pengetahuan alam, sains, biologi, fisika, kimia,tumbuhan, hewan, laboratorium, sd,smp,sma,perguruan tinggi,
Tuesday, 18 October 2016
Bumi
Bumi merupakan satu-satunya planet di tata surya yang dihuni makhluk hidup. Bumi merupakan planet ketiga terdekat dari Matahari. Bumi mempunyai atmosfer yang tersusun dari nitrogen (N2) = 78%, oksigen (O2) = 21%, dan sisanya 1% terdiri dari argon, karbon dioksida, ozon, dan gas-gas lain. Atmosfer melindungi kita dari cahaya Matahari dan juga benda-benda langit yang tertarik oleh Bumi. Diameter Bumi kita kurang lebih 12.756 km dan kira-kira dua pertiga dari permukaan Bumi ditutupi oleh air.
Bumi berotasi pada porosnya sekali dalam waktu 24 jam. Selain Bumi, berputar pada porosnya (rotasi), Bumi juga berputar mengelilingi Matahari, yang memerlukan waktu selama 365 1/4 hari atau satu tahun untuk satu kali putaran. Bumi juga memiliki gaya tarik (gravitasi). Gaya inilah yang menyebabkan kita tetap melekat di atasnya dan tidak akan terlempar. Bumi memiliki sebuah satelit, yaitu Bulan. Bulan selalu mengelilingi Bumi dalam peredarannya mengitari Matahari.
Venus
Planet ini selalu tampak bercahaya terang. Planet ini paling dekat dengan Bumi. Ukuran planet ini hampir sama dengan Bumi. Venus kadang-kadang terlihat di sebelah Timur sebelum Matahari terbit sehingga sering disebut Bintang Timur atau Bintang Pagi. Kadang-kadang Venus juga terlihat di sebelah Barat sebelum Matahari terbenam sehingga dinamakan Bintang Senja, Bintang Barat, atau Bintang Malam. Ada lagi yang menyebutnya Bintang Kejora.
Jarak rata-rata antara Venus dan Matahari adalah 108,2 juta km. Diameter Venus kira-kira 12.100 km. Ukuran ini tidak jauh berbeda dengan diameter Bumi. Demikian juga massa Venus dan Bumi tidak jauh berbeda. Akibatnya, gravitasi di Venus juga tidak jauh berbeda (hampir sama) dengan gravitasi Bumi.
Sekali beredar mengelilingi Matahari, Venus memerlukan waktu 224,7 (dibulatkan menjadi 225) hari di Bumi. Jadi, satu tahun bagi Venus adalah 225 hari di Bumi. Sementara itu, kala rotasi planet Venus adalah 243 hari. Di sini terlihat, planet ini lebih cepat mengitari Matahari dari pada berputar pada sumbunya. Hal aneh dari planet ini, yaitu arah rotasinya yang berlawanan dengan planet-planet lain, yaitu dari Timur ke Barat.
Planet Venus selalu ditutupi awan padat. Temperatur permukaannya sangat tinggi (480°C) sehingga tidak mungkin terdapat air dalam wujud cair. Tekanan atmosfernya (terdiri dari karbon dioksida dan nitrogen) juga sangat tinggi, yaitu kira-kira 90 kali tekanan atmosfer Bumi. Hal-hal yang demikian tidak memungkinkan adanya kehidupan di planet tersebut. Seperti Merkurius, planet ini juga tidak mempunyai satelit.
Merkurius
Merkurius adalah planet kedua terkecil dalam tata surya setelah Pluto. Planet ini lebih kecil dari Bumi dan letaknya paling dekat dengan Matahari. Planet ini sering muncul rendah di kaki langit sebelah Barat setelah Matahari terbenam. Kadang-kadang juga muncul di kaki langit sebelah Timur menjelang Matahari terbit. Perhatikanlah planet Merkurius seperti ditunjukkan pada gambar berikut!
Bentuk Merkurius yang kelihatan selalu berubah-ubah. Kadang-kadang kelihatan seperti bulan penuh, kadang seperti bulan setengah, atau bulan sabit. Mengapa? Hal demikian terjadi karena Merkurius selalu beredar mengelilingi Matahari. Pada waktu berada di belakang Matahari, seluruh permukaannya terkena cahaya Matahari. Dari Bumi, Merkurius kelihatan seperti bulan penuh. Setelah beredar lagi, Merkurius kelihatan seperti bulan setengah, lalu seperti bulan sabit. Pada saat Merkurius berada di antara Bumi dan Matahari, bagian permukaannya yang menghadap Bumi tidak mendapat cahaya. Akibatnya, selama waktu itu Merkurius tidak terlihat oleh kita.
