Sunday, 18 September 2016

MENJAGA KEBERSIHAN ORGAN-ORGAN REPRODUKSI

Menjaga Kebersihan Organ-Organ Reproduksi
Sewaktu pria dan wanita dewasa mengalami masa pubertas, produksi kelenjar keringat dan minyak meningkat. Aktifnya kelenjar minyak dan keringat tersebut disebabkan rangsangan dari hormon kelamin. Akibatnya kita sering  melihat pria dan wanita yang menjelang dewasa atau puber wajahnya mudah berjerawat dan tubuhnya berbau keringat. Oleh karena itu, jika Anda sekarang berada di usia pubertas, Anda perlu menjaga kebersihan wajah dan tubuh. Untuk menjaga agar wajah dan tubuh terjaga lebersihannya, sebaiknya Anda mandi dua kali sehari, selalu menggunakan wewangian apabila diperlukan, cuci wajah jika terasa kotor, dan usahakan agar rambut tidak menutupi wajah.
Di samping itu, pakailah selalu celana dalam yang terbuat dari katun agar keringat dengan mudah dapat terserap. Usahakan celana tetap kering dan tidak lembap sehingga tidak menjadi tempat tumbuhnya beberapa jenis jamur dan kuman yang dapat membahayakan tubuh. Usahakan celana yang digunakan cukup longgar dan tidak terlalu ketat sehingga tidak menyebabkan lecet atau iritasi. Bagi anak laki-laki, jika mengenakan celana yang terlalu ketat dapat menekan dan menghambat perkembangan alat kelamin.
Pada anak perempuan yang menjelang dewasa, ada beberapa hal yang harus diperhatikan terutama ketika sedang mengalami menstruasi, yaitu sebagai berikut.
a.    Sewaktu membersihklan kemaluan, basuhlah dari arah depan ke belakang. Ini untuk mencegah agar kuman yang berasal dari anus tidak masuk ke saluran kencing atau saluran reproduksi yang dapat menimbulkan infeksi.
b.    Selalu menggunakan pembalut yang lembut ketika mengalami menstruasi. Sebaiknya, jika sudah terlalu banyak darah yang keluar, Anda perlu mengganti pembalut.  Pembalut yang terlalu lama dipakai akan menjadi lembap dan menjadi tempat tumbuhnya bakteri-bakteri yang mengganggu kesehatan.
c.    Ketika membersihkan kemaluan, cukup menggunakan air. Tidak perlu menggunakan sabun deodoran atau parfum. Penggunaan bahan-bahan tersebut, justru dapat menimbulkan iritasi.
d.    Kurangilah mengkonsumsi  makanan yang terlalu banyak mengandung garam. Alasannya,makanan tersebut dapat menimbulkan perasaan tegang dan tertekan.
e.    Biasakanlah minum air putih atau jus buah yang cukup banyak. Selain itu, dianjurkan untuk selalu menyantap makanan yang banyak mengandung zat besi, seperti ikan, hati, biji-bijian, dan sayuran yang berwarna hijau. Hal ini diperlukan karena kandungan zat besi dari sayuran tersebut dapat menggantikan zat besi yang hilang selama terjadinya menstruasi.
Setelah Anda memahami perubahan-perubahan yang terjadi pada tubuh, tentunya Anda harus lebih berhati-hati dan menjaga kesehatan tubuh. Perlu Anda ketahui bahwa anak perempuan yang sudah mengalami menstruasi sudah dapat mengalami kehamilan. Untuk menghindari agar tidak terjadi kehamilan pada usia dini, berhati-hatilah ketika bergaul dengan lawan jenis.
Sebaiknya, baik laki-laki maupun perempuan bergaul pada batas-batas yang wajar. Hindari membaca buku atau menonton film dewasa yang belum pantas dibaca atau ditonton. Sebab, seseorang pada usia pubertas sulit mengendalikan emosi yang disebabkan hal-hal tersebut. Jika tidak mengendalikan diri, maka Anda dapat terjerumus dalam pergaulan yang tidak sehat.

Perubahan Tubuh Laki-Laki dan Perempuan pada Masa Pubertas

Anda tentu pernah mendengar istilah pubertas. Tahukah Anda apakah maksud dari istilah tersebut? Manusia, baik laki-laki maupun perempuan mengalami masa yang disebut pubertas. Pubertas seringkali dinamakan masa akil balig atau masa usia remaja. Pada masa ini, laki-laki atau perempuan mengalami pertumbuhan yang pesat. Pertambahan tinggi tubuh mereka amat cepat. Akhir masa pubertas biasanya terjadi antara usia 16 sampai 20 tahun. Pada masa akhir pubertas ini, mereka umumnya sudah tidak lagi bertambah tinggi.
Disamping itu, pada masa pubertas tubuh laki-laki maupun perempuan mengalami perubahan. Perubahan utama (primer) terjadi di dalam tubuh. Perubahan tersebut memungkinkan seorang laki-laki dan wanita pada masa puber menghasilkan bayi. Perubahan utama diikuti perubahan sekunder atau perubahan fisik, yang terlihat dari ciri-ciri yang terjadi pada tubuh manusia. Semua perubahan tersebut diatur atau dikendalikan oleh hormon kelamin. Tahukah Anda perubahan-perubahan apa sajakah yang terjadi pada masa pubertas manusia? Untuk mengetahuinya, ikutilah uraian berikut!
1.     Perubahan Tubuh Laki-Laki pada Masa Pubertas
Pada masa pubertas, perubahan utama (primer) yang terjadi pada laki-laki ditandai dengan mulai diproduksinya sel sperma atau sel  kelamin jantan oleh alat tubuh laki-laki yang dinamakan testis. Bagaimanakah bentuk alat kelamin laki-laki? Untuk mengetahuinya, Anda dapat melihatnya pada gambar berikut ini!
Sel sperma yang dihasilkan alat kelamin laki-laki dapat membuahi sel telur yang terdapat pada rahim perempuan. Dari hasil pembuahan sel telur perempuan oleh sel sperma laki-laki ini, dihasilkan  bayi.
Pada masa pubertas, alat kelamin laki-laki mampu menghasilkan sel kelamin yang disebut sperma. Setiap hari, testis dapat menghasilkan jutaan sperma. Oleh karena itu, setelah beberapa waktu, kantung testis dapat dipenuhi dengan cairan sperma. Karena kantung sperma telah penuh, cairan sperma itu akan keluar dengan sendirinya. Hal tersebut biasanya ditandai dengan mimpi basah yang dialami laki-laki. Pada waktu mimpi basah, laki-laki dapat mengeluarkan sperma yang telah memenuhi kantung testis tersebut. Apakah yang menjadi tanda-tanda telah diproduksinya sel-sel sperma untuk pertama kalinya?
Tanda-tanda telah diproduksinya sel-sel sperma dapat dilihat dari perubahan utama (primer) yang biasanya diiringi perubahan fisik (sekunder) pada tubuh laki-laki, seperti dada terlihat bidang, tumbuh kumis, janggut, dan rambut-rambut halus di sekitar alat kelamin, tumbuh jakun, suara lebih berat, dan organ kelamin membesar. Perubahan primer dialami semua laki-laki. Namun, perubahan sekunder tidak selalu dialami oleh laki-laki. Hal ini terbukti derngan adanya laki-laki yang tidak tumbuh kumis atau jakunnya tidak menonjol.

