit yang ada dalam tata surya, hanya Bulan yang paling akrab dengan kita dan sering kita lihat pada malam hari. Bulan tidak memiliki cahaya sendiri, melainkan hanya memantulkan cahaya Matahari yang datang padanya.
Pengetahuan manusia tentang Bulan semakin bertambah sejak pendaratan pertama Apollo 11 oleh astronot Amerika. Apollo 11 dengan tiga orang awaknya mendarat di Bulan pada bulan Juli 1969. Orang pertama yang menjejakkan kaki di daratan Bulan adalah Neil Amstrong dan kemudian disusul oleh rekannya Edwin Aldrin. Sementara rekannya yang lain, Michael Collin tetap di pesawat. Pendaratan di Bulan juga dilakukan oleh kosmonot  Soviet (sekarang Rusia), yaitu Yuri Gagarin.
Dari pengamatan para astronot atau kosmonot diketahui bahwa bentuk Bulan seperti bola, dan permukaan Bulan tidak rata, melainkan bergunung-gunung. Jarak bulan dari Bumi kira-kira 384.000 km. Massa Bulan kira-kira 6 kali massa Bumi dan jari-jari Bulan kira-kira 4 kali jari-jari Bumi. Di Bulan tidak ada atmosfer. Perubahan temperatur di permukaannya sangat besar, yaitu 110°C di tempat yang terkena cahaya Matahari dan -173°C di tempat yang tidak terkena cahaya Matahari sehingga tidak memungkinkan adanya kehidupan.
Pergerakan Bulan mempengaruhi keadaan di Bumi, misalnya adanya peristiwa pasang naik dan pasang surut di pantai. Selain itu, pergerakan Bulan digunakan juga sebagai penanggalan, misalnya penanggalan tahun Islam (Hijriah). Waktu satu bulan dalam kalender Hijriah sama dengan waktu yang digunakan oleh Bulan untuk mengelilingi Bumi satu kali.
2.     Satetit Buatan
Satelit buatan biasanya digunakan untuk tujuan-tujuan tertentu. Indonesia, misalnya, menggunakan satelit buatan sebagai satelit komunikasi. Di negara yang sudah maju, selain sebagai alat komunikasi, satelit buatan ada yang digunakan untuk memata-matai  musuh (satelit mata-mata) dan sebagai sarana pemandu pelayaran/penerbangan, siaran radio, televisi, pemetaan permukaan Bumi, dan hasil kekayaan yang terkandung dalam perut Bumi. Satelit ini biasanya diluncurkan dengan roket ke ruang angkasa. Sebagai contoh peluncuran satelit komunikasi Palapa C1 milik negara kita pada tanggal 1 Februari 1996 dilakukan oleh roket ATLAS 2 AS milik Amerika Serikat.

No comments:

Post a Comment