Tuesday, 18 October 2016

PERPINDAHAN PANAS SECARA KONDUKSI, KONVEKSI, DAN RADIASI

Panas dapat berpindah dari satu benda ke benda lain melalui tiga macam cara, yaitu konduksi, konveksi, dan radiasi. Bagaimanakah berlangsungnya perpindahan panas tersebut. Marilah kita bahas satu-persatu berikut ini!
1. Konduksi
Ketika sedang mengaduk teh panas, tangan Anda yang memegang sendok logam terasa panas. Hal ini terjadi karena panas berpindah dari air teh menuju tangan Anda melalui sendok. Perpindahan panas semacam ini dinamakan konduksi atau hantaran. Untuk lebih mengetahui mengenai konduksi, lakukan percobaan berikut!
    Perpindahan panas secara konduksi
a.    Tujuan
    Membuktikan berlangsungnya perpindahan panas secara konduksi.
b.    Alat dan Bahan
    1.  kawat 50 cm
2.  lilin
3.  korek api
c.    Langkah Kerja Percobaan
1.    Nyalakan lilin dengan korek api. Lakukan dengan sangat hati-hati.
2.    Dekatkan ujung kawat ke api lilin dan tunggu beberapa saat. Jika mulai terasa panas, tariklah tanganmu.
d.    Pertanyaan
1.  Apakah yang Anda rasakan?
2.  Apakah bentuk kawat berubah?
Ketika terjadi konduksi, panas dipindahkan dari bagian logam yang panas ke bagian logam yang dingin. Ketika panas berpindah, bagian-bagian logam yang dilalui panas tidak ikut berpindah. Peristiwa konduksi terjadi pada semua jenis logam. Contohnya, baja, kuningan, aluminium, dan besi.
Beberapa perabotan rumah tangga memanfaatkan perpindahan panas secara konduksi. Contohnya, pada wajan atau penggorengan, panci, dan solder.


2. Konveksi
Ketika Anda yang sedang memasak air, air yang Anda masak lama-lama akan mendidih. Pada peristiwa ini, terjadi perpindahan panas. Untuk lebih mengetahui hal itu, lakukanlah percobaan berikut!


    Perpindahan Panas Secara Konveksi
a.    Tujuan
    Membuktikan bagaimana berlangsungnya perpindahan panas secara konveksi.
b.    Alat dan Bahan
    1.   gelas kimia atau gelas bening tahan panas,
2.   sedotan (selang kecil),
3.   alat pemanas,
4.   zat warna biru padat (biasa digunakan untuk mencuci pakaian putih).
c.    Langkah Kerja Percobaan
1.   Isilah gelas dengan air dingin!
2.   Masukkan zat pewarna ke dasar gelas agak ke tepi!
3.  Panaskan gelas dengan api yang kecil. Amati yang terjadi. Lakukari
     dengan sangat hati-hati!
d.    Pertanyaan
1.   Apakah permukaan air menjadi makin panas?
2.   Apakah yang terjadi dengan zat pewarna?
Air yang Anda masak, lama-lama akan mendidih. Hal ini terjadi karena air terus-menerus dipanaskan. Mula-mula, air pada dasar wadah yang mendapat panas. Akibatnya, air pada bagian ini menjadi lebih ringan. Karena ringan, air ini naik ke permukaan. Air yang semula ada di permukaan terdesak turun ke bagian dasar. Air ini pun dipanaskan dan naik kembali. Demikian, seterusnya sehingga terjadi pertukaran air. Pada pemanasan air ini, terjadi perpindahan panas yang disebut konveksi (aliran), yaitu perpindahan panas yang diikuti perpindahan bagian-bagian zat itu.
Adanya konveksi menyebabkan sayuran yang kita masak menjadi matang. Demikian pula, nasi yang kita masak.
3. Radiasi
Matahari memancarkan panas tidak memerlukan zat perantara. Panas Matahari itu sampai ke bumi setelah melewati ruang hampa udara di angkasa. Perpindahan panas melalui ruang hampa udara disebut radiasi atau pancaran.
Perpindahan panas secara radiasi juga terjadi saat Anda berdiri di dekat api unggun. Tubuh Anda akan terasa hangat karena menerima pancaran langsung dari api unggun. Adanya radiasi menyebabkan jemuran atau cucian menjadi kering.
Dari apa yang dijelaskan di atas, terbuktilah, perpindahan panas dapat berlangsung secara konduksi, konveksi, dan radiasi.