2.     Perubahan Tubuh Perempuan pada Masa Pubertas
Pada perempuan, perubahan utama (primer) pada masa pubertas ditandai dengan mulai diproduksinya sel telur oleh alat kelamin wanita yang dinamakan indung telur (ovarium) seperti diperlihatkan pada gambar berikut.
Hal tersebut ditandai dengan terjadinya menstruasi (haid) pada perempuan. Tahukah Anda bagaimana proses terjadinya menstruasi? Proses terjadinya menstruasi dapat Anda lihat pada gambar berikut.
Seperti diperlihatkan pada gambar di atas. Sebuah sel telur masak diproduksi oleh indung telur. Bersamaan dengan itu, terjadi pula penebalan pada dinding rahim. Selanjutnya, sel telur yang diproduksi di indung telur dilepaskan menuju rahim. Dalam waktu beberapa hari, jika tidak dibuahi oleh sel sperma, sel telur tersebut mati dan terlepas ke luar rahim. Sementara itu, lapisan dinding rahim ikut terlepas bersama sel telur tadi dan mengalir keluar  melalui vagina. Hal tersebut menyebabkan terjadinya pendarahan kecil. Darah ini menetes keluar sedikit demi sedikit melalui lubang kemaluan selama dua sampai enam hari. Kejadian itulah yang dinamakan menstruasi. Siklus menstruasi biasanya terjadi setiap 28 hari sekali.
Jika sel telur dalam rahim bertemu dengan sel sperma, maka akan terjadi pembuahan. Selanjutnya, sel telur yang telah mengalami pembuahan akan menempel di dinding rahim dan berkembang menjadi janin. Dalam keadaan demikian, seorang perempuan mengalami kehamilan. Selama masa kehamilan, perempuan tidak mengalami menstruasi.
Menstruasi pertama pada seorang gadis, sangat bervariasi antara usia 9 sampai dengan usia 15 tahun. Masa menstruasi untuk pertama kalinya, diawali dengan perubahan-perubahan fisik (sekunder) perempuan. Ciri-ciri perubuhan sekunder  ditandai dengan membesarnya pinggul dan payudara, serta munculnya rambut-rambut halus di sekitar kemaluan. Pinggul yang membesar memungkinkan bayi dengan mudah dapat keluar dari rahim saat melahirkan. Adapun membesarnya payudara untuk mempersiapkan air susu bagi bayi yang dilahirkannya.

SOAL-SOAL DAN LATIHAN CIRI KHUSUS MAKHLUK HIDUP

A.   Berilah tanda silang (X) pada huruf a, b, c, atau d pada jawaban yang benar!
1.    Cecak memiliki lapisan perekat pada telapak kakinya untuk ....
    A.    merayap di dinding dan langit-langit    
    B.    menangkap mangsa dengan kakinya
    C.    menarik perhatian betina
    D.    mengelabui musuh
2.    Ciri-ciri khusus yang dimiliki bunglon untuk memenuhi kebutuhan hidupnya adalah ....
    A.    bisa memutuskan ekornya
    B.    lidahnya panjang dan lengket
    C.    dapat merayap dengan cepat
    D.    memiliki alat perekat pada telapak kakinya
3.    Untuk mencari  makanannya di  malam  hari,  kelelawar menggunakan ....
    A.    mata dan pendengarannya yang tajam dan peka
    B.    indera penciumnya yang tajam
    C.    kemampuan memperkirakan jarak dengan mendengarkan gemanya
    D.    kemampuan terbang dengan cepat
4.    Punuk pada punggung unta berguna untuk ....
    A.    memperindah tubuh
    B.    mengangkut   barang
    C.    menyimpan makanan dalam bentuk lemak
    D.    menarik perhatian unta betina
5.    Ciri-ciri khusus yang dimiliki tumbuhan yang hidup di air adalah ....
    A.    permukaan daunnya lebar
    B.    batangnya menggembung
    C.    batangnya memiliki rongga udara
    D.    akarnya merupakan akar gantung
6. Penyerbukan pada bunga Rafflesia dibantu oleh ....
    A.    kupu-kupu
    B.    angin
    C.    lalat
    D.    manusia
7.      Ciri-ciri tumbuhan berikut, yang mencegah penguapan air terlalu banyak adalah ....
    A.    batang yang tebal
    B.    daun berlilin
    C.    batang berongga
    D.    daun yang lebar
8. Kaktus dapat tumbuh di daerah padang pasir yang jarang hujan karena ....
    A.    mempunyai batang yang berwarna hijau
    B.    sistem akarnya yang panjang
    C.    daunnya berbentuk duri
    D    batangnya dapat menyimpan air
9.    Ciri-ciri khusus yang dimiliki tumbuhan yang hidup di daerah kering air adalah ....
    A.    permukaan daunnya lebar
    B.    batangnya menggembung
    C.    batangnya memiliki rongga udara
    D.    akarnya merupakan akar gantung

B      Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan jelas dan benar!
1.    Kelelawar memiliki kemampuan ekolokasi. Apa yang dimaksud dengan kemampuan ekolokasi?
2.    Kelelawar mencari makanannya pada malam hari. Kelelawar memiliki kemampuan ekolokasi untuk menangkap mangsanya. Panca indera yang diandalkan oleh kelelawar dalam kemampuan ekolokasi itu adalah ....
3.    Sebutkan 3 contoh hewan yang menjadi makanan bunglon
4.    Tumbuhan kantung semar biasanya tumbuh di daerah ....
5.    Bunga Rafflesia mengeluarkan bau seperti ....
6.    Daun-daun pada kaktus berbentuk
7.    Untuk apa tumbuhan kantung semar menangkap serangga?
8.    Bagaimana cara tumbuhan kantung semar menangkap serangga?
9.    Bunga Rafflesia merupakan tumbuhan parasit pada tumbuhan lain. Apakah yang dimaksud dengan tumbuhan parasit? Jelaskan ?
10.    Bagaimana cara tumbuhan kaktus mempertahankan kelangsungan hidupnya di musim kering?

CIRI KHUSUS TUMBUHAN

Pada kegiatan belajar kali ini , marilah kita lihat ciri khusus yang ditemukan pada beberapa jenis tumbuhan. Adakah ciri khusus itu berkaitan dengan tempat hidupnya? Untuk itu, ikutilah uraian berikut dengan saksama!
1.     Ciri Khusus pada Teratai
Seperti pernah Anda ketahui di kegiatan belajar buku jilid 5, teratai merupakan tumbuhan yang hidup di air. Daun teratai umumnya berbentuk bulat. Ada jenis teratai yang diameter daunnya mencapai 1 sampai 2 meter. Daun yang lebar itu bukan tidak ada maksudnya, tetapi untuk memudahkan penguapan air serta fotosintesis tanaman tersebut.
Jika Anda perhatikan, tanaman teratai selalu tumbuh di dasar air. Tangkai daunnya cenderung tumbuh menjalar sehingga helai daun selalu terlihat mengapung. Tangkai bunga cenderung tumbuh tegak sehingga bunga-bunga teratai dapat muncul dan menyembul keluar dari permukaan air. Akar tanaman teratai terletak di dalam air.
Tahukah Anda, bagaimana cara batang dan akar teratai bernapas sedangkan akar dan batangnya berada di dalam air? Jika batang atau akar teratai Anda belah secara melintang, maka akan tampak lubang-lubang atau rongga-rongga udara. Rongga-rongga udara ini berfungsi untuk membawa oksigen ke batang dan akar. Dengan demikian, walaupun batang dan akar ada di dalam air, tumbuhan ini tetap dapat bernapas
2.     Ciri Khusus pada Tumbuhan Kaktus
Tumbuhan kaktus biasa tumbuh di daerah padang pasir yang panas dan kering. Di daerah padang pasir, dalam sehari bisa turun hujan dengan jumlah yang banyak sekali. Namun, diikuti dengan musim kering yang panjang. Bagaimana cara tumbuhan kaktus mempertahakan hidupnya di lingkungan seperti itu?
Ketika hujan turun, ternyata kaktus memiliki kemampuan untuk menyerap air sebanyak mungkin. Kaktus mempunyai satu akar yang lurus dan panjang masuk jauh ke dalam tanah dan akar-akar samping yang banyak menyebar. Akar-akar ini mengisap air hujan sebelum air itu menguap. Kemudian, air yang telah terisap disimpan di dalam batangnya yang gemuk. Batang kaktus dilindungi kulit yang tebal untuk mengurangi kehilangan air karena penguapan. Setelah hujan turun, batang kaktus membengkak. Di musim kering, perlahan-lahan batang kaktus mengerut kembali tanda airnya telah terpakai. Kandungan air dalam batang kaktus dapat mencukupi kebutuhan kaktus selama dua tahun.
Daun-daun kaktus sebenarnya adalah duri-duri pada batang kaktus. Duri-duri ini mempunyai permukaan yang kecil sehingga mengurangi kehilangan air karena penguapan. Selain itu, duri juga melindungi kaktus dari hewan-hewan yang ingin merusak lapisan tahan airnya.
3.     Ciri Khusus pada Tumbuhan Rafflesia
Anda tentu pernah mendengar nama tumbuhan bunga bangkai. Bunga Bangkai nama lainnya adalah Rafflesia. Tumbuhan Rafflesia tidak memiliki klorofil sehingga untuk mendapatkan makanannya, tumbuhan ini hidup sebagai parasit pada akar tumbuhan yang menjalar di hutan hujan-tropis Asia Tenggara. Salah satunya terdapat di hutan Bengkulu.
Batang tumbuhan Rafflesia terdiri dari jaringan benang halus yang tumbuh di dalam jaringan tumbuhan inangnya. Tumbuhan ini baru terlihat ketika kuncup bunganya menembus tumbuhan inangnya. Lama-lama, bunga ini tumbuh membesar.
Rafflesia adalah bunga terbesar di dunia. Garis tengahnya sekitar satu meter. Bunga ini mengeluarkan bau seperti daging busuk (bangkai). Tahukah Anda bau busuk seperti apa yang dikeluarkan tumbuhan tersebut?
Tumbuhan Rafflesia berkembang biak melalui penyerbukan yang dibantu oleh serangga (lalat) sehingga untuk menarik perhatian lalat agar datang, bunga ini mengeluarkan bau busuk. Selain itu, untuk memandu lalat yang datang, bunga ini memiliki bagian yang dapat memantulkan cahaya.
4.     Ciri Khusus pada Tumbuhan Kantung Semar
Tumbuhan kantung semar seringkali ditemukan tumbuh di rawa-rawa. Kandungan nitrogen di rawa-rawa sangat sedikit sehingga tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan tumbuhan ini. Untuk memenuhi kebutuhan akan nitrogen, tumbuhan kantung semar bergantung pada serangga sebagai  makanannya. Serangga mengandung banyak nitrogen. Tahukah Anda bagaimana cara kantung semar menangkap makanannya yang berupa serangga?

 Perhatikan di atas, tampak daun kantung semar berbentuk seperti piala. Dinding dalam piala mengeluarkan nektar (cairan manis bahan pembuat madu) untuk memikat serangga. Serangga yang terpikat oleh nektar tersebut akan hinggap pada dinding piala yang licin dan jatuh ke dalam cairan di dalam daun. Cairan daun inilah yang melarutkan serangga. Kemudian, daun akan menyerap nitrogen dari serangga tersebut.

CIRI KHUSUS HEWAN (UNTUK SD)

Beberapa jenis hewan ada yang memiliki ciri-ciri khusus yang tidak dimiliki oleh jenis hewan lain. Hewan-hewan yang memiliki ciri khusus yang khas dan dapat Anda temukan di lingkungan sekitar antara lain kelelawar, cecak, toke, bunglon, dan unta. Sebenarnya, ciri khusus apakah yag dimiliki hewan-hewan yang disebutkan tadi? Untuk mengetahuinya, ikutilah penjelasan berikut!
1.     Ciri Khusus pada Kelelawar
Kelelawar tergolong satu-satunya hewan mamalia yang dapat terbang karena dilengkapi dengan sayap yang terbuat dari kulit tipis. Kulit tipis ini membentang antara tulang-tulang jari dan tulang lengan. Pada bagian atas, tiap-tiap sayapnya dilengkapi dengan cakar yang berfungsi untuk melekat pada langit-langit gua atau batang pohon besar tempat hidupnya.


Kelelawar merupakan hewan aktif yang mencari makan di malam hari. Pada siang hari, hewan ini tidur bergelantungan pada dinding atap gua atau pepohonan yang dijadikan tempat tinggalnya.  Kebanyakan jenis kelelawar adalah pemakan serangga. Namun,  ada pula beberapa jenis kelelawar pemakan buah-buahan, madu, ikan, mamalia kecil, atau reptil.
Tahukah Anda mengapa kelelawar dapat menentukan jalan dan menangkap mangasanya di malam hari? Padahal, matanya tidak berfungsi dengan baik? Ternyata, sewaktu terbang di kegelapan malam mencari makanan, kelelawar menentukan jalan agar tidak menabrak benda yang terdapat disekitar nya dengan menggunakan suatu pendeteksi benda yang terdapat di dalam tubuhnya. Tahukan Anda bagaimana cara kerja alat pendeteksi tersebut?
Sewaktu terbang di malam hari, kelelawar memancarkan bunyi berfrekuensi tinggi melalui mulutnya. Bunyi tersebut kemudian dipantulkan oleh benda-benda di sekitarnya, seperti cabang pohon atau serangga. Dengan mendengar gema yang dipantulkan, kelelawar menggunakan alat pendeteksi. Dengan alat itu, ia dapat memperkirakan adanya rintangan atau jarak makanannya. Kemampuan kelelawar yang menjadi ciri khusus ini dinamakan ekolokasi. Dengan kemampuan ekolokasi ini, kelelawar dapat terbang di kegelapan malam mencari makanan tanpa harus menabrak benda yang terdapat disekitarnya.
2.     Kaki Khusus pada Cecak dan Tokek
Cecak merupakan hewan reptil yang satu keluarga dengan tokek. Cecak dan tokek memiliki kebiasaan yang sama, yaitu senang merayap di dinding-dinding rumah. Makanan cecak dan tokek pun sama, yaitu  serangga-serangga kecil, seperti nyamuk, lalat, dan laron. Serangga-serangga tersebut dapat terbang sehingga untuk mendapatkannya, cecak dan tokek harus merayap di dinding atau langit-langit rumah. Tahukah Anda mengapa cecak dan tokek tidak terjatuh ketika merayap di dinding dan langit-langit rumah? Ternyata, cecak dan tokek   memiliki alat khusus pada telapak kakinya, yaitu perekat.
Jika Anda pehatikan telapak kaki cecak dan tokek dengan bantuan mikroskop, maka akan tampak seperti gambar di bawah ini.
Pada telapak kaki tokek dan cecak terdapat lapisan berupa struktur rambut yang lengket. Hal inilah yang menyebabkan cecak dan tokek dapat merayap di dinding yang tegak lurus atau berjalan terbalik di atas langit-langit rumah tanpa jatuh. Kemampuan cecak dan tokek seperti ini memudahkannya ketika  menangkap makanan, yaitu serangga.
3.    Ciri Khusus pada Bunglon
Pernahkah Anda melihat hewan yang bernama bunglon? Bunglon tergolong hewan reptil  yang gerakannya lambat. Makanannya berupa serangga-serangga kecil, seperti belalang, jangkrik, dan capung. Serangga-serangga makanannya itu bergerak amat cepat. Tahukah Anda bagaimanakah cara bunglon mendapatkan makanannya?
Bunglon memiliki kemampuan mengubah warna kulit tubuh menyerupai tempat yang ditempatinya sehingga sukar dikenali. Selain itu, setiap matanya dapat melihat pada arah yang berbeda. Bila matanya melihat seekor serangga, bunglon akan mengendap-endap menuju mangsanya. Dengan menggunakan matanya, bunglon mengukur jarak mangsanya. Jika setelah diukur mangsanya memungkinkan untuk dicapai, maka bunglon akan melontarkan lidahnya yang panjang dan lengket ke arah  si mangsa dan menarik serangga tersebut ke dalam mulutnya. Panjang lidah bunglon hampir sepanjang tubuhnya.

4.     Ciri Khusus pada Unta
Selain hewan-hewan yang telah dijelaskan di atas, hewan lain yang memiliki ciri khusus, yaitu unta. Unta merupakan hewan yang hidup di padang pasir yang kering dan gersang. Di tempat hidupnya yang seperti itu, unta mampu melakukan perjalanan jauh tanpa makan atau minum. Tahukah Anda mengapa demikian?
Jika Anda perhatikan, pada punggung unta terdapat punuk. Ada unta yang berpunuk satu, ada pula yang berpunuk dua. Ternyata, punuk unta tersebut mengandung lemak yang berfungsi sebagai tempat menyimpan cairan.
Saat melakukan perjalanan jauh, unta  menggunakan lemak pada punuknya sebagai sumber energi dan air. Oleh karena itu, jika lemak sudah habis, punuk unta akan mengkerut dan lemas. Di samping itu, unta tidak mengeluarkan keringat hanya mengeluarkan sedikit sekali kotoran. Bahkan, cairan yang keluar dari lubang hidungnya pun disalurkan kembali ke mulutnya.
Jika makanan berlimpah, perut unta yang sangat besar dapat menyimpan rumput dan air dalam jumlah yang sangat banyak. Unta dapat minum sampai 57 liter tanpa berhenti.

