Tuesday, 18 October 2016

Berbagai Sumber Energi Listrik


Benda yang dapat menimbulkan arus listrik dinamakan sumber energi listrik. Sumber energi listrik yang paling sering kita jumpai adalah baterai dan aki. Keduanya memiliki kutub positif (+) dan kutub negatif (-). Baterai dan aki tergolong sumber energi yang kecil. Keduanya, hanya mampu menyalakan lampu senter atau bola lampu berukuran kecil. Bagaimana kalau ingin menyalakan lampu di jalanan atau lampu untuk seluruh rumah? Dari manakah sumber energi listriknya? Marilah, kita bahas bersama-sama berikut! ini!
a. Generator
Untuk menyalakan lampu dalam satu rumah, sebenarnya cukup menggunakan sumber energi berupa generator berukuran kecil. Namun, untuk menyalakan lampu di seluruh jalanan dan rumah-rumah, tentu saja generator kecil tidak akan sanggup, apa lagi menggunakan baterai dan aki. Sumber energi yang diperlukan untuk itu harus berupa generator berukuran besar. Generator seperti ini terdapat pada pusat pembangkit energi listrik.
Pusat pembangkit energi listrik bermacam-macam, hal itu bergantung pada tenaga yang membangkitkannya. Ada listrik yang dibangkitkan oleh tenaga air, angin, diesel, dan sebagainya. Berikut ini, beberapa jenis pembangkit listrik berdasarkan tenaga penggeraknya.
1)    Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU
2)    Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA)
3)    Pusat Listrik Tenaga Diesel (PLTD)
4)    Pusat Listrik Tenaga Nuklir (PLTN)
5)    Pusat Listrik Tenaga Panas Bumi (Geothermal) (PLTG)
6)    Pusat Listrik Tenaga Angin
7)    Pusat Listrik Tenaga Matahari (Surya)
Bagaimana cara energi listrik dihasilkan pada pusat pembangkit tenaga listrik?     Untuk mengetahuinya, marilah kita lihat prinsip kerja tenaga air dan diesel.
Pada Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA), air dibendung terlebih dahulu sehingga permukaannya menjadi tinggi. Air yang dibendung ini menyimpan energi potensial. Kemudian, air ini dialirkan melalui terowongan menurun. Aliran air tersebut akan memutar turbin yang digandeng dengan generator. Generator yang berputar menghasilkan energi listrik. Pada saat air bergerak dalam terowongan, energi potensial air berubah menjadi energi kinetik. Energi kinetik air inilah yang memutar turbin yang digandeng dengan generator.
Pada Pusat Listrik Tenaga Diesel (PLTD), mesin diesel yang dihidupkan dengan minyak diesel (solar) langsung menggerakkan generator sehingga timbul energi listrik. Pada Pusat Listrik Tenaga Matahari, cahaya Matahari diterima oleh sel surya. Kemudian, sel surya mengubahnya menjadi energi listrik.
Dapatkah Anda jelaskan proses kerja pembangkit listrik lainnya? Cobalah Anda diskusikan denga teman dan bila perlu carilah informasi dalam buku-buku mengenai hal ini!
b. Baterai
Baterai merupakan sumber energi listrik yang paling mudah diperoleh. Anda dapat membelinya di toko atau di warung. Pada bungkus baterai biasanya tertulis 1,5 V 1A. Artinya baterai tersebut mempunyai tegangan listrik 1,5 volt (1,5 V) dan arus listrik 1 ampere (1A).
Baterai berisi zat-zat kimia. Pada zat-zat kimia tersebut tersimpan energi kimia yang dapat berubah menjadi energi listrik apabila kutub positif (+) dihubungkan dengan kutub negatif (-). Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar berikut!
Bungkus luar baterai biasanya dibuat dari bahan logam, tetapi ada juga yang dibuat dari kertas karton tebal. Perhatikan dan bacalah semua petunjuk pemakaian baterai tersebut, baik kutub-kutubnya maupun daya tahannya! Setelah bungkus luar dibuka, Anda akan menemukan lapisan seng yang berfungsi sebagai kutub negatif. Bila lapisan seng ini dibuka, maka Anda akan menemukan lapisan zat-zat kimia. Zat-zat inilah yang menyimpan energi kimia. Di bagian tengah baterai, Anda akan mendapatkan batang arang yang keras. Ujung luar batang arang ini biasanya dihubungkan dengan tembaga dan berfungsi sebagai kutub positif.
c.     Aki (akumulator)
Perhatikanlah bagian-bagian aki (akumulator) pada Gambar berikut!


Aki (akumulator)  berisi zat kimia berupa cairan. Oleh karena itu, aki disebut juga elemen basah. Pernahkah Anda menggunakan aki? Apakah aki selalu dapat terus-menerus digunakan? Bagaimana kalau aki itu habis dipakai? Apabila aki telah lama digunakan untuk menyalakan lampu atau menghidupkan alat lainnya, maka energi listrik pada aki akan habis. Agar dapat digunakan kembali, aki harus diberi energi listrik (disetrum) dan kadang-kadang juga ditambah air  murni.
Ukuran aki bermacam-macam. Ukuran tersebut menunjukkan besarnya tegangan listrik yang dimilikinya. Biasanya, aki yang bertabung besar mempunyai tegangan yang besar juga. Contoh ukuran aki antara lain 6V, 9V, 12V, 24V, dan 50V.
Penggunaan energi listrik dari aki cukup dilakukan dengan mengnubungkan kutub positif dan kutub negatif dengan alat-alat listrik yang diinginkan. Apabila aki dihubungkan dengan radio, maka radio akan berbunyi. Demikian juga jika aki dihubungkan dengan bola lampu, maka bola lampu akan menyala. Pada aki terjadi perubahan energi kimia menjadi energi listrik.
d. Dinamo sepeda
Dinamo sepeda terdiri dari magnet berbentuk tabung dan sebuah kumparan (kawat yang digulung secara teratur). Kumparan itu dipasang di sekitar magnet tabung yang berputar. Perhatikanlah, bagan dinamo sepeda pada gambar berikut ini!

Dinamo pada gambar di atas, biasanya dipasang dekat roda depan sepeda. Pada saat sepeda dijalankan, kepala dinamo yang berhubungan langsung dengan magnet akan berputar karena bergesekan dengan roda. Magnet yang berputar menimbulkan arus listrik pada kumparan. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa dinamo dapat mengubah energi mekanik (gerak) menjadi energi listrik.

No comments:

Post a Comment