SOAL-SOAL LATIHAN PERUBAHAN PADA BENDA

A.   Berilah tanda silang (X) pada huruf A, B, C, atau D pada jawaban yang benar!
1.    Lumut menyebabkan pelapukan pada tembok atau batuan dengan cara....
    A.    menyerap air dari tembok atau batuan
    B.    akarnya masuk ke celah-celah tembok atau batuan
    C.    mengairi tembok atau batuan
    D.    menempel pada tembok atau batuan
2.     Pelapukan biologi bukan disebabkan oleh ....
    A.    angin            B.    rayap
    C.    lumut            D.    pohon
3.    Pelapukan kayu dapat menyebabkan ....
    A.    permukaan kayu menjadi mengkilap
    B.    rayap mudah masuk ke dalam kayu
    C.    kayu menjadi keras
    D.    kayu semakin keropos


4.    Pelapukan kayu dapat dicegah dengan cara ....
    A.    mencuci kayu hingga bersih
    B.    melapisi kayu dengan cat
    C.    menyimpan kayu pada ruang tertutup
    D.    menggosok kayu hingga halus
5.    Perkaratan terjadi pada ....
    A.    kursi      
    B.     kaleng minuman         
    C.     gelas plastik       
    D.     susu bubuk
6.    Perkaratan pada besi dapat dihambat dengan cara ....
    A.    pendinginan          C.     pengeringan  
    B.     pencucian                     D.     pengecatan
7.    Benda berikut yang paling cepat mengalami perkaratan adalah ....
    A.    sepeda          
    B.     mobil       
    C.     sepeda motor    
    D.     kapal laut
8.    Daging yang dibiarkan di udara terbuka selama beberapa hal akan ....
    A.    tetap segar
    B.    menjadikering
    C.    menjadi matang
    D.    mengalami pembusukan
9.    Tanda-tanda yang menandakan bahan makanan membusuk adalah ....
    A.    warna kulit buah jeruk menjadi kuning
    B.    daging ikan menjadi lembek dan berair
    C.    rasa nasi menjadi lebih lezat
    D.    buah pepaya berasa lebih manis
10.    Cara berikut ini yang bukan tindakan pengawetan bahan makanan adalah ....   
    A.     penambahan bahan pengawet
    B.    pengeringan bahan makanan
    C.    pencucian bahan makanan
    D.    penyimpanan dalam lemari pendingin



B.  Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan jelas dan benar!
1.    Apakah yang menyebabkan pelapukan fisika?
2.    Apakah nama untuk pelapukan batuan karena faktor makhluk hidup?
3.    Sebutkan beberapa binatang yang dapat menyebabkan pelapukan!
4.    Apakah maksud seseorang melapisi logam dengan cat?
5.    Apakah yang menyebabkan terjadinya pembusukan?
6.    Tuliskan tiga bentuk perubahan pada benda!
7.    Bagaimana proses terjadinya pelapukan oleh pohon?
8.    Bagaimana proses terjadinya pelapukan oleh air?
9.    Mengapa pelapisan kayu dengan cat dapat mencegah proses pelapukan?
10.    Apa perbedaan paku yang masih baru dengan paku yang sudah berkarat?
11.    Jelaskan kerugian yang disebabkan karena perkaratan logam!
12.    Bagaimana cara untuk menghambat perkaratan pada bahan logam?
13.    Tuliskan empat cara mengawetkan bahan makanan!
14.    Jelaskan tanda-tanda pembusukan pada ikan!
15.    Apa yang terjadi bila kita memakan makanan yang sudah ditumbuhi jamur atau bakteri?

PELAPUKAN, PERKARATAN, DAN PEMBUSUKAN SEBAGAI PERUBAHAN PADA BENDA

Anda telah melihat beberapa perubahan pada benda. Semua benda yang ada di alam ini, sebenarnya mengalami perubahan. Sebuah rumah yang dahulu tampak megah, beberapa tahun kemudian mulai timbul retak-retak bahkan ada bagian-bagian yang hancur. Sebuah patung yang berdiri dengan kokoh, suatu saat akan mengalami keropos. Demikian, sebagian perubahan yang terjadi di sekitar kita.
Terdapat tiga bentuk perubahan yang sering kita lihat, yaitu pelapukan, perkaratan, dan pembusukan. Masing-masing bentuk perubahan di atas bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Perubahan dapat disebabkan oleh makhluk hidup atau makhluk tidak hidup. Di bawah ini kita akan mempelajari bentuk perubahan dan faktor-faktor penyebabnya.
1. Pelapukan
Pernahkah Anda pergi ke daerah pegunungan? Cobalah Anda amati batu-batuan yang terdapat di sana. Perhatikan dengan baik keadaan batu dan lingkungan di sekitarnya! Apakah batu itu masih utuh atau sudah terpecah menjadi beberapa bagian? Apakah di atas batu tumbuh tanaman lumut atau pohon jenis lainnya? Apakah lumut dan pohon yang tumbuh di atas batu memengaruhi keadaan batu tersebut? Demikianlah, beberapa pertanyaan yang akan muncul di benak kita. Batu termasuk benda yang mengalami pelapukan. Batu dikatakan mengalami pelapukan bila hancur menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. Batu yang semula tampak utuh, setelah mengalami pelapukan akan pecah menjadi batuan-batuan yang lebih kecil. Bentuknya pun kadang berubah menjadi bergerigi, runcing, atau bagai lembaran-lembaran tipis. Mengapa batuan bisa menjadi lapuk?
Terdapat dua faktor yang mengakibatkan batuan menjadi lapuk, yaitu faktor makhluk hidup dan alam. Pelapukan batuan karena faktor makhluk hidup dinamakan pelapukan biologi, sedangkan pelapukan karena faktor alam dinamakan pelapukan fisika.







a.  Pelapukan biologi
Pelapukan biologi dapat terjadi jika suatu batuan ditumbuhi oleh pohon atau lumut. Peristiwa ini dapat Anda temukan di daerah-daerah yang lembap. Pohon dan lumut bisa hidup pada batuan karena di situ ada sedikit tanah dan air. Setelah berlangsung beberapa lama, pohon bertambah besar. Akar-akarnya mencengkeram makin kuat sehingga mampu memecahkan batuan. Kejadian serupa ini, terjadi di trotoar yang ditanami pohon-pohonan. Sewaktu pohon-pohonan masih kecil, belum timbul masalah. Namun, setelah pohon-pohonan bertambah besar, akarnya bertambah kuat dan menjalar ke mana-mana. Akibatnya, trotoar itu lama-kelamaan retak dan menjadi hancur.
Sebenarnya, masih banyak lagi contoh peristiwa pelapukan secara biologi. Coba Anda perhatikan kayu-kayu yang ada di rumah atau lingkungan sekitar. Apakah kayu-kayu itu masih utuh atau sudah berlubang-lubang? Beberapa kayu mungkin masih utuh dan tampak halus, tetapi sebagian lagi mungkin sudah berlubang. Kayu dapat mengalami pelapukan karena dimakan rayap. Rayap sebenarnya hidup di dalam tanah. Rayap juga bisa hidup pada kayu dan batang pohon. Untuk membuat lubang atau sarangnya, rayap mengangkut tanah sedikit demi sedikit. Mula-mula ukurannya kecil, tetapi lama-lama bisa menjadi besar.
       








Selanjutnya, coba Anda perhatikan tembok pagar rumah yang ditumbuhi tanaman merambat. Pada mulanya, sebelum ditumbuhi tanaman, tembok itu halus. Namun, lama-lama tembok menjadi tidak halus lagi. Di balik tanaman tersebut, timbul lubang-lubang bekas akar tanaman itu melekat. Semua ini menunjukkan peristiwa pelapukan secara biologi.
b.  Pelapukan fisika
Di atas, Anda telah mengenal apa yang menyebabkan pelapukan secara biologis. Bagaimana dengan pelapukan fisika? Pelapukan fisika dapat disebabkan oleh angin atau air. Angin yang bertiup sepanjang siang dan malam dapat memindahkan batuan sedikit demi sedikit. Sementara itu, angin yang bertiup kencang di daerah pegunungan dapat menggelindingkan batuan dari puncak gunung ke dasar jurang. Selama berpindah tempat itulah batuan, batu itu bergesekan dengan tanah atau batuan lain sehingga mengalami pelapukan. Batuan pecah menjadi bagian yang lebih kecil, misalnya pasir dan kerikil.










Air yang menetes sedikit demi sedikit juga dapat menyebabkan pelapukan batuan. Perhatikan tetesan hujan yang jatuh di halaman rumahmu! Tetesan hujan tersebut kelihatannya tidak terlalu deras. Namun, tetesan hujan yang berlangsung terus-menerus dapat membuat batu menjadi berlubang. Mula-mula lubang yang terbentuk hanya kecil, tetapi lama-lama membesar. Lubang tersebut kemudian berisi air. Apa yang terjadi dengan air dan batu tersebut?









Pada siang hari, air dan batu mendapat panas dari sinar Matahari. Akibatnya, batu menjadi mengembang atau ukurannya sedikit bertambah besar. Namun, pada malam hari air, batu berubah menjadi dingin sehingga menyusut atau ukurannya sedikit mengecil. Perubahan silih berganti antara mengembang dan menyusut dalam waktu yang lama dapat menyebabkan batuan pecah atau mengalami pelapukan.
Dapatkah proses pelapukan dicegah? Beberapa pelapukan dapat dicegah, terutama pelapukan yang terjadi pada kayu. Berbagai upaya dilakukan manusia untuk mencegah pelapukan pada kayu, misalnya dengan merendam kayu yang akan digunakan sebagai bahan bangunan selama berbulan-bulan. Bisa juga dengan melapisi kayu dengan cat atau bahan anti rayap. Pelapukan harus dicegah agar bangunan tidak mudah ambruk. Bayangkan bila kayu dimakan oleh rayap hingga keropos. Tentu saja kayu itu tidak mampu lagi menyangga bangunan. Akibatnya, bangunan bisa ambruk.
2. Perkaratan
Pernahkah anda melihat jarum atau kawat yang sudah berkarat? Apakah jarum  yang sudah berkarat keadaannya sama dengan jarum yang masih baru? Tentu berbeda, bukan? Jarum yang masih baru tampak mengkilap dan permukaannya masih halus. Sebaliknya, jarum yang sudah berkarat tidak lagi mengkilap dan permukaannya terasa kasar. Mengapa jarum yang terbuat dari bahan logam dapat berkarat?

Logam, terutama besi dan baja, akan mengalami perkaratan jikaterkena air dan udara. Berarti, air dan udara dapat mengubah keadaan logam. Sepotong kawat yang terkena hujan atau embun, lama-kelamaan akan berkarat. Demikian pula atap rumah yang terbuat dari lembaran seng. Lama-kelamaan atap itu berkarat dan bahkan bisa timbul kebocoran di mana-mana. Kaleng yang dibiarkan tergeletak di halaman atau di kebun juga berkarat. Kawat, seng, dan kaleng merupakan benda-benda yang terbuat dari logam dan mudah berkarat.
Gejala perkaratan bisa sangat merugikan. Perkaratan tidak hanya terjadi pada barang murah seperti paku dan pisau. Barang yang mahal sekalipun tidak luput dari masalah perkaratan. Perkaratan bisa terjadi pada sepeda motor, mobil, dan kapal laut. Sepeda motor dan mobil senantiasa terkena air, baik ketika dicuci maupun ketika terjadi hujan. Apalagi pada musim hujan di mana air bercampur dengan lumpur sehingga bisa membuat bagian-bagian mobil cepat berkarat. Pada kapal laut lebih parah lagi. Bagian bawah kapal laut selalu terendam air laut, sedangkan bagian atasnya seringkali terkena percikan air laut. Air tersebut tidak pernah kering, meskipun terkena sinar matahari. Adanya interaksi antara air laut dan udara dengan badan kapal menyebabkan badan kapal menjadi cepat berkarat.








3. Pembusukan
Dalam kehidupan sehari-hari, pembusukan merupakan gejala yang sering kita alami. Pembusukan terjadi pada bahan makanan, seperti nasi, ikan, buah-buahan, dan sayuran. Bahan-bahan ini  mudah membusuk bila dibiarkan di tempat terbuka. Perhatikan sepiring nasi yang diletakkan di atas meja! Apa yang terjadi dengan nasi tersebut keesokan harinya? Tentu nasi akan membusuk. Baunya tidak lagi harum mewangi, melainkan terasa agak asam. Ikan juga mudah membusuk. Ikan yang masih segar pada pagi hari mulai membusuk siang hari atau sore hari. Ikan yang masih segar terasa kenyal. Lama-lama ikan mulai lembek yang menandakan ikan sudah tidak segar lagi. Bila terus dibiarkan maka esok hari ikan sudah membusuk. Baunya menusuk hidung. Akibatnya, ikan dikerubuti oleh lalat.
Buah-buahan pun sering mengalami pembusukan. Buah-buahan yang sudah matang akan membusuk bila tidak segera dimakan. Apalagi bila buah-buahan itu sudah dibelah, proses pembusukan bisa berlangsung lebih cepat. Kamu dapat membuktikan hal itu dengan meletakkan buah pisang di atas meja. Bandingkan antara buah pisang yang telah dibuka kulitnya dengan buah pisang yang kulitnya masih tertutup! Manakah yang lebih cepat membusuk?
Bahan makanan dapat mengalami pembusukan oleh kuman yang berupa jamur dan bakteri. Jamur dan bakteri dapat Anda lihat pada roti atau biskuit yang disimpan di udara terbuka selama beberapa hari. Jamur dan bakteri terdapat pada tempat yang lembap, misalnya pada nasi yang sedikit berair dan pakaian yang agak basah. Jamur dan bakteri juga berkembang pada makanan yang sudah kedaluwarsa. Jamur dan bakteri yang tumbuh pada makanan sangat berbahaya karena dapat menimbulkan keracunan makanan. Keracunan makanan antara lain ditandai dengan kepala pusing, mual-mual dan muntah-muntah.

Percobaan Menyelidiki Benda yang Bersifat Konduktor dan Isolator Panas

Menyelidiki Benda yang Bersifat Konduktor dan Isolator Panas
A.    Tujuan Percobaan
    Untuk mengetahui apakah benda bersifat konduktor atau isolator.
B.    Alat dan Bahan
    Lilin, korek api, lidi, kawat, sendok logam, sendok plastik, pensil, ranting kayu, atau benda yang lainnya.
C.    Langkah Kerja Percobaan
1.    Nyalakan lilin dengan korek api. Lakukan hal ini dengan sangat hati-hati!
2.    Kemudian dekatkan ujung lidi ke api lilin selama kira-kira 15 detik. Seperti diperlihatkan pada gambar di bawah ini. Jika tangan Anda mulai terasa panas, jauhkan benda tersebut dari api!
3.    Selanjutnya dekatkan pula sendok, ranting kayu, kawat, dan benda-benda lain yang telah Anda sediakan sebelumya!
4.    Catatlah hasilnya pada tabel berikut, apa yang Anda rasakan. Bila tangan Anda terasa panas, berilah tanda (+) pada kolom Panas. Sebaliknya, bila tangan Anda tidak terasa panas, berilah tanda (-) pada kolom Tidak Panas.





D.    Pertanyaan
1.       Dari benda-benda yang Anda kumpulkan dan dicoba pada percobaan di atas, benda mana yang terasa panas ketika didekatkan pada api?
2.       Benda mana yang tidak terasa panas ketika didekatkan pada api?

SOAL LATIHAN MENCEGAH KERUSAKAN LINGKUNGAN DAN PUNAH HEWAN LANGKA

A.    Berilah tanda silang (X) pada huruf A, B, C, atau D di depan jawaban yang benar!
1.    Contoh kegiatan manusia yang mengakibatkan kerusakan lingkungan adalah ....
    A.    melakukan penghijauan
    B.    melakukan pembakaran hutan
    C.    membuat sengkedan tanah
    D.    melakukan penanaman kembali hutan                                                           
2.    Penebangan secara besar-besaran tumbuh-tumbuhan di hutan dapat mengakibatkan ....
    A.    hewan hutan bertambah garang
    B.    kebutuhan manusia terpenuhi
    C.    banjir di daerah hilir pada musim hujan
    D.    hewan liar menjadi hewan jinak
3.    Menangkap ikan dengan bahan peledak dapat menganggu keseimbangan alam karena ....
    A.    mengubah struktur batuan
    B.    menyebabkan perubahan warna air
    C.    ikan yang dimakan mengandung racun
    D.    mematikan benih-benih ikan
4.    Hewan-hewan Indonesia berikut ini yang dilindungi undang-undang adalah ....
    A.    badak, sapi, dan burung cendrawasih
    B.    badak, harimau, dan komodo
    C.    buaya, bunglon, dan ular
    D.    gajah, kera, dan kuda
5.    Diantara makhluk hidup berikut ini, yang kepunahannya akan mengakibatkan kepunahan semua makhluk hidup lainnya adalah ....
    A.    burung elang   
    B.    burung pipit
    C.    belalang                                 
    D.    tanaman padi
6.    Wilayah yang melindungi hewan dan tumbuhan yang hidup di dalamnya disebut ....
    A.     suaka margasatwa
    B.     kebun binatang
    C.    cagar alam
    D.    kebun raya
7.    Benda-benda yang dapat dibuat dari tanaman jati adalah ....
    A.    sepatu       
    B.    kursi              
    C.     tas      
    D.     sikat gig!
8.    Bahan berikut yang merupakan bahan sintetik adalah ....
    A.    sutera     
    B.     kapas   
    C.     wol    
    D     plastik (PVC)
9.    Pernyataan yang benar mengenai burung cendrawasih adalah
    A.    populasinya semakin bertambah
    B.    hewan yang terancam kepunahan
    C.    bulunya amat digemari untuk dibuat pakaian
    D.    burung yang banyak dibudidayakan
10.    Hewan berikut yang diburu untuk tujuan pengobatan adalah . .
    A.    harimau        
      B.     badak     
    C.     burung cendrawasih         
    D.     kelinci

B.  Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan jelas!
1.    Apa yang terjadi di musim hujan jika dilakukan penebangan hutan secara sembarangan?
2.    Mengapa perusakan hutan dapat menyebabkan daerah tersebut menjadi tandus?
3.    Apa yang menyebabkan hewan-hewan di hutan masuk dan menyerang desa-desa di sekitarnya?
4.    Jelaskan manfaat pupuk bagi pertumbuhan tanaman!
5.    Mengapa perburuan liar dapat mengakibatkan keseimbangan alam terganggu?
6.    Apa yang biasanya dilakukan suatu negara untuk mencegah perburuan liar?
7.    Apakah yang dimaksud dengan terumbu karang? Jelaskan!
8.    Tuliskan tiga contoh hewan yang diburu manusia untuk diambil rambut/ bulunya!
9.    Mengapa perusakan terumbu karang dapat mempengaruhi keseimbangan ekosistem?
10.    Tuliskan dua keuntungan penangkaran buaya!    

MENCEGAH KEPUNAHAN HEWAN LANGKA

Di Indonesia, masalah perburuan satwa dan penebangan hutan secara liar masih menjadi masalah yang belum terpecahkan sampai sekarang. Perburuan liar dan penebangan hutan secara liar mengakibatkan keberadaan beberapa jenis hewan dan tumbuhan yang hidup di hutan terancam punah.  Bahkan, beberapa jenis hewan dan tumbuhan sudah banyak yang mengalami kepunahan akibat kegiatan tersebut.
Beberapa jenis hewan di hutan banyak yang diburu manusia karena beberapa bagian tubuhnya, seperti bulu, kulit, tanduk, dan dagingnya dapat memenuhi kebutuhan manusia. Di samping itu, ada pula beberapa binatang yang mengganggu ternak peliharaan manusia sehingga mereka membunuhnya. Demikian pula, beberapa jenis pohon di hutan ditebang untuk diambil batangnya atau untuk membuka lahan pertanian, perumahan, dan jalan di lokasi bekas hutan tersebut.
Untuk menyelamatkan keberadaan hewan dan tumbuhan yang berada di hutan itu, perlu dilakukan upaya atau cara untuk menjaganya dari kemusnahan. Beberapa caranya, yaitu sebagai berikut.
1.     Melindungi Hewan dan Tumbuhan Langka
Untuk melindungi keberadaan hewan dan tumbuhan di hutan, biasanya pemerintahan di setiap negara membuat peraturan atau undang-undang tertentu. Undang-undang tersebut dibuat dengan maksud untuk melindungi hewan dan tumbuhan langka dari perburuan liar dan penebangan liar sehingga kepunahan hewan-hewan dan tetumbuhan dapat dicegah. Selain itu, setiap negara biasanya mempunyai wilayah atau daerah terlarang untuk perburuan. Wilayah yang melindungi hewan dan tumbuhan yang hidup di dalamnya dinamakan cagar alam, sedangkan wilayah yang khusus dibuat untuk melindungi hewan yang hidup di dalamnya, dinamakan suaka margasatwa.
Di Indonesia, setiap warga negara dihimbau untuk turut serta melestarikan lingkungan hidup. Untuk merangsang kesadaran warga negara dalam keikutsertaannya melestarikan lingkungan hidup, pemerintah memberikan penghargaan atas jasa-jasanya. Penghargaan tersebut  dinamakan kalpataru.
2.     Membudidayakan Hewan atau Tumbuhan yang Terancam Punah
Beberapa hewan atau tumbuhan yang hampir punah disebut hewan atau tumbuhan langka. Sekarang ini, manusia sudah dapat membudidayakan beberapa jenis hewan dan tumbuhan langka. Hewan yang tergolong langka dan sudah dapat dibudidayakan manusia, yaitu buaya.
Sepereti kita ketahui, buaya sering diburu manusia untuk dimanfaatkan kulitnya. Hal ini karena kulit buaya cukup mahal dan dapat digunakan untuk bahan pembuat tas, sepatu, atau ikat pinggang. Di samping kulitnya, telur buaya juga sering diincar manusia untuk dimakan. Pada akhirnya, akibat terlalu sering diburu manusia, jumlah populasi buaya menjadi berkurang.
Menyadari populasi buaya di alam bebas dari ke waktu semakin berkurang, beberapa orang mengupayakan pembudidayaannya. Sekarang ini, buaya sudah dapat dibudidayakan manusia. Ada beberapa peternakan ayam yang juga memiliki peternakan atau penangkaran buaya. Ayam-ayam yang sakit atau mati biasanya diberikan kepada buaya sebagai makanannya. Dengan demikian, selain mengurangi polusi yang berupa limbah ayam mati, penangkaran buaya yang dikelola juga memberikan keuntungan berupa kulit buaya. Dengan adanya penangkaran buaya ini, sedikitnya dapat mencegah manusia untuk tidak melakukan perburuan-liar  buaya di alam bebas.
Di samping hewan, beberapa jenis tumbuhan, seperti tumbuhan jati, cendana, gaharu, dan beberapa jenis rotan tergolong tumbuhan langka. Tumbuhan-tumbuhan tersebut banyak ditebang karena manusia dapat mengambil manfaatnya berupa batang atau kayunya. Batang pohon jati yang kokoh banyak dimanfaatkan untuk membuat perlengkapan rumah tangga, seperti mebel, pintu, dan jendela. Batang kayu cendana yang berbau harum, banyak dimanfaatkan untuk membuat bahan kerajinan, bahan kosmetik serta menghasilkan minyak cendana. Batang gaharu yang harum juga banyak digunakan untuk menghasilkan minyak atsiri. Batang rotan banyak dimanfaatkan untuk pembuatan mebel dan kerajinan tangan.
Sebenarnya, tumbuhan-tumbuhan tersebut dapat dibudidayakan dengan menanam kembali bibit-bibitnya. Hal ini mencegah dari kepunahan. Oleh karena itu, sekarang ini, pemerintah membuat peraturan yang mengharuskan penebangan pohon disertai dengan penanaman pohon kembali. Dengan cara seperti ini, diharapkan tumbuhan yang ditebang tidak menjadi tumbuhan yang langka.
3.     Mengganti Bahan dari Tumbuhan dan Hewan Langka dengan Bahan Sintetis
Beberapa jenis hewan terancam punah dan menjadi langka karena diburu manusia. Manusia memanfaatkan bagian-bagian tubuh hewan tersebut untuk keperluan tertentu. Macan tutul dan harimau memiliki rambut yang tebal dan bercorak indah. Rambut harimau atau macam yang, lebih dikenal bulu, dicari manusia sebagai bahan untuk membuat mantel atau permadani. Untuk menghentikan perburuan binatang itu, bulu-bulu binatang tersebut dapat diganti dengan bulu domba atau bulu sintetis dengan pewarnaan tertentu.
Badak diburu manusia untuk diambil culanya. Ada yang beranggapan bahwa cula ini dapat digunakan sebagai obat. Anggapan ini tidak teruji kebenarannya. Bahan obat-obatan bisa diambil dari bahan tumbuh-tumbuhan atau dari bahan-bahan kimiawi. Dengan demikian, manusia tidak perlu mengambilnya dari tanduk badak.
Gajah mempunyai taring atau gading. Bagi gajah, gading ini berfungsi untuk melindungi diri dan mencari makan. Manusia memburunya untuk diambil gadingnya dan dipergunakan untuk membuat perhiasan tubuh atau hiasan di rumah-rumah. Untuk menghentikan perburuan gajah, gading gajah dapat diganti dengan gading sintetis atau gading tiruan.
Ular diburu manusia untuk mendapatkan kulitnya. Kulit ular biasanya dipergunakan untuk membuat tas, sepatu, atau ikat pinggang. Untuk menghentikan perburuan ular, kulit ular dapat diganti dengan menggunakan kulit kambing, kulit sapi, atau kulit binatang yang mudah diternakkan manusia.
Pernahkah Anda melihat keindahan burung cendrawasih? Burung cenderawasih jantan mempunyai bulu yang sangat indah. Bulu ini dipergunakan untuk menarik perhatian si betina. Manusia memburu burung ini untuk diambil bulunya dan dimanfaatkan untuk membuat topi. Untuk menghentikan perburuan burung tersebut, bulu burung cenderawasih dapat diganti dengan bulu-bulu sintetis.

KEGIATAN MANUSIA YANG MENGANGGU EKOSISTEM

Kegiatan manusia yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan hidup, baik secara langsung ataupun tidak langsung dapat memengaruhi kestabilan suatu ekosistem. Kegiatan-kegiatan tersebut, seperti penebangan dan pembakaran hutan, penggunaan pupuk dan pestisida secara berlebihan, perburuan liar, perusakan terumbu karang dan pembangunan industri (pabrik). Marilah kita lihat, sejauh mana kegiatan manusia tersebut dapat memengaruhi keseimbangan ekosistem.
1. Penebangan dan Pembakaran Hutan
Hutan adalah sebutan bagi lahan luas yang sebagian besar tertutup oleh berbagai jenis pepohonan dan tumbuhan. Ekosistem hutan dihuni berbagai macam hewan. Sebagai suatu ekosistem, hutan menyediakan beberapa kebutuhan bagi makhluk hidup yang ada di dalamnya, seperti makanan, tempat tinggal, dan tempat perlindungan bagi hewan-hewan tersebut.
Manusia seringkali memperoleh batang kayu yang dibutuhkannya dengan cara menebang pohon-pohon di hutan. Batang kayu yang diperolehnya itu, digunakan untuk membuat kusen rumah, badan kapal, kertas, peti kemas, dan pagar. Di samping melakukan penebangan, manusia juga sering melakukan pembakaran hutan untuk membuka lahan pertanian atau perumahan. Kegiatan Penebangan dan pembakaran hutan tersebut dapat menyebabkan kerusakan lingkungan.
Tentu Anda pernah membaca koran atau mendengar di televisi mengenai pembakaran hutan di daerah Riau yang menimbulkan kabut asap. Asap yang ditimbulkan oleh pembakaran hutan tersebut menimbulkan penyakit saluran pernapasan.










Perusakan hutan menyebabkan populasi tumbuhan di hutan berkurang. Dengan lenyapnya tumbuh-tumbuhan tersebut, tanah bagian atas mudah terbawa oleh air hujan. Padahal, tanah bagian atas merupakan bagian yang paling subur. Bila tanah subur tersebut terbawa aliran air hujan, maka daerah tersebut dapat berubah menjadi daerah yang tandus.
Selain itu, perusakan hutan juga menyebabkan air hujan mengalir deras tanpa ada yang menahan. Tanah tidak lagi saling dilekatkan oleh akar tanaman. Akibatnya, di musim hujan terjangan air dapat mengakibatkan tanah longsor dan banjir di daerah hilir. Hal ini terjadi akhir-akhir ini di beberapa daerah di Indonesia, berupa banjir bandang yang banyak menelan korban jiwa.
Di samping itu, perusakan hutan juga menyebabkan hewan-hewan di hutan kehilangan tempat tinggal, makanan, dan kehidupan mereka. Lebih parah lagi, jika hewan-hewan di hutan masuk dan menyerang desa-desa di sekitarnya, misalnya harimau, gajah, dan babi hutan. Hewan-hewan itu dapat merusak lahan pertanian atau memangsa manusia.
2. Penggunaan Pupuk dan Pestisida Secara Berlebihan
Pupuk dan pestisida sangat dibutuhkan dalam bidang pertanian dan perkebunan. Pupuk dan pestisida dipergunakan oleh para petani untuk pemeliharaan tanaman mereka agar tumbuh subur dan terhindar dari serangan berbagai hama dan penyakit.
Pupuk ditambahkan pada tanaman untuk menyediakan mineral-mineral yang diperlukan bagi tanaman. Adapun pestisida, digunakan untuk membunuh hama dan penyakit yang menyerang tanaman.
Beberapa petani memelihara ternak dan memanfaatkan kotoran ternak sebagai pupuk (disebut pupuk kandang). Pupuk tersebut merupakan pupuk organik. Selain pupuk organik, ada juga pupuk buatan yang dikenal dengan istilah pupuk anorganik.
Pupuk anorganik dan pestisida merupakan bahan kimia yang diproduksi oleh pabrik. Penggunaan bahan-bahan kimia tersebut, dapat memengaruhi kehidupan makhluk hidup lain. Contohnya, pembunuh serangga yang disebut DDT. DDT yang disemprotkan pada tanaman, sebagian termakan oleh hewan pemakan tanaman, seperti tikus dan tupai. Zat kimia yang terdapat dalam kandungan DDT masuk ke dalam tubuh hewan tersebut. Bila hewan tersebut dimakan oleh burung pemangsa, seperti elang, maka DDT juga akan masuk ke dalam tubuh elang. DDT dapat menyebabkan burung tersebut menghasilkan telur yang cangkangnya sangat tipis atau tidak terbentuk sehingga anak burung di dalam telur itu tidak dapat tumbuh dan berkembang. Akibatnya, populasi burung pemangsa menjadi berkurang. Bila populasi burung pemangsa berkurang, tikus dapat hidup merajalela. Hal ini dapat merugikan para petani karena sebelum tanamannya dapat dipanen, telah dirusak tikus.