Monday, 22 August 2016

Peralatan Pelindung Diri di Laboratorium/Bengkel Kerja

Alat Pelindung Diri
Menurut hirarki upaya pengendalian diri (controling), alat pelindung diri sesungguhnya merupakan hirarki terakhir dalam melindungi keselamatan dan kesehatan tenaga kerja dari potensi bahaya yang kemungkinan terjadi pada saat melakukan pekerjaan, setelah pengendalian teknik dan administratif tidak mungkin lagi diterapkan. Ada beberapa jenis alat pelindung diri yang mutlak digunakan oleh tenaga kerja pada waktu melakukan pekerjaan dan saat menghadapi potensi bahaya karena pekerjaanya, antara lain seperti topi keselamatan, safety shoes, sarung tangan, pelindung pernafasan, pakaian pelindung, dan sabuk keselamatan. Jenis alat pelindung diri yang digunakan harus sesuai dengan potensi bahaya yang dihadapi serta sesuai denga bagian tubuh yang perlu dilindungi.
Sebagaimana tercantum dalam undang-undang No. 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja, pasal 12 mengatur mengenai hak dan kewajiban tenaga kerja untuk mamakai alat pelindung diri. Pada pasal 14 menyebutkan bahwa pengusaha wajib menyediakan secara cuma-cuma sesuai alat pelindung diri yang diwajibkan pada tenaga kerja yang berada di bawah pimpinannya dan menyediakan bagi setiap orang lain yang memasuki tempat kerja tersebut, disertai dengan petunjuk yag diperlukan.
Potensi bahaya yang kemugkinan terjadi di tempat kerja, dan yang bisa dikendalikan dengan alat pelindung diri adalah:
a.     Terjatuh, terpeleset, kejatuhan benda, terantuk.
b.     Terpapar sinar dan gelombang elektromaknetik.
c.     Kontak dengan bahan kimia baik padat maupun cair.
d.     Terpapar kebisingan dan getaran.
e.     Terhirup gas, uap, debu, mist, fume, partikel cair.
f.     Kemasukan benda asing, kaki tertusuk, terinjak benda tajam.
Bagian badan yang perlu dilindungi adalah kepala, alat pernafasan, alat pendengaran, alat penglihatan, kulit, kaki maupun tubuh pada umumnya.

a.     Alat Pelindung Mata (kaca mata pengaman) dan Muka
1.     Fungsi
Fungsi kaca mata pengaman adalah untuk melindungi mata dari:
a.     Percikan bahan bahan korosif.
b.     Kemasukan debu atau partikel-partikel yang melayang di udara.
c.     Lemparan benda-benda kecil.
d.     Panas dan pancaran cahaya
e.     Pancaran gas atau uap kimia yang dapat menyebabkan iritasi mata.
f.     Radiasi gelombang elekromaknetik yang mengion maupun yang tidak mengion
g.     Benturan atau pukulan benda keras atau benda tajam.
2.     Jenis
Menurut jenis atau bentuknya alat pelindung mata dibedakan menjadi:
a.     Kaca mata
Kacamata pelindung digunakan pada saat menggerinda logam/akrilik. Kacamata pelindung digunakan pada saat melakukan pengecoran logam.
Alat pelindung mata mempunyai ketentuan sebagai berikut:
1)     Tahan terhadap api.
2)     Tahan terhadap lemparan atau percikan benda kecil.
3)     Lensa tidak boleh mempunyai efek destorsi.
4)     Mampu menahan radiasi gelombang elektromagnetik pada panjang gelombang
tertentu.
Cara pemakaiannya adalah sebagai berikut. Pilihan kaca mata yang sesuai, small, medium, atau large.  Buka tangkai kaca mata lekatkan bagian tengah kacamata pada punggung hidung. Tempelkan lensa kaca mata.  Kaitkan tangkai kaca mata pada daun telinga. Usahakan agar mata dan sekitar betul-betul tertutup oleh kacamata.
b.     Tameng muka
Pelindung muka yang digunakan pada saat polishing akrilik. Alat pelindung muka mempunyai ketentuan sebagai berikut:
1)    Tahan api
2)    Terbuat dari bahan gelas atau gelas yang dicampur dengan laminasi alumunium, yang bila pecah tidak menimbulkan bagian-bagian yang tajam.
 Plastik, dengan bahan dasar selulosa asetat, akrilik, policarbonat atau alil diglikol karbonat. Penutup muka yang benar adalah yang dapat dikenakan tanpa dipegang dengan tangan pekerja. Biasanya penutup muka ini dirancang menjadi satu dengan topi pengaman atau penutup rambut.  Pilih ukuran penutup muka, sesuai dengan besarnya" lingkar kepala (kecil/small,sedang/medium,atau besar/large).
 Periksa bagian luar dan dalam penutup muka, apakah sesuai dengan spesifikasinya, apakah tudung dalam keadaaan baik, tidak rusak dan bersih. Kendorkan klep pengatur untuk mempererat kedudukan topi pengaman tudung atau penutup rambut.
 Pakai topi pengaman (tudung atau penutup rambut), eratkan di kepala sehingga terasa pas dengan cara mengatur klep pengatur. Atur posisi penutup muka sehingga menutupi seluruh permukaan wajah.  Kencangkan kembali klep pengatur.
B.     Pelindung pendengaran
1.     Fungsi
Untuk melindungi alat pendengaran (telinga) akibat kebisingan, dan melindungi telinga dari percikan api atau logam-logam yang panas.
2.     Jenis
Secara umum pelindungi telinga 2 (dua) jenis, yaitu:
a.     Sumbat telinga, yaitu alat pelindung telinga yang cara penggunaannya dimasukkan pada liang telinga
b.     Tutup telinga atau ear muff, yaitu alat pelindung telinga yang penggunaanya
ditutupkan pada seluruh daun telinga.
3.     Spesifikasi
a.    Sumbat Telinga
 Sumbatan telinga yang baik adalah yang bisa menahan atau mengabsorbsi bunyi atau suara dengan frekuensi tertentu saja, sedangkan bunyi atau suara dengan frekwensi untuk pembicaraan (komunikasi) tetap tidak terganggu. Biasanya terbuat dari karet, plastik, lilin, atau kapas.  Harus bisa mereduksi suara frekwensi tinggi (4000 dba) yang masuk lubang telinga, minimal sebesar x-85 dba, dimana x adalah intensitas suara atau kebisingan di tempat kerja yang diterima oleh tanaga kerja.
b.     Penutup Telinga
 Terdiri dari sepasang (2 buah, kiri dan kanan) cawan atau cup, dan sebuah sabuk kepala (head band)  Cawan atau cup berisi cairan atau busa ( foam) yang berfungsi untuk menyerap suara yang frekwensinya tinggi
 Pada umumnya  tutup telinga bisa meriduksi suara frekwensi 2800-4000 hz sebesar 35-45 dba Tutup teling harus mereduksi suara yang masuk ke lubang telinga minimal sebesar x- 85 dba, dimana x adalah intensitas suara atau kebisingan di tempat kerja yang diterima oleh tenaga kerja.
4.     Cara Pemakaian
a.     Sumbat Telinga
 Pilih  ear plug yang terbuat dari bahan yang bisa menyesuaikan dengan bentuk telinga. Biasanya terbuat dari karet atau plastik lunak.  Pilih bentuk dan ukuran yang sesuai dengan bentuk dan ukuran dari seluruh  telinga si pemakai.  Cek sumbat telinga, apakah secara fisik dalam keadaan baik (tidak rusak) dan  bersih.
 Tarik daun telinga ke belakang, kemudian masukkan sumbat telinga ke dalam lubang telinga hingga benar-benar menutup semua lubang telinga. Gerak-gerakkan kepala ke atas, ke bawah, ke samping, ke kiri dan ke samping kanan, buka dan tutup mulut, untuk memastikan bahwa sumbat telinga terpakai secara sempurna.
b.     Penutup Telinga
 Pilih penutup telinga yang ukurannya sesuai dengan diameter/lebar daun telinga.  Pastikan bahwa posisi cawan atau mangkuk penutup benar benar melingkupi daun telinga, baik kiri maupun kanan. Bola belum pas (masih ada bagian yang terbuka), sesuaikan dengan pengatur panjang dan pendeknya pengikat kepala (head band). Gerak-gerakkan kepala, ke atas, ke bawah, ke samping kiri dan ke samping kanan, buka dan tutup mulut untuk memastikan bahwa sumbat telinga terpakai secara sempurna.
5.     Pemeliharaan
a.     Sumbat telinga yang telah di selesai digunakan dibersihkan dengan kain lap yang
    bersih, basah dan hangat.
b.     Kemudian keringkan dengan kain lap yang bersih dan kering.
c.     Setelah bersih dan kering simpan alam kotaknya.
d.     Simpan kotak tersebut di atas di almari atau tempat penyimpanan yang lain.
e.     Penutup telinga yang telah selesai digunakan dibersihkan dengan cara diseka dengan kain lap yang bersih.
f.     Setelah bersih simpan kembali di dalam kotaknya.
g.     Simpan kotak di almari atau tempat penyimpanan yang lain.