Diameter Merkurius lebih kurang 4.878 km dan jarak rata-rata Matahari adalah 57,9 juta km. Karena letaknya paling dekat dengan Matahari, maka planet inilah yang paling banyak mendapatkan cahaya atau panas Matahari.
Akibatnya, temperatur permukaannya di siang hari dapat mencapai 430°C, dan pada malam hari sangat dingin, yaitu -170°C.
Merkurius bergerak mengelilingi Matahari dengan gerakan yang sangat cepat. Sekali mengelilingi Matahari, Merkurius memerlukan waktu 88 hari di Bumi. Jadi, satu tahun di planet Merkurius hanyalah 88 hari di Bumi. Sementara itu, periode rotasinya sangat lama, yaitu 59 hari. Bandingkan dengan rotasi Bumi yang hanya sehari.
Atmosfer Merkurius terdiri dari uap natrium dan kalium, yaitu sangat tipis sehingga kadang-kadang planet ini dianggap tidak mempunyai atmosfer.
Satelit
Selain benda-benda langit yang telah dijelaskan di atas, ternyata, masih ada satu jenis benda langit lain yang belum kita bahas, yaitu satelit. Satelit sering disebut pengiring planet karena satelit selalu menemani (mengiringi) planet ketika planet mengelilingi Matahari. Ada dua jenis satelit, yaitu satelit alam dan satelit buatan. Satelit alam adalah satelit yang sudah ada dalam tata surya dan bukan diciptakan atau dibuat oleh manusia. Contoh satelit alam, yaitu bulan. Satelit buatan adalah satelit yang dibuat oleh manusia dan diluncurkan dengan menggunakan roket. Contoh satelit buatan, yaitu satelit Palapa yang dimiliki oleh negara kita.
a. Satelit Alam
Bumi kita memiliki satu satelit alam, biasa disebut satelit saja, yaitu Bulan. Planet-planet lain dalam tata surya kita ada yang memiliki satelit dan ada juga yang tidak memiliki satelit. Planet yang tidak memiliki satelit, adalah Merkurius dan Venus. Untuk lebih jelasnya, perhatikan tabel berikut!
Jumlah satelit yang mengiringi suatu planet seperti tertera pada tabel di atas, masih dapat berubah seiring dengan ditemukannya satelit-satelit lain dengan menggunakan teknologi yang lebih modern. Pengetahuan tentang satelit ini secara lebih mendalam akan Anda pelajari di tingkatan sekolah yang lebih tinggi.
Di antara semua satelit-satelit yang ada dalam tata surya, hanya Bulan yang paling akrab dengan kita dan sering kita lihat pada malam hari. Bulan tidak memiliki cahaya sendiri, melainkan hanya memantulkan cahaya Matahari yang datang padanya.
Pengetahuan manusia tentang Bulan semakin bertambah sejak pendaratan pertama Apollo 11 oleh astronot Amerika. Apollo 11 dengan tiga orang awaknya mendarat di Bulan pada bulan Juli 1969. Orang pertama yang menjejakkan kaki di daratan Bulan adalah Neil Amstrong dan kemudian disusul oleh rekannya Edwin Aldrin. Sementara rekannya yang lain, Michael Collin tetap di pesawat. Pendaratan di Bulan juga dilakukan oleh kosmonot Soviet (sekarang Rusia), yaitu Yuri Gagarin.
Dari pengamatan para astronot atau kosmonot diketahui bahwa bentuk Bulan seperti bola, dan permukaan Bulan tidak rata, melainkan bergunung-gunung. Jarak bulan dari Bumi kira-kira 384.000 km. Massa Bulan kira-kira 6 kali massa Bumi dan jari-jari Bulan kira-kira 4 kali jari-jari Bumi. Di Bulan tidak ada atmosfer. Perubahan temperatur di permukaannya sangat besar, yaitu 110°C di tempat yang terkena cahaya Matahari dan -173°C di tempat yang tidak terkena cahaya Matahari sehingga tidak memungkinkan adanya kehidupan.
Pergerakan Bulan mempengaruhi keadaan di Bumi, misalnya adanya peristiwa pasang naik dan pasang surut di pantai. Selain itu, pergerakan Bulan digunakan juga sebagai penanggalan, misalnya penanggalan tahun Islam (Hijriah). Waktu satu bulan dalam kalender Hijriah sama dengan waktu yang digunakan oleh Bulan untuk mengelilingi Bumi satu kali.
2. Satetit Buatan
Satelit buatan biasanya digunakan untuk tujuan-tujuan tertentu. Indonesia, misalnya, menggunakan satelit buatan sebagai satelit komunikasi. Di negara yang sudah maju, selain sebagai alat komunikasi, satelit buatan ada yang digunakan untuk memata-matai musuh (satelit mata-mata) dan sebagai sarana pemandu pelayaran/penerbangan, siaran radio, televisi, pemetaan permukaan Bumi, dan hasil kekayaan yang terkandung dalam perut Bumi. Satelit ini biasanya diluncurkan dengan roket ke ruang angkasa. Sebagai contoh peluncuran satelit komunikasi Palapa C1 milik negara kita pada tanggal 1 Februari 1996 dilakukan oleh roket ATLAS 2 AS milik Amerika Serikat.
Asteroid atau Planetoid
Asteroid atau planetoid ialah benda-benda langit berukuran kecil yang mengelilingi Matahari pada lintasan tertentu. Rata-rata garis tengah asteroid 2 km. Bentuk sisinya tidak beraturan sehingga orang mengatakan bahwa asteroid adalah pecahan-pecahan sebuah benda langit. Bentuk lintasannya menyerupai lingkaran dan kebanyakan berada di sabuk asteroid yang berada diantara orbit Mars dan Yupiter. Asteroid terbesar yang telah ditemukan, yaitu Ceres dengan diameter 770 km. Telah ditemukan lebih dari 5.500 asteroid dan beberapa di antaranya, yaitu:
a. Pallas, garis tengahnya 560 kilometer,
b. Juno, garis tengahnya 190 kilometer, dan
c. Vesta, garis tengahnya 390 kilometer.
Komet
Komet adalah benda langit yang mengelilingi Matahari dengan garis edar atau orbit yang berbentuk sangat lonjong. Komet menyerupai bintang. Apabila ia mendekati Matahari, maka komet mendapatkan dorongan angin Matahari sehingga ekornya yang berpijar berada di belakangnya. Oleh karena itu, orang menyebutnya bintang berekor. Peristiwa terlihatnya komet di angkasa merupakan suatu hal yang menakjubkan dan menarik perhatian semua orang.
Komet terdiri dari kumpulan debu dan gas yang dapat membeku jika jauh dari Matahari. Ekor komet selalu menjauhi Matahari. Pada saat komet bergerak mendekati Matahari, ekornya berada di belakang, sedangkan pada saat komet bergerak menjauhi Matahari ekornya berada di depan. Panjang ekor komet dapat mencapai jutaan kilometer. Semakin dekat dengan Matahari ekornya semakin panjang.
Contoh beberapa komet yang sudah diketahui, yaitu:
a. komet Encke, muncul setiap 3 tahun,
b. komet Halley, muncul setiap 76 tahun,
c. komet West, muncul tahun 1976,
d. komet Ikeya-Seki, muncul pada tahun 1965,
e. komet Kohoutek, muncul pada tahun 1973,
f. komet Howard-Koomen-Michel, muncul tahun 1979,
g. komet Shoemaker-Levy, muncul tahun 1993.
Meteor dan Meteoroid
Pernahkah Anda melihat meteor? Di malam yang cerah, apabila kita melihat ke langit, kadang-kadang kita melihat adanya benda berpijar yang bergerak cepat. Itulah yang disebut meteor. Ada juga yang menyebutnya bintang jatuh atau bintang beralih.
Di angkasa, banyak sekali benda-benda langit berukuran kecil yang tidak mempunyai lintasan tertentu. Benda-benda ini bergerak bebas di angkasa dengan kecepatan tinggi. Benda ini disebut meteoroid. Apabila benda ini tertarik oleh planet yang mempunyai atmosfer, seperti Bumi, maka benda tersebut akan berpijar karena bergesekan dengan atmosfer. Benda yang berpijar tersebut dinamakan meteor.
Apabila meteor tidak habis terbakar di atmosfer, maka akan sampai di Bumi. Batu meteor yang sampai di Bumi kita sebut meteorit. Salah satu contoh meteorit dapat Anda lihat di museum Geologi Bandung.
Apabila meteorit yang sampai ke permukaan Bumi berukuran besar, maka permukaan Bumi yang kejatuhan meteorit tersebut dapat membentuk kawah. Kawah yang terbentuk disebut kawah meteor. Salah satu contoh kawah meteor terdapat di Wolf Creek, Amerika Serikat, seperti tampak pada Gambar di bawah ini!
Menurut para ahli, meteor tersusun dari besi dan nikel sehingga meteor ini dapat menghasilkan kedua jenis logam tersebut.
Subscribe to:
Posts (Atom)