Di samping itu, pupuk anorganik dan pestisida kimia yang diberikan pada tanaman juga bisa terbawa air hujan ke sungai. Di sungai, zat-zat kimia ini dapat membunuh berbagai jenis makhluk hidup yang ada di perairan.
3. Perburuan Liar
Sudah sejak dulu manusia senang memburu hewan-hewan di hutan, baik untuk diambil kulit, daging, atau hanya untuk olahraga saja. Akibatnya, hewan-hewan yang hidup di hutan berkurang jumlahnya dan lama-lama akan musnah. Musnahnya suatu jenis hewan dapat mengganggu keseimbangan alam. Misalnya, jika suatu jenis harimau punah, hewan-hewan yang dimangsanya, seperti rusa dapat berkembang biak dengan pesat. Akibatnya, rumput atau daun-daun pohon habis dimakan kawanan rusa yang semakin banyak. Lama-lama hewan-hewan tersebut pun akan mati kelaparan karena kehabisan makanan.
4.     Kegiatan Manusia yang Menyebabkan Rusaknya Terumbu Karang
Tahukah Anda yang dimaksud dengan terumbu karang? Terumbu karang terbentuk dari kumpulan kerangka bunga-karang yang telah mati. Terumbu karang merupakan tempat tinggal berbagai jenis hewan laut, seperti kepiting, udang, dan kerang. Di samping sebagai tempat tinggal, terumbu karang juga merupakan tempat tumbuh dan mencari makan bagi berbagai jenis hewan laut tersebut.
Seringkali manusia mengambil bunga-bunga karang yang berkumpul menjadi terumbu karang itu untuk diperjualbelikan. Bahkan, ada juga manusia yang menangkap ikan dengan cara meledakkan terumbu karang dengan bahan peledak. Tindakan seperti itu sangat merusak lingkungan. Bahan peledak tidak hanya dapat mematikan benih-benih ikan, tetapi dapat juga merusak keberadaan terumbu karang sebagai tempat tinggal berbagai jenis hewan laut.
Rusaknya terumbu karang sebagai perbuatan manusia dapat menyebabkan banyaknya hewan laut kehilangan tempat tinggal. Akibatnya, hewan-hewan tersebut mengalami kesulitan untuk memperoleh makanan sehingga dapat memengaruhi kehidupan mereka. Bahkan, beberapa diantara jenis hewan laut terancam keberadaannya.
5. Pembangunan Industri (Pabrik)
Dengan semakin bertambahnya jumlah manusia yang menghuni dunia ini, kebutuhan manusia pun semakin bertambah. Untuk memenuhi berbagai kebutuhan manusia yang semakin banyak, maka mereka banyak mendirikan industri atau pabrik. Pabrik dapat menghasilkan berbagai produk dengan jumlah banyak dalam waktu singkat. Akan tetapi, di samping berperan menghasilkan berbagai macam kebutuhan manusia, pabrik juga sering menghasilkan limbah yang merugikan lingkungan di sekitarnya.  Ada pabrik yang mengolah limbahnya terlebih dulu sebelum dibuang, tetapi banyak juga pabrik yang langsung membuang limbahnya ke sungai atau selokan.
Perlu Anda ketahui, limbah pabrik kebanyakan mengandung racun yang dapat mencemari berbagai perairan, baik danau, sungai, kolam ataupun selokan-selokan. Racun tersebut dapat membunuh ikan, hewan yang ada di air dan tumbuhan air di sungai. Dari sungai, seperti kita ketahui, aliran air akhirnya bermuara di laut. Apabila air yang berasal dari sungai tersebut membawa semua limbah  beracun dari hasil industri, maka laut pun akan turut  tercemar sehingga  kehidupan laut pun akan ikut terganggu.