C.     Pelindung Pernafasan
1.     Fungsi
Alat pelindung pernafasan berfungsi memeberikan perlindungan organ pernafasan akibat pencemaran udara oleh faktor kimia seperti debu, uap, gas, fume, asap, mist, kabut, kekurangan oksigen, dan sebagainya.
2.     Jenis
Berdasarkan fungsinya, dibedakan menjadi :
a.     Respirator yang berfungsi memurnikan udara
Respirator-Disposible paper mask untuk melindungi dari pajanan debu yang tidak toksik/kadar toksisitasnya rendah, digunakan pada saat prosesing akrilik, mixing bahan tanam, menggerinda logam/akrilik
b.     Respirator yang berfungsi memasok oksigen atau udara (air supplying respirator).
3.    Spesifikasi
a.     Respirator Yang Memurnikan Udara.
Respirator jenis ini dipakai bila pekerja terpajan bahan pencemar di udara (debu, gas, uap, fume, mist, asap, fog) yang kadar toksisitasnya rendah. Prinsip kerja respirator ini adalah membersihkan udara terkontaminasi dengan cara filtrasi, adsorbsi, atau absorbsi.
Menurut cara kerjanya dibedakan menjadi :
1)     Respirator yang mengandung bahan kimia (cemical respirators).
2)     Respirator dengan katrid (cartridge) bahan kimia.
    a)     Prinsip cara kerjanya adalah mengadsorpsi bahan pencemar di udara             pernafasan.
    b)     Bahan kimia yang digunakan untuk mengadsorbsi biasanya karbon aktif atau         silika gel.
    c)     Biasanya penutup sebagian muka dengan satu atau dua katrid yang             mengandung bahan kimia tertentu.
    d)     Tidak bisa digunakan untuk keadaaan darurat.
    e)     Hanya mampu memurnikan satu macam atau satu golongan bahan kimia (gas,
    uap) saja.
3)     Respirator dengan kanister yang berisi bahan kimia.
    a)     Prinsip cara kerjanya adalah mengadsorbsi bahan pencemar di udara             pernafasan
    b)     Bahan kimia yang digunakan untuk mengadsorbsi adalah yang sesuai dengan
    bahan-bahan kima tertentu saja. Misal kanister untuk uap asam klorida (hcl         dan asam sulfat (h2so4) harus menggunakan kanister yang berisi soda
c)     Bahan kimia kanister mempuyai batas waktu kedaluwarsa. Batas waktu             kedaluwarsa ini tergantung pada isi kanister, konsentrasi bahan pencemar, dan
    akifitas pemakainya.
d)     Bisa menutup sebagian muka atau seluruh muka
e)     Tidak bisa digunakan dalam keadaaan udara di lingkungan kerja                 menggandung bahan kimia gas atau uap toksik dengan kadar yang cukup         tinggi.
f)     Satu tipe kanister hanya bisa digunakan untuk memurniakan udara             terkontaminasi satu macam atau satu golongan bahan kimia (gas, uap) saja.
4)     Respirator mekanik (Mechanical Respirator).
    a)     Digunakan untuk melindungi si pemakai akibat pemajanan partikel-partikel di
        lingkungan kerja seperti debu, asap, fume, mist dan fog.
    b)     Prinsip kerja respirator ini adalah memurnikan udara terkontaminasi melalui
        proses filtrasi memakai bermacam tipe filter.
    c)     Efisiensi filter tergantung kepada ukuran partikel dan diameter pori-pori filter.
5)     Respirator kombinasi filter dan bahan kimia.
    a)     Respirator jenis ini dilengkapi dengan filter untuk menyaring udara             terkontaminasi partikel (debu) dan aktrid (catridge) atau kanister yan             mengandung bahan kimia.
    b)     Respirator jenis ini biasanya digunakan oleh pekerja pada waktu melakukan
        pengecatan dengan cara semprot (spray painting).
b.     Respirator dengan pemasok udara atau oksigen
1)     Alat pelindung pernafasan ini tidak dilengkapi dengan filter, ataupun katrid dan kanister yang mengandung bahan kimia.
2)     Pasokan udara bersih atau oksigen, melindungi pekerja dari pemajanan bahan
    bahan kimia yang sangat toksit. Konsentarinya tinggi, mampu melindungi pekerja
    dari kekurangan oksigen.
3)    Pasokan udara ataupun oksigen dapat melalui silinder, tangki, atau kompresor
    yang dilengkapi dengan regulator (pengukur tekanan)
4)     Respirator dengan pasokan udara atau oksigen dibedakan menjadi :
    a)    Airline respirator.
    b)    Air hose mask respirator.
    c)    Self-contained brathing apparatus.
4.     Cara Pemakaian
a.     Pilih ukuran respirator yang sesuai dengan ukuran antropometri tubuh pemakai.
Ukuran antropometri tubuh yang berkaitan adalah :
    1)     Panjang muka.
    2)     Panjang dagu.
    3)     Lebar muka.
    4)     Lebar mulut.
    5)     Panjang tulang hidung.
    6)    Tonjolan hidung.
b.     Periksa lebih dahulu dengan teliti, apakah respirator dalam keadaan baik, tidak
rusak, dan komponen-komponennya juga dalam keadaan masih baik.
c.     Jika terdapat komponen yang sudah tidak berfungsi maka perlu diganti lebih dahulu dengan yang baru dan baik.
d.     Pilih jenis filter atau catrid atau kanister dengan seksama, agar tidak terjadi
    kebocoran.
e.     Singkirkan rambut yang menutupi bagian muka.
f.     Potong cambang dan jenggot sependek mungkin.
g.     Pasang atau kenakan gigi palsu, bila pekerja menggunakan gigi palsu. Pakailah
    respirator dengan cara sesuai dengan petunjuk operasional (instruction manual)
    yang harus ada pada setiap respirator.
h.     Gerak gerakkan kepala, untuk memastikan bahwa tidak akan terjadi kebocoran
apabila pekerja bekerja sambil bergerak-gerak.
5.     Pemeliharaan
Agar respirator dapat berfungsi denngan baik dan benar serta dapat digunakan dalam waktu yang relatif lama, maka respirator perlu pemeliharaan atau perawatan secara teratur, sebagai berikut:
a.     Setiap kali setelah dipakai, respirator harus di bersihkan (dicuci) kemudian
dikeringkan.
b.     Apabila suatu respirator terpaksa digunakan oleh orang lain, maka harus
    dicucihamakan terlebih dahulu.
c.     Beri tanda setiap respirator dengan nama pemakainya.
d.     Setelah respirator bersih dan kering, simpan dalam loker yang bersih, kering dan
    tertutup.
e.     Tangki-tangki atau silinder-silender udara atau oksigen harus dicek secara berkala,
    untuk mengetahui bahwa persediaan udara atau oksigen masih mencukupi.
f.     Klep-klep, regulator dan komponen-komponen lainnya perlu juga dicek secara
berkala. Jika tidak berfungsi harus segera diganti dengan yang baru.
D.     Pelindung Tangan
1.     Fungsi
Untuk melindungi tangan dan jari-jari tangan dari pajanan api, panas, dingin, radiasi elektomagnetik, radiasi mengion, listrik, bahan kimia, benturan dan pukulan, tergores, terinfeksi. Alat pelindung tangan biasa disebut dengan sarung tangan.
2.     Jenis
Menurut bentuknya, alat pelindung tangan dibedakan menjadi:
a.     Sarung tangan biasa atau gloves.
b.     Mitten, yaitu sarung tangan dengan ibu jari terpisah, sedangkan empat jari lainya
    menjadi satu.
c.     Hand pad, yaitu alat pelindung tangan yang hanya melindungi telapak tangan.
d.     Sleeve, yaitu alat pelindung dari pergelangan tangan sampai lengan. Biasanya
digabung dengan arung tangan.
3.     Spesifikasi
Alat pelindung tangan harus sesuai antara potensi bahaya dengan bahan sarung tangan yang dikenakan pekerja.
Potensi bahaya dan bahan sarung tangan yang sesuai, disajikan pada tabel berikut:
Potensi Bahaya                Jenis Bahan Sarung Tangan
Listrik                    Karet
Radiasi mengion            Karet atau kulit yang dilapisi dengan timbal
Benda-benda tajam atau kasar    Kulit atau PVC, kulit yang dilapisi dengan                             logam kromium
Asam dan alkali yang korosif        Karet
Pelarut organik (solvent)        Karet sintetis
Benda-benda panas            Kulit atau asbes

4. Cara Pemakaian
a.     Pilih jenis alat pelindung tangan yang sesuai dengan potensi bahaya
b.     Pilih ukuran sesuai dengan ukuran tangan pemakai.
c.     Masukkan tangan yang bagian pergelangan tangannya bermanset atau berkerut,
    ujung-ujung lengan baju pekerja masuk ke dalam manset atau kerutan sarung
    tangan, kemudian manset dikancingkan atau kerutan dirapikan.
d.     Sarung tangan tanpa manset atau tanpa kerutan, ujung lengan baju panjang pekerja harus bermanset, dan bagian lengan sarung tangan berda di dalam manset
    atau di dalam kerutan. Tidak disarankan memasukkan ujung lengan baju panjang
ke dalam sarung tangan.
5.     Pemeliharaan
a.     Alat pelindung tangan yang telah selesai dipakai, harus dibersihkan, dicuci dengan air, bagian luar maupun dalam kemudian dikeringkan.
b.     Simpan di dalam kantong yang bersih dan letakkan di dalam loker atau rak lemari.
E.     Pakaian Pelindung
1.     Fungsi
Pakaian pelindung berfungsi untuk melindungi sebagain atau seluruh tubuh dari kotoran, debu, bahaya percikan bahan kimia, radiasi, panas, bunga api maupun api.
2.     Jenis
a.     Apron, yang menutupi hanya sebagian tubuh pemakainya, mulai dari dada sampai lutut.
b.     Overalls, yang menutupi seluruh bagian tubuh.
3.     Spesifikasi
Macam-macam pakaian pelindung adalah:
a.     Pakaian pelindung dari kulit, untuk tenaga kerja yang mengerjakan pengelasan.
b.     Pakaian pelindung untuk pemadam kebakaran.
c.     Pakaian pelindung untuk pekerja yang terpajan radiasi tidak mengion.
d.     Pakaian pelindung untuk pekerja yang terpajan radiasi mengion.
e.     Pakaian pelindung terbuat dari plastik, untuk tenaga kerja yang bekerja kontak
dengan bahan kimia.
4. Cara pemakaian
a.     Pilih jenis pakaian pelindung yang sesuai dengan potensi bahaya yang dihadapi.
b.     Pilih ukurannya yang sesuai dengan ukuran tubuh pemakainya.
c.     Cek keadaan fisiknya, apakah dalam keadaan rusak , dan lengkap komponen-
    komponennya.
d.     Kenakan pakaian pelindung dan kacingkan dengan seksama.
e.     Gerak-gerakkan anggota badan (kaki, tangan), untuk memastikan apakah pakaian
pelindung telah terpakai dengan nyaman.
5.     Cara pemeliharaan
a.     Pakaian pelindung yang disposable (sekali pakai dibuang), setelah habis pakai
    dimasukkan ke dalam kantong kertas yang semula untuk membungkus pakaian
    pelindung baru, kemudian dibuang di tempat yang telah disediakan.
b.     Pakaian pelindung yang tidak disposable, sehabis dikenakan dicuci, setelah
    dikeringkan diseterika, dilipat dan disimpan ditempat yang bersih.

f.     simbol-simbol perlindungan
Penggunaan pelindung dalam melakukan penelitian di laboratorium sangat penting guna melindungi diri dari berbagai kemungkinan. Namun, terkadang siswa tidak paham pelindung apa yang perlu dipergunakan dalam melakukan percobaan-percobaan di laboratorium. Untuk itu, di laboratorium perlu disiapkan simbol-simbol yang terpampang dalam melakukan percobaan-percobaan. Berikut adalah simbol-simbol perlindungan tersebut.
Alat Pelindung Diri
Menurut hirarki upaya pengendalian diri (controling), alat pelindung diri sesungguhnya merupakan hirarki terakhir dalam melindungi keselamatan dan kesehatan tenaga kerja dari potensi bahaya yang kemungkinan terjadi pada saat melakukan pekerjaan, setelah pengendalian teknik dan administratif tidak mungkin lagi diterapkan. Ada beberapa jenis alat pelindung diri yang mutlak digunakan oleh tenaga kerja pada waktu melakukan pekerjaan dan saat menghadapi potensi bahaya karena pekerjaanya, antara lain seperti topi keselamatan, safety shoes, sarung tangan, pelindung pernafasan, pakaian pelindung, dan sabuk keselamatan. Jenis alat pelindung diri yang digunakan harus sesuai dengan potensi bahaya yang dihadapi serta sesuai denga bagian tubuh yang perlu dilindungi.
Sebagaimana tercantum dalam undang-undang No. 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja, pasal 12 mengatur mengenai hak dan kewajiban tenaga kerja untuk mamakai alat pelindung diri. Pada pasal 14 menyebutkan bahwa pengusaha wajib menyediakan secara cuma-cuma sesuai alat pelindung diri yang diwajibkan pada tenaga kerja yang berada di bawah pimpinannya dan menyediakan bagi setiap orang lain yang memasuki tempat kerja tersebut, disertai dengan petunjuk yag diperlukan.
Potensi bahaya yang kemugkinan terjadi di tempat kerja, dan yang bisa dikendalikan dengan alat pelindung diri adalah:
a.     Terjatuh, terpeleset, kejatuhan benda, terantuk.
b.     Terpapar sinar dan gelombang elektromaknetik.
c.     Kontak dengan bahan kimia baik padat maupun cair.
d.     Terpapar kebisingan dan getaran.
e.     Terhirup gas, uap, debu, mist, fume, partikel cair.
f.     Kemasukan benda asing, kaki tertusuk, terinjak benda tajam.
Bagian badan yang perlu dilindungi adalah kepala, alat pernafasan, alat pendengaran, alat penglihatan, kulit, kaki maupun tubuh pada umumnya.

a.     Alat Pelindung Mata (kaca mata pengaman) dan Muka
1.     Fungsi
Fungsi kaca mata pengaman adalah untuk melindungi mata dari:
a.     Percikan bahan bahan korosif.
b.     Kemasukan debu atau partikel-partikel yang melayang di udara.
c.     Lemparan benda-benda kecil.
d.     Panas dan pancaran cahaya
e.     Pancaran gas atau uap kimia yang dapat menyebabkan iritasi mata.
f.     Radiasi gelombang elekromaknetik yang mengion maupun yang tidak mengion
g.     Benturan atau pukulan benda keras atau benda tajam.
2.     Jenis
Menurut jenis atau bentuknya alat pelindung mata dibedakan menjadi:
a.     Kaca mata
Kacamata pelindung digunakan pada saat menggerinda logam/akrilik. Kacamata pelindung digunakan pada saat melakukan pengecoran logam.
Alat pelindung mata mempunyai ketentuan sebagai berikut:
1)     Tahan terhadap api.
2)     Tahan terhadap lemparan atau percikan benda kecil.
3)     Lensa tidak boleh mempunyai efek destorsi.
4)     Mampu menahan radiasi gelombang elektromagnetik pada panjang gelombang
tertentu.
Cara pemakaiannya adalah sebagai berikut. Pilihan kaca mata yang sesuai, small, medium, atau large.  Buka tangkai kaca mata lekatkan bagian tengah kacamata pada punggung hidung. Tempelkan lensa kaca mata.  Kaitkan tangkai kaca mata pada daun telinga. Usahakan agar mata dan sekitar betul-betul tertutup oleh kacamata.
b.     Tameng muka
Pelindung muka yang digunakan pada saat polishing akrilik. Alat pelindung muka mempunyai ketentuan sebagai berikut:
1)    Tahan api
2)    Terbuat dari bahan gelas atau gelas yang dicampur dengan laminasi alumunium, yang bila pecah tidak menimbulkan bagian-bagian yang tajam.
 Plastik, dengan bahan dasar selulosa asetat, akrilik, policarbonat atau alil diglikol karbonat. Penutup muka yang benar adalah yang dapat dikenakan tanpa dipegang dengan tangan pekerja. Biasanya penutup muka ini dirancang menjadi satu dengan topi pengaman atau penutup rambut.  Pilih ukuran penutup muka, sesuai dengan besarnya" lingkar kepala (kecil/small,sedang/medium,atau besar/large).
 Periksa bagian luar dan dalam penutup muka, apakah sesuai dengan spesifikasinya, apakah tudung dalam keadaaan baik, tidak rusak dan bersih. Kendorkan klep pengatur untuk mempererat kedudukan topi pengaman tudung atau penutup rambut.
 Pakai topi pengaman (tudung atau penutup rambut), eratkan di kepala sehingga terasa pas dengan cara mengatur klep pengatur. Atur posisi penutup muka sehingga menutupi seluruh permukaan wajah.  Kencangkan kembali klep pengatur.
B.     Pelindung pendengaran
1.     Fungsi
Untuk melindungi alat pendengaran (telinga) akibat kebisingan, dan melindungi telinga dari percikan api atau logam-logam yang panas.
2.     Jenis
Secara umum pelindungi telinga 2 (dua) jenis, yaitu:
a.     Sumbat telinga, yaitu alat pelindung telinga yang cara penggunaannya dimasukkan pada liang telinga
b.     Tutup telinga atau ear muff, yaitu alat pelindung telinga yang penggunaanya
ditutupkan pada seluruh daun telinga.
3.     Spesifikasi
a.    Sumbat Telinga
 Sumbatan telinga yang baik adalah yang bisa menahan atau mengabsorbsi bunyi atau suara dengan frekuensi tertentu saja, sedangkan bunyi atau suara dengan frekwensi untuk pembicaraan (komunikasi) tetap tidak terganggu. Biasanya terbuat dari karet, plastik, lilin, atau kapas.  Harus bisa mereduksi suara frekwensi tinggi (4000 dba) yang masuk lubang telinga, minimal sebesar x-85 dba, dimana x adalah intensitas suara atau kebisingan di tempat kerja yang diterima oleh tanaga kerja.
b.     Penutup Telinga
 Terdiri dari sepasang (2 buah, kiri dan kanan) cawan atau cup, dan sebuah sabuk kepala (head band)  Cawan atau cup berisi cairan atau busa ( foam) yang berfungsi untuk menyerap suara yang frekwensinya tinggi
 Pada umumnya  tutup telinga bisa meriduksi suara frekwensi 2800-4000 hz sebesar 35-45 dba Tutup teling harus mereduksi suara yang masuk ke lubang telinga minimal sebesar x- 85 dba, dimana x adalah intensitas suara atau kebisingan di tempat kerja yang diterima oleh tenaga kerja.
4.     Cara Pemakaian
a.     Sumbat Telinga
 Pilih  ear plug yang terbuat dari bahan yang bisa menyesuaikan dengan bentuk telinga. Biasanya terbuat dari karet atau plastik lunak.  Pilih bentuk dan ukuran yang sesuai dengan bentuk dan ukuran dari seluruh  telinga si pemakai.  Cek sumbat telinga, apakah secara fisik dalam keadaan baik (tidak rusak) dan  bersih.
 Tarik daun telinga ke belakang, kemudian masukkan sumbat telinga ke dalam lubang telinga hingga benar-benar menutup semua lubang telinga. Gerak-gerakkan kepala ke atas, ke bawah, ke samping, ke kiri dan ke samping kanan, buka dan tutup mulut, untuk memastikan bahwa sumbat telinga terpakai secara sempurna.
b.     Penutup Telinga
 Pilih penutup telinga yang ukurannya sesuai dengan diameter/lebar daun telinga.  Pastikan bahwa posisi cawan atau mangkuk penutup benar benar melingkupi daun telinga, baik kiri maupun kanan. Bola belum pas (masih ada bagian yang terbuka), sesuaikan dengan pengatur panjang dan pendeknya pengikat kepala (head band). Gerak-gerakkan kepala, ke atas, ke bawah, ke samping kiri dan ke samping kanan, buka dan tutup mulut untuk memastikan bahwa sumbat telinga terpakai secara sempurna.
5.     Pemeliharaan
a.     Sumbat telinga yang telah di selesai digunakan dibersihkan dengan kain lap yang
    bersih, basah dan hangat.
b.     Kemudian keringkan dengan kain lap yang bersih dan kering.
c.     Setelah bersih dan kering simpan alam kotaknya.
d.     Simpan kotak tersebut di atas di almari atau tempat penyimpanan yang lain.
e.     Penutup telinga yang telah selesai digunakan dibersihkan dengan cara diseka dengan kain lap yang bersih.
f.     Setelah bersih simpan kembali di dalam kotaknya.
g.     Simpan kotak di almari atau tempat penyimpanan yang lain.

C.     Pelindung Pernafasan
1.     Fungsi
Alat pelindung pernafasan berfungsi memeberikan perlindungan organ pernafasan akibat pencemaran udara oleh faktor kimia seperti debu, uap, gas, fume, asap, mist, kabut, kekurangan oksigen, dan sebagainya.
2.     Jenis
Berdasarkan fungsinya, dibedakan menjadi :
a.     Respirator yang berfungsi memurnikan udara
Respirator-Disposible paper mask untuk melindungi dari pajanan debu yang tidak toksik/kadar toksisitasnya rendah, digunakan pada saat prosesing akrilik, mixing bahan tanam, menggerinda logam/akrilik
b.     Respirator yang berfungsi memasok oksigen atau udara (air supplying respirator).
3.    Spesifikasi
a.     Respirator Yang Memurnikan Udara.
Respirator jenis ini dipakai bila pekerja terpajan bahan pencemar di udara (debu, gas, uap, fume, mist, asap, fog) yang kadar toksisitasnya rendah. Prinsip kerja respirator ini adalah membersihkan udara terkontaminasi dengan cara filtrasi, adsorbsi, atau absorbsi.
Menurut cara kerjanya dibedakan menjadi :
1)     Respirator yang mengandung bahan kimia (cemical respirators).
2)     Respirator dengan katrid (cartridge) bahan kimia.
    a)     Prinsip cara kerjanya adalah mengadsorpsi bahan pencemar di udara             pernafasan.
    b)     Bahan kimia yang digunakan untuk mengadsorbsi biasanya karbon aktif atau         silika gel.
    c)     Biasanya penutup sebagian muka dengan satu atau dua katrid yang             mengandung bahan kimia tertentu.
    d)     Tidak bisa digunakan untuk keadaaan darurat.
    e)     Hanya mampu memurnikan satu macam atau satu golongan bahan kimia (gas,
    uap) saja.
3)     Respirator dengan kanister yang berisi bahan kimia.
    a)     Prinsip cara kerjanya adalah mengadsorbsi bahan pencemar di udara             pernafasan
    b)     Bahan kimia yang digunakan untuk mengadsorbsi adalah yang sesuai dengan
    bahan-bahan kima tertentu saja. Misal kanister untuk uap asam klorida (hcl         dan asam sulfat (h2so4) harus menggunakan kanister yang berisi soda
c)     Bahan kimia kanister mempuyai batas waktu kedaluwarsa. Batas waktu             kedaluwarsa ini tergantung pada isi kanister, konsentrasi bahan pencemar, dan
    akifitas pemakainya.
d)     Bisa menutup sebagian muka atau seluruh muka
e)     Tidak bisa digunakan dalam keadaaan udara di lingkungan kerja                 menggandung bahan kimia gas atau uap toksik dengan kadar yang cukup         tinggi.
f)     Satu tipe kanister hanya bisa digunakan untuk memurniakan udara             terkontaminasi satu macam atau satu golongan bahan kimia (gas, uap) saja.
4)     Respirator mekanik (Mechanical Respirator).
    a)     Digunakan untuk melindungi si pemakai akibat pemajanan partikel-partikel di
        lingkungan kerja seperti debu, asap, fume, mist dan fog.
    b)     Prinsip kerja respirator ini adalah memurnikan udara terkontaminasi melalui
        proses filtrasi memakai bermacam tipe filter.
    c)     Efisiensi filter tergantung kepada ukuran partikel dan diameter pori-pori filter.
5)     Respirator kombinasi filter dan bahan kimia.
    a)     Respirator jenis ini dilengkapi dengan filter untuk menyaring udara             terkontaminasi partikel (debu) dan aktrid (catridge) atau kanister yan             mengandung bahan kimia.
    b)     Respirator jenis ini biasanya digunakan oleh pekerja pada waktu melakukan
        pengecatan dengan cara semprot (spray painting).
b.     Respirator dengan pemasok udara atau oksigen
1)     Alat pelindung pernafasan ini tidak dilengkapi dengan filter, ataupun katrid dan kanister yang mengandung bahan kimia.
2)     Pasokan udara bersih atau oksigen, melindungi pekerja dari pemajanan bahan
    bahan kimia yang sangat toksit. Konsentarinya tinggi, mampu melindungi pekerja
    dari kekurangan oksigen.
3)    Pasokan udara ataupun oksigen dapat melalui silinder, tangki, atau kompresor
    yang dilengkapi dengan regulator (pengukur tekanan)
4)     Respirator dengan pasokan udara atau oksigen dibedakan menjadi :
    a)    Airline respirator.
    b)    Air hose mask respirator.
    c)    Self-contained brathing apparatus.
4.     Cara Pemakaian
a.     Pilih ukuran respirator yang sesuai dengan ukuran antropometri tubuh pemakai.
Ukuran antropometri tubuh yang berkaitan adalah :
    1)     Panjang muka.
    2)     Panjang dagu.
    3)     Lebar muka.
    4)     Lebar mulut.
    5)     Panjang tulang hidung.
    6)    Tonjolan hidung.
b.     Periksa lebih dahulu dengan teliti, apakah respirator dalam keadaan baik, tidak
rusak, dan komponen-komponennya juga dalam keadaan masih baik.
c.     Jika terdapat komponen yang sudah tidak berfungsi maka perlu diganti lebih dahulu dengan yang baru dan baik.
d.     Pilih jenis filter atau catrid atau kanister dengan seksama, agar tidak terjadi
    kebocoran.
e.     Singkirkan rambut yang menutupi bagian muka.
f.     Potong cambang dan jenggot sependek mungkin.
g.     Pasang atau kenakan gigi palsu, bila pekerja menggunakan gigi palsu. Pakailah
    respirator dengan cara sesuai dengan petunjuk operasional (instruction manual)
    yang harus ada pada setiap respirator.
h.     Gerak gerakkan kepala, untuk memastikan bahwa tidak akan terjadi kebocoran
apabila pekerja bekerja sambil bergerak-gerak.
5.     Pemeliharaan
Agar respirator dapat berfungsi denngan baik dan benar serta dapat digunakan dalam waktu yang relatif lama, maka respirator perlu pemeliharaan atau perawatan secara teratur, sebagai berikut:
a.     Setiap kali setelah dipakai, respirator harus di bersihkan (dicuci) kemudian
dikeringkan.
b.     Apabila suatu respirator terpaksa digunakan oleh orang lain, maka harus
    dicucihamakan terlebih dahulu.
c.     Beri tanda setiap respirator dengan nama pemakainya.
d.     Setelah respirator bersih dan kering, simpan dalam loker yang bersih, kering dan
    tertutup.
e.     Tangki-tangki atau silinder-silender udara atau oksigen harus dicek secara berkala,
    untuk mengetahui bahwa persediaan udara atau oksigen masih mencukupi.
f.     Klep-klep, regulator dan komponen-komponen lainnya perlu juga dicek secara
berkala. Jika tidak berfungsi harus segera diganti dengan yang baru.
D.     Pelindung Tangan
1.     Fungsi
Untuk melindungi tangan dan jari-jari tangan dari pajanan api, panas, dingin, radiasi elektomagnetik, radiasi mengion, listrik, bahan kimia, benturan dan pukulan, tergores, terinfeksi. Alat pelindung tangan biasa disebut dengan sarung tangan.
2.     Jenis
Menurut bentuknya, alat pelindung tangan dibedakan menjadi:
a.     Sarung tangan biasa atau gloves.
b.     Mitten, yaitu sarung tangan dengan ibu jari terpisah, sedangkan empat jari lainya
    menjadi satu.
c.     Hand pad, yaitu alat pelindung tangan yang hanya melindungi telapak tangan.
d.     Sleeve, yaitu alat pelindung dari pergelangan tangan sampai lengan. Biasanya
digabung dengan arung tangan.
3.     Spesifikasi
Alat pelindung tangan harus sesuai antara potensi bahaya dengan bahan sarung tangan yang dikenakan pekerja.
Potensi bahaya dan bahan sarung tangan yang sesuai, disajikan pada tabel berikut:
Potensi Bahaya                Jenis Bahan Sarung Tangan
Listrik                    Karet
Radiasi mengion            Karet atau kulit yang dilapisi dengan timbal
Benda-benda tajam atau kasar    Kulit atau PVC, kulit yang dilapisi dengan                             logam kromium
Asam dan alkali yang korosif        Karet
Pelarut organik (solvent)        Karet sintetis
Benda-benda panas            Kulit atau asbes

4. Cara Pemakaian
a.     Pilih jenis alat pelindung tangan yang sesuai dengan potensi bahaya
b.     Pilih ukuran sesuai dengan ukuran tangan pemakai.
c.     Masukkan tangan yang bagian pergelangan tangannya bermanset atau berkerut,
    ujung-ujung lengan baju pekerja masuk ke dalam manset atau kerutan sarung
    tangan, kemudian manset dikancingkan atau kerutan dirapikan.
d.     Sarung tangan tanpa manset atau tanpa kerutan, ujung lengan baju panjang pekerja harus bermanset, dan bagian lengan sarung tangan berda di dalam manset
    atau di dalam kerutan. Tidak disarankan memasukkan ujung lengan baju panjang
ke dalam sarung tangan.
5.     Pemeliharaan
a.     Alat pelindung tangan yang telah selesai dipakai, harus dibersihkan, dicuci dengan air, bagian luar maupun dalam kemudian dikeringkan.
b.     Simpan di dalam kantong yang bersih dan letakkan di dalam loker atau rak lemari.
E.     Pakaian Pelindung
1.     Fungsi
Pakaian pelindung berfungsi untuk melindungi sebagain atau seluruh tubuh dari kotoran, debu, bahaya percikan bahan kimia, radiasi, panas, bunga api maupun api.
2.     Jenis
a.     Apron, yang menutupi hanya sebagian tubuh pemakainya, mulai dari dada sampai lutut.
b.     Overalls, yang menutupi seluruh bagian tubuh.
3.     Spesifikasi
Macam-macam pakaian pelindung adalah:
a.     Pakaian pelindung dari kulit, untuk tenaga kerja yang mengerjakan pengelasan.
b.     Pakaian pelindung untuk pemadam kebakaran.
c.     Pakaian pelindung untuk pekerja yang terpajan radiasi tidak mengion.
d.     Pakaian pelindung untuk pekerja yang terpajan radiasi mengion.
e.     Pakaian pelindung terbuat dari plastik, untuk tenaga kerja yang bekerja kontak
dengan bahan kimia.
4. Cara pemakaian
a.     Pilih jenis pakaian pelindung yang sesuai dengan potensi bahaya yang dihadapi.
b.     Pilih ukurannya yang sesuai dengan ukuran tubuh pemakainya.
c.     Cek keadaan fisiknya, apakah dalam keadaan rusak , dan lengkap komponen-
    komponennya.
d.     Kenakan pakaian pelindung dan kacingkan dengan seksama.
e.     Gerak-gerakkan anggota badan (kaki, tangan), untuk memastikan apakah pakaian
pelindung telah terpakai dengan nyaman.
5.     Cara pemeliharaan
a.     Pakaian pelindung yang disposable (sekali pakai dibuang), setelah habis pakai
    dimasukkan ke dalam kantong kertas yang semula untuk membungkus pakaian
    pelindung baru, kemudian dibuang di tempat yang telah disediakan.
b.     Pakaian pelindung yang tidak disposable, sehabis dikenakan dicuci, setelah
    dikeringkan diseterika, dilipat dan disimpan ditempat yang bersih.

f.     simbol-simbol perlindungan
Penggunaan pelindung dalam melakukan penelitian di laboratorium sangat penting guna melindungi diri dari berbagai kemungkinan. Namun, terkadang siswa tidak paham pelindung apa yang perlu dipergunakan dalam melakukan percobaan-percobaan di laboratorium. Untuk itu, di laboratorium perlu disiapkan simbol-simbol yang terpampang dalam melakukan percobaan-percobaan. Berikut adalah simbol-simbol perlindungan tersebut.