pengetahuan alam, sains, biologi, fisika, kimia,tumbuhan, hewan, laboratorium, sd,smp,sma,perguruan tinggi,
Tuesday, 18 October 2016
Merkurius
Merkurius adalah planet kedua terkecil dalam tata surya setelah Pluto. Planet ini lebih kecil dari Bumi dan letaknya paling dekat dengan Matahari. Planet ini sering muncul rendah di kaki langit sebelah Barat setelah Matahari terbenam. Kadang-kadang juga muncul di kaki langit sebelah Timur menjelang Matahari terbit. Perhatikanlah planet Merkurius seperti ditunjukkan pada gambar berikut!
Bentuk Merkurius yang kelihatan selalu berubah-ubah. Kadang-kadang kelihatan seperti bulan penuh, kadang seperti bulan setengah, atau bulan sabit. Mengapa? Hal demikian terjadi karena Merkurius selalu beredar mengelilingi Matahari. Pada waktu berada di belakang Matahari, seluruh permukaannya terkena cahaya Matahari. Dari Bumi, Merkurius kelihatan seperti bulan penuh. Setelah beredar lagi, Merkurius kelihatan seperti bulan setengah, lalu seperti bulan sabit. Pada saat Merkurius berada di antara Bumi dan Matahari, bagian permukaannya yang menghadap Bumi tidak mendapat cahaya. Akibatnya, selama waktu itu Merkurius tidak terlihat oleh kita.
Diameter Merkurius lebih kurang 4.878 km dan jarak rata-rata Matahari adalah 57,9 juta km. Karena letaknya paling dekat dengan Matahari, maka planet inilah yang paling banyak mendapatkan cahaya atau panas Matahari.
Akibatnya, temperatur permukaannya di siang hari dapat mencapai 430°C, dan pada malam hari sangat dingin, yaitu -170°C.
Merkurius bergerak mengelilingi Matahari dengan gerakan yang sangat cepat. Sekali mengelilingi Matahari, Merkurius memerlukan waktu 88 hari di Bumi. Jadi, satu tahun di planet Merkurius hanyalah 88 hari di Bumi. Sementara itu, periode rotasinya sangat lama, yaitu 59 hari. Bandingkan dengan rotasi Bumi yang hanya sehari.
Atmosfer Merkurius terdiri dari uap natrium dan kalium, yaitu sangat tipis sehingga kadang-kadang planet ini dianggap tidak mempunyai atmosfer